Dampak Covid-19 dan ‘Ibadah Kreatif’

HKBP Yogyakarta Online,

Suatu Renungan Situasional Terkait Covid-19,   Maret 2020

Beriman dengan Akal Sehat di Era Pandemi Covid-19

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Dalam catatan sejarah, dunia ini telah mengalami beberapa pandemi global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 11 Maret 2020, menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global dan para ahli menganggapnya sebagai pandemi terbesar dalam sejarah manusia dalam hal kecepatan ketersebaran dan jangkauan wilayah yang telah menginfeksi 190-an negara dan menewaskan 21.000-an dan sembuh 114.000-an orang, sesuai data per 27/3/2020. Karena itu, kita semua mesti turut berusaha mencegahnya, antara lain dengan menjaga kesehatan, kebersihan, dan jarak sosial (social distancing) bahkan jarak fisik (physical distancing) yang aman serta berusaha: ‘bekerja dari rumah’; ‘belajar dari rumah’; dan ‘beribadah dari rumah’.

Dengan memperhatikan pesan pastoral dari Pimpinan HKBP di tingkat pusat dan distrik serta memperhatikan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah terkait dampak virus-corona (Covid-19), maka Gereja HKBP Resort Yogyakarta, untuk sementara waktu mengambil keputusan untuk meniadakan penyelenggaraan ibadah di Gereja dan mengalihkannnya ke rumah/domisili masing-masing sampai menunggu kebijakan terbaru. Kiranya tidak ada ‘pro-kontra’ perihal keputusan tersebut sebagai salah satu cara memutus rantai penularan virus Covid-19. Kita percaya pada kuasa pemeliharaan TUHAN dalam keadaan apapun. Situasi darurat ini kiranya kita pahami sebagai momen penting yang menuntut kita agar beriman dengan akal sehat di tengah ‘dunia yang sedang sakit’. Akal sehat adalah ciptaan TUHAN dan bukan buatan setan. Yesus bersabda: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan jiwamu dan dengan segenap akal budimu ...” (Mat. 22:37-38). Rasul Paulus menasihati orang beriman supaya: “berubahlah oleh pembaruan budimu” (Rm 12:2).

Saudara-saudari, krisis yang terjadi karena dampak dan horor pandemi covid-19 ini tidak hanya menunda/membatalkan aneka kegiatan ibadah (keagamaan) secara berjemaat, dll., tetapi juga turut menggoncang ekonomi dunia, dll. Pergumulan ini kiranya boleh kita pahami sebagai kairos dari TUHAN. Dalam Alkitab (PB), istilah Yunani: kairos dipahami sebagai ‘waktu/kesempatan yang ditentukan dalam tujuan Allah’. Karena itu, di masa krisis ini, kita memiliki kesempatan atau peluang baru yang dapat kita pahami sebagai titik balik untuk menata dan membarui kehidupan secara kreatif agar  keadaan lebih baik. Firman Allah adalah sumber hikmat yang memampukan kita berbuat yang terbaik. Dan marilah memahami ‘keadaan darurat global’ ini sebagai kairos dari TUHAN supaya kita semakin bergiat melakukan berbagai kebaikan dan bukan menjadi opportunis.

Saudara-saudari, di era pandemi covid-19 ini, Dewan Gereja-gereja Dunia (DGD) dan Gereja Katolik Roma (GKR) bersama gerakan ekumenis lainnya (telah) mengajak kita semua – khususnya pada tanggal 25 Maret 2020 dan hari selanjutnya - dari tempat masing-masing, supaya bersehati mengucapkan Doa Agung yang diajarkan oleh Yesus: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, ..... (Mat. 6:9-13). Dalam doa agung tersebut, terdapat 9 kali istilah ‘kami’ (kita) yang menunjuk pada kebersamaan umat/manusia. Dengan doa agung tersebut, hendaknya turut menyatukan,  mengingatkan, dan memastikan bahwa kita adalah satu keluarga manusia.

Dengan mengucap syukur kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita percaya dan berdoa memohon rahmat TUHAN dari sorga, kiranya aksi solidaritas nasional dan global dalam melawan  pandemi Covid-19 dapat berhasil sehingga keadaan segera pulih. Marilah juga memohon ampun kepada TUHAN supaya oleh bilur-bilur-Nya, kita - bersama Gereja dan bangsa Indonesia - disembuhkan dari wabah Covid-19 dan aneka penyakit (Yes. 53:5; Yer. 33:6; Mzm. 91:6). Mari terus giat beribadah dan berkarya nyata. Bawa persembahan dan bayar nazar untuk TUHAN. Dan mari melawan virus hoax, ujaran kebencian, keserakahan, intoleransi dengan cara mewartakan kebenaran dan ‘menularkan’ belas-kasih, bela-rasa, dan perdamaian, semampu kita bahkan dengan gatget kita masing-masing. TUHAN menyembuhkan. Salam. (Pdt. A.A.Z. Sihite) -  web: hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form