Dampak Covid-19 dan ‘Ibadah Kreatif’

HKBP Yogyakarta Online,

Suatu Renungan Situasional, Minggu 22 Maret 2020

Dampak Covid-19 dan ‘Ibadah Kreatif’

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Dalam rangkaian Minggu-minggu Pra-Paskah 2020 ini, Gereja kita turut prihatin dan waspada dalam menghadapi tantangan global terkait merebaknya virus corona (Covid-19) yang telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization)  sebagai pandemi.  Covid-19 tersebut telah menyerang banyak orang di dunia dalam waktu berdekatan sejak virus tersebut muncul pada  Desember 2019 di Tiongkok dan kemudian menginfeksi 173 negara dengan 246.522 kasus; sembuh 88.486; dan meninggal 10.049, sesuai data 21/3/2020 pagi, via internet. Sebagai orang beriman, kiranya kita jangan takut dan panik, tapi lebih baik berdoa, berharap, dan bertindak kiranya TUHAN melindungi dan menyembuhkan kita bersama Gereja, Indonesia, dan dunia dari ancaman covid-19 dan dari ‘... penyakit menular yang mengamuk di waktu petang’ (Mzm. 91:6; Yer. 33:6). Kiranya TUHAN memenangkan kita melewati pandemi covid-19 dalam menyongsong Paskah ini dengan mengandalkan iman dan rahmat di dalam Yesus yang telah menaklukkan maut. Kiranya TUHAN berkenan mengaruniakan kecerdasan kepada para ahli dan tim medis untuk menemukan vaksin-nya. Kita tahu bahwa dampak covid-19 tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga menghantam jasa penerbangan, pariwisata, dan perhotelan; ‘melumpuhkan’ aktivitas industri dan pasar, ‘menutup’ kegiatan sekolah dan ‘memaksa’ penundaan kegiatan olah-raga, musik, bahkan menunda atau membatalkan berbagai kegiatan ibadah (keagamaan), dll.

Pesan pastoral dari Ephorus Huria Krisen Batak Protestan (HKBP) dan Praeses HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy serta arahan dari Presiden Republik Indonesia, Ketua Umum PGI, WHO, BNPB, dan instansi lainnya, telah mendesak kita semua terkait situasi tanggap darurat ini supaya kerja-sama mencegah dan mengatasi penyebaran virus covid-19 dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat serta ‘menjaga jarak sosial’ (‘social distancing’) yang aman serta mengurangi berjabat-tangan/bersalaman untuk sementara waktu. Dalam situasi darurat ini untuk sementara, pemerintah Indonesia juga mengajak rakyat supaya: (a) ‘belajar dari rumah’ (learn from home); (b) ‘bekerja dari rumah’ (work from home); dan (c) ‘beribadah dari rumah’ (pray from home). Pemerintah juga telah menetapkan Satuan Tugas (Task Force) bersama rakyat mengatasi pandemi tersebut.

Sebagai gereja yang hadir di dunia, maka HKBP Yogyakarta – Resort Yogyakarta, turut berpartisipasi di ruang publik yaitu untuk sementara waktu ‘meniadakan’ kegiatan ibadah di gereja dan ‘mengalihkan’ ibadah umum/remaja/sekolah minggu dan kegiatan lainnya ke rumah/domisili  masing-masing,  selama 15 hari mulai tgl 21 Maret sampai 4 April 2020 (termasuk Ibadah Minggu 22 dan 29 Maret 2020). Mengakarkan ibadah keluarga di rumah masing-masing adalah sahih dan mendasar secara teologi Alkitab (Mat. 18:20; Ul. 6:5-9). Berkait dengan hal ini, Gereja kita (akan) menyediakan panduan tata ibadah situasional dan renungan yang dapat diakses melalui web: hkbpjogja.org dan WA grup, dll. Marilah memahami bahwa ibadah di tengah keluarga masing-masing tidak kalah maknanya dengan di gedung Gereja dalam situasi keprihatinan ini. Dan kesempatan ini menjadi momen yang tepat untuk memahami bahwa keluarga sebagai eklesiola (gereja mini) adalah inti dari Gereja dan masyarakat. Ketika Bunda Theresa menerima ‘Penghargaan Nobel Perdamaian (Nobel Peace Prize) tahun 1979, ia ditanya mengenai apa yang mendesak untuk dikerjakan umat untuk dunia yang damai, maka Bunda Theresa menjawab: “… pulanglah dan cintailah keluargamu!”

Saudara-saudari, marilah kita berdoa mohon ampun supaya oleh bilur-bilur-Nya, TUHAN Yesus berkenan ‘menyembuhkan’ kita bersama Gereja, Indonesia, dan dunia (Yes. 53:5; Yer. 33:6; Mzm. 91:6). Mari makin giat beribadah dan berkarya nyata. Bawa persembahan dan bayar nazar untuk TUHAN. Mari kita lawan virus hoax, ujaran kebencian, keserakahan, intoleransi dengan mewartakan kebenaran dan ‘menularkan’ belas-kasih, bela-rasa, perdamaian semampu dan sekuat kita bahkan dengan gatget kita masing-masing. Salam pemulihan. (Pdt. AAZ Sihite

wajah web201903

Login Form