Halaman 01 a

PENGUMUMAN

HKBP Yogyakarta melaksanakan Ibadah di Gedung Gereja HKBP Yogyakarta setiap hari Minggu dengan jadwal:

  • 06:30 (Bahasa Indonesia)
  • 09:00 (Bahasa Batak) – bersama Wilayah Timur, Utara, Parserahan, Dll.
  • 11:00 (Bahasa Batak) – bersama Wilayah Selatan, Bantul, Barat, Tengah, Dll.
  • 15:30 (Bahasa Indonesia)
  • 17:30 (Bahasa Indonesia)

 

inforekening


 
 Silahkan tab menuju HKBP Yogyakarta

 

Saturday, March 06, 2021 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 8

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu Okuli, 7 Maret 2021

Mengasihi TUHAN Allah

(2 Musa/Keluaran 20:1-11)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. ‘Tiga agama yang bersaudara’ yakni Yudaisme, Kristianisme, dan Islamisme - sama-sama menganut dan menjunjung tinggi paham monoteisme yang menegaskan kepercayaan kepada satu TUHAN. Kitab Suci Yudaisme dan Kristianisme memahami dan menghayati bahwa Sepuluh Hukum Taurat (selanjutnya disingkat SHT) merupakan wahyu yang hidup serta menghidupkan dari TUHAN. SHT tertulis dalam Kitab Keluaran pasal 20:1-17 dan dicatat kembali dalam Kitab Ulangan pasal 5:6-22. Hukum yang paling awal dari SHT menuntut supaya kita hanya menyembah dan percaya kepada TUHAN yang Esa.

Saturday, February 27, 2021 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 30

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu Reminiscere, 28 Februari 2021

Allah Memperhitungkan Iman Orang Percaya

(Roma 4:13-25)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus.Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. Kita memohon semoga Allah berkenan memberi kita kekuatan, ketahanan, kesabaran, dan hikmat baru untuk menghadapi dan mengatasi aneka penderitaan, termasuk wabah virus corona yang masih melanda Indonesia dan dunia.

Saturday, February 20, 2021 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 48

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu Invocavit, 21 Februari 2021

Janji dan Kuasa Allah: ‘Busur-Ku Kutaruh di Awan’

(Kejadian 9:8-17)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Alkitab Perjanjian Lama memberitakan bahwa ketika TUHAN melihat kejahatan manusia di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN dan hati-Nya pilu. Karena itu TUHAN memutuskan hendak menghapuskan manusia/makhluk dari bumi dengan air bah. Tetapi seorang yang bernama Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN dan selamat.