wajah web201903

 

TATA IBADAH ONLINE

06:30 09:00 17:30

 

 Silahkan tab menuju HKBP Yogyakarta

 

Saturday, October 12, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 33

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XVII - Trinitatis, 13 Oktober 2019

Hidup dan Tinggallah di Jalan TUHAN!
(Mazmur 25:8-15)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus. Mungkinkah umat manusia yang terbatas ini memiliki kemampuan untuk melacak dan memahami jalan, pikiran, dan rancangan TUHAN Allah yang tidak terbatas? Kitab Suci mengungkap betapa dalamnya kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Ibarat ‘... setinggi langit dari bumi, demikian tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu’, begitu kata Alkitab (Rm. 11:33; Yes. 55:8-9). Kendati demikian, TUHAN sendiri telah mengungkap bahwa jalan dan kehendak-Nya melalui Sabda-Nya.

Saturday, October 05, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 53

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XVI - Trinitatis, 06 Oktober 2019

‘Tiga Tahun Aku Menasihatimu dengan Air Mata’
(Kisah Para Rasul 20:21-31)


Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus. Proses kehidupan yang kita jalani berkait erat dengan sang waktu; di dalmnya ada saat ‘berjumpa dan berpisah’ – entah itu mengesankan, mengharukan, atau tidak. Kita jumpa untuk berpisah; karenanya ada yang bilang: ‘bukan perpisahan yang kutangisi,tetapi perjumpaan; tetapi ‘mengapa harus berjumpa, kalau harus berpisah...’.
Saudara-saudari, nas renungan dari Kitab Kisah Rasul pasal 20 ini berkait dengan suatu ‘wejangan perpisahan’ yang mengharukan berisi sebentuk kesan-pesan akhir dari rasul Paulus kepada para penatua jemaat Efesus, mengambil tempat di Miletus karena ‘keterbatasan waktu’.

Saturday, September 28, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 76

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XV - Trinitatis, 29 September 2019

‘Memperlengkapi Orang-orang Kudus’
(pròs tòn katartismòn tòn hagíon)
(Efesus 4:7-16)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas acuan renungan dari Efesus 4 ini sangat penting kita pahami untuk memastikan-ulang mengenai fungsi atau peran masing-masing pelayan bersama warga dalam konteks kehidupan berjemaat supaya kemudian menjadi jemaat misioner, jemaat yang bermisi karena visi dalam Yesus. Ibarat tubuh manusia yang tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota dan masing-masing bagian memiliki fungsi, demikian halnya dalam kehidupan berjemaat supaya masing-masing memahami fungsi dan sasaran yang dicapai.