Menghayati Tujuh Ucapan Yesus dari Salib Dalam Konteks Tragedi Pandemi Covid-19

Suatu Renungan Situasional,

Jumat Agung (Good Friday), 10 April 2020

Menghayati Tujuh Ucapan Yesus dari Salib

Dalam Konteks Tragedi Pandemi Covid-19

 Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Di era pandemi virus corona (covid-19) yang turut membuat kita sekarang mengalami darurat peribadatan, saya hendak menyapa warga di lingkungan Gereja HKBP Resort Yogyakarta (Huria Jogja, Magelang dan Klaten): para Majelis dan warga Jemaat, Parompuan/Ama/Lansia (Ibu/Bapak), Naposobulung, Mahasiswa, Pelajar/Remaja, Anak-anak Sekolah Minggu, bahkan para penedengar/pembaca, para pemerhati dan pecinta HKBP Resort Yogyakarta di mana pun berada, kiranya dalam penyertaan, perlindungan, dan pertolongan TUHAN. Sejarah mencatat bahwa dunia ini telah mengalami beberapa pandemi global. Namun para ahli menganggap pandemi virus corona (covid-19) kali ini sebagai yang terbesar dalam sejarah manusia dalam hal kecepatan ketersebaran dan jangkauan wilayah yang telah melanda lebih dari 200 negara di dunia, dengan 1,4 juta kasus; 301.000-an sembuh; 81.000-an wafat, sesuai data 8 April 2020.

Saudara-saudari, dalam konteks darurat peribadatan di Jumat Agung ini, kita memeringati dan merayakan secara baru makna penderitaan, sengsara, dan wafat Yesus Kristus, yang - secara iman Kristen - kita yakini sebagai sumber kekuatan, inspirasi, belas-kasih, pengampunan, dan keselamatan bagi orang beriman sebagaimana diberitakan melalui Injil Kristus.  

Saudara-saudari, empat Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) turut mencatat dan bersaksi mengenai peristiwa Yesus yang menderita, disalibkan di bukit Golgota, wafat, dikuburkan, kemudian pada hari yang ketiga bangkit dari maut dan menjadi Jurus’lamat bagi kita dan bagi segenap orang beriman pada-Nya. Peristiwa salib dan kebangkitan Yesus adalah jantung pemberitaan para rasul dan menjadi Kabar Gembira (Evangelium) sepanjang masa.

Secara khusus dalam rangkaian Ibadah Jumat Agung, marilah mendaraskan yaitu membaca dan mendengar serta merenungi dan menghayati dalam hati kita tujuh ucapan Yesus dari kayu salib di Golgota. Kiranya Roh Kudus, Pengajar dan Penghibur sejati memampukan kita untuk memaknai dan menghayati karya agung Yesus yang telah meninggalkan teladan bagi kita supaya kita mengikuti jejak-Nya (1 Ptr 2:21). Marilah kita berdoa agar mendapat inspirasi, inovasi, belas-kasih, dan kekuatan baru melalui peristiwa salib Kristus dalam menjalani proses penderitaan dan pergulatan kehidupan kita sehari-hari di tengah kehidupan berjemaat, bermasyarakat, dan berbangsa, termasuk di era pandemi virus covid-19 ini. Berikut ini, tujuh ucapan Yesus ketika Dia disalibkan di Golgota:

(1)Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Ale Amang! Marpamuati ma rohaM mida nasida, ai ndang diboto nasida na binahennasida i.

Father, forgive them, for they do not know what they are doing."                                       (Lukas 23:34)

(2)Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Situtu do Hatangkon tu ho: Sadari on do ho rap dohot Ahu di Paradeiso!

I tell you the truth, today you will be with Me in Paradise.                                    (Lukas 23:43)

(3)Ibu, inilah anakmu! Inilah ibumu!

Ndi ma Inang, anakmi; Ndi ma Inangmi.

Dear women, here is your son! Here is your mother.                                                                             (Yohanes 19:26,27)

(4)Aku haus! Mauas Ahu! Dipsô.   I am thirsty! (Yohanes 19:28)

(5)Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Eloi, Eloi, lema sabachtani!

Ale Debatangku, Debatangku, boasa tung tadingkonon-Mu Ahu?

My God, My God, why have You forsaken Me?                                     (Markus 15:34; Matius 27:46)

(6)Sudah selesai! Tetélestai! Nunga marujung! It has been finished! (Yohanes 19:30)

(7)Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku!

Amang! Tu bagasan tangan-Mu ma Hupasahat tonding-Ku!               

Father, into Your hands I commit My Spirit!                                                                                     (Lukas 23:46)

Setelah Yesus berkata demikian, Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Saudara-saudari, TUHAN kiranya memampukan kita untuk merenungi, menghayati arti dan relevansi dari 7 (tujuh) Sabda Yesus dari kayu salib di Golgota dalam konteks gumul dan juang dan derita kita. Kiranya Roh Kudus sebagai Pengajar dan Penghibur sejati memampukan kita untuk memaknai dan menghayati karya agung Yesus yang telah meninggalkan teladan supaya kita mengikuti jejak-Nya. Salam Hening Jumat Agung - Songsong Paskah! -     *AAZS*

wajah web201903

Login Form