‘Saling Meneguhkan di Era Pandemi Covid-19’

 

HKBP Yogyakarta Online

Suatu Renungan Situasional, Minggu Palma 5 April 2020

‘Saling Meneguhkan di Era Pandemi Covid-19’

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Di era pandemi covid-19 yang menggelisahkan ini, kita berdoa dan berharap kiranya TUHAN berkenan melindungi kota kita dan bangsa Indonesia. Secara khusus, saya menyapa segenap Majelis dan warga Jemaat di lingkungan HKBP Resort Yogyakarta (Huria Jogja, Magelang, dan Klaten): Ibu/Bapak, Naposobulung, Mahasiswa, Pelajar/Remaja, Anak-anak Sekolah Minggu, dan para pemerhati/pecinta HKBP Resort Yogyakarta di mana pun berada, kiranya dalam penyertaan TUHAN. Dampak pandemi covid-19 ini tidak hanya menunda/membatalkan aneka kegiatan ibadah (keagamaan) secara berjemaat, tetapi juga turut menggoncang ekonomi dunia dan juga seakan mengoyak pintu modernisme dan globalisasi. Karena itu, kiranya TUHAN berkenan memulihkan Indonesia dan dunia. Marilah turut menjaga kebersihan, kesehatan, keseimbangan; merawat iman dan meningkatkan imun tubuh serta menjaga jarak sosial/fisikal (social/physical distancing) dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah serta gerakan beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah. ‘Pengorbanan’ ini memang pahit, membuat sepi dan sedih, namun itulah suatu upaya mengungkap cinta kepada sesama dengan cara baru: bukan dengan duduk berjamaah, berjabat-tangan, tetapi ‘mengambil jarak dalam kasih persaudaraan’, semacam ‘kasih jarak jauh’ agar kita memaknai-ulang arti relasi dan kebersamaan. Untuk sementara waktu, pelayanan gerejawi dilaksanakan secara online. Karena itu, mari bijak menggunakan teknologi dengan mewartakan kebenaran dan menularkan kebaikan.

Saudara-saudari, seiring dengan penghayatan akan kalender liturgi gerejawi, kini kita memasuki Minggu Palma (Batak: Minggu Maremare) dalam konteks tanggap darurat di era pandemi covid-19 ini. Kata Latin palmarios atau palma artinya ‘daun palem’ atau ‘telapak tangan’. Minggu Palma – yang sekaligus memasuki Pekan Paskah - hendak menandai awal permenungan khusus mengenai narasi pengorbanan, sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus dari maut. Yesus memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai beban yang muda, kemudian umat menyambut Yesus dengan menghamparkan pakaian, melambaikan ranting pohon palem dengan berseru: Hosanna (Ibrani: Hosyia’na) yang berarti Tolonglah!, Selamatkanlah! atau Horas!. (Mrk. 11:1-10; Luk. 19:28-38; Mat. 21:1-10; Yoh. 12:12-15). Relevansinya, marilah kita juga berseru dan berdoa: Ya TUHAN, tolonglah, selamatkanlah supaya kami ‘Horas’ dan ‘Syalom’!

Saudara-saudari, dampak pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan kemanusiaan sekaligus ujian bagi negara dan ujian bagi kepemimpinan dan aksi Diakonia Gereja kita. Karena itu, kiranya kita memahami keadaan ini sebagai kairos dari TUHAN yaitu sebagai ‘kesempatan khusus yang ditentukan dalam tujuan TUHAN’ supaya kita makin bergiat melakukan berbagai kebaikan dan aksi bela-rasa (solidaritas) dan tidak menjadi opportunis demi keuntungan pribadi. Sembari memohon belas-kasih dari TUHAN supaya mengampuni dan membarui kita semua, kiranya kita juga turut diingatkan supaya semakin menghayati dan memastikan bahwa kita adalah satu keluarga manusia sebagai makhluk yang sama-sama rentan dan fana. Bersama pemazmur, kita boleh turut mendaku: ‘... jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingat dan mengindahkannya” (Mzm. 8:4-6). Tetapi TUHAN berbelas kasih melalui peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus yang membawa keselamatan dan harapan. Pesan Paskah Oikumenis PGI 2020 mengusung Tema: Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru (Lukas 24:5-6) mengajak kita supaya menjadi ‘umat kebangkitan’ dan ‘umat berpengharapan’.

Saudara-saudari, program peduli kemanusiaan mendesak untuk kita kembangkan. Aksi solidaritas diakonal HKBP Resort Jogja sedang bergerak semampu kita dalam hal berbagi sembako, dll kepada warga yang amat membutuhkan dan semoga berlanjut sebagai tanggapan atas keadaan darurat Covid-19 ini yang mungkin berlangsung sekitar 3 bulan. Kiranya kita saling meneguhkan dalam keadaan sulit ini, saling mendoakan dan saling berbagi, karena Yesus lebih dulu mengasihi dan berbela-rasa untuk kita. TUHAN memulihkan kota dan bangsa kita. Salam. (Pdt. A.A.Z. Sihite)

wajah web201903

Login Form