Paskah: ‘Merayakan Kehidupan, Bukan Kematian’

HKBP Yogyakarta Online,

Suatu Renungan Situasional, Minggu Paskah, 12 April 2020

Paskah: ‘Merayakan Kehidupan, Bukan Kematian’

Dalam Konteks Pandemi Covid-19

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Salam Paskah! Horas Paskah! Happy Easter! Di era pandemi virus corona (covid-19) yang turut membuat kita kini mengalami darurat peribadatan, saya hendak menyapa para pendengar dan pemerhati, secara khusus saya menyapa warga dan pecinta di lingkungan Gereja HKBP Resort Yogyakarta (Huria Jogja, Magelang dan Klaten): para Majelis dan warga Jemaat, Parompuan/Ama/Lansia (Ibu/Bapak), Naposobulung/Mahasiswa, Pelajar/Remaja, Anak-anak Sekolah Minggu, bahkan pecinta HKBP Resort Yogyakarta di mana pun berada, kiranya dalam penyertaan, perlindungan, dan pertolongan TUHAN Yang penuh kuasa dan belas-kasih.

HKBP Yogyakarta Online,

Suatu Renungan Situasional, Minggu Paskah, 12 April 2020

Paskah: ‘Merayakan Kehidupan, Bukan Kematian’

Dalam Konteks Pandemi Covid-19

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Salam Paskah! Horas Paskah! Happy Easter! Di era pandemi virus corona (covid-19) yang turut membuat kita kini mengalami darurat peribadatan, saya hendak menyapa para pendengar dan pemerhati, secara khusus saya menyapa warga dan pecinta di lingkungan Gereja HKBP Resort Yogyakarta (Huria Jogja, Magelang dan Klaten): para Majelis dan warga Jemaat, Parompuan/Ama/Lansia (Ibu/Bapak), Naposobulung/Mahasiswa, Pelajar/Remaja, Anak-anak Sekolah Minggu, bahkan pecinta HKBP Resort Yogyakarta di mana pun berada, kiranya dalam penyertaan, perlindungan, dan pertolongan TUHAN Yang penuh kuasa dan belas-kasih.

Paskah - dari akar kata Ibrani ‘pesah’ - artinya ‘lewat’ (‘passing over’). Yesus bangkit pada hari pertama atau hari Ekhad (Akhad), yaitu hari Minggos, hari TUHAN. Ajaran iman Kristen jelas menghubungkan ‘paskah’ dengan peristiwa Yesus yang ‘melewati’ dan menaklukkan maut melalui kuasa kebangkitan-Nya. Dan sesungguhnya, Paskah adalah titik kulminasi kemenangan Yesus Kristus atas maut. Kenapa harus menaklukkan maut? Karena ‘maut’ - sebagi upah dosa - adalah kekuatan terakhir yang tidak dapat ditaklukkan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Kitab Injil memberitakan Yesus telah bangkit, batu penutup kubur terguling dan tergolek, kubur telah kosong, kain kapan terletak di tanah, kain peluh sudah tergulung. Maria Magdalena dan perempuan lain adalah saksi pertama kebangkitan Yesus. Beberapa ucapan awal dari Yesus yang bangkit disampaikan kepada para murid dan para saksi yakni: ‘jangan takut’, ‘damai sejahtera bagimu’, salam bagimu’, dll. Sementara rangkaian pesan akhir Yesus yang bangkit  sebelum terangkat ke sorga yaitu amanat untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi dengan meyakini Yesus - melalui Roh-Nya - menyertai kita sampai akhir (Mat 28:18-20; Kis. 1:8; Mrk. 16:15-16). Kristus sudah bangkit, kita diberi misi.

                Saudara-saudari, peristiwa ‘kebangkitan Yesus’ adalah bukan hoax, bukan kabar bohong, dan juga bukan suatu ideologi, melainkan suatu proklamasi (pemberitaan, kerygma) mengenai kuasa Allah yang menyelamatkan (1 Kor. 1:18) dan sekaligus konfesi (pengakuan iman, panindangion haporseaon). Kebangkitan Yesus menandai akhir dari segala sesuatu yang paling menakutkan yakni maut dan menjadi awal dari segala sesuatu yang baru yakni hidup kekal. Karena itulah, peristiwa kebangkitan Yesus sesungguhnya adalah Kabar Gembira atau Injil (Roma 1:16-17). Peristiwa salib dan kebangkitan Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya kepada-Nya (bnd. 1 Kor. 1:18+23,24). Jantung pemberitaan para rasul adalah ‘salib dan kebangkitan Yesus’. Begitu hebat dan dahsyatnya peristiwa kebangkitan Yesus sehingga berdirilah GEREJA, berdirilah HKBP.

          Pesan Paskah Oikumenis 2020 dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia mengusung Tema: Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru (Lukas 24:5-6) mengajak kita supaya menjadi ‘umat kebangkitan’ dan ‘umat berpengharapan’ dalam nama Yesus sumber belas-kasih dan pengharapan.

                Saudara-saudari, dengan semangat Paskah yang memeringati dan merayakan kebangkitan Yesus Kristus yang menaklukkan maut, marilah bersyukur dan memastikan bahwa kematian bukanlah kata akhir’, tetapi ‘kehidupan dan kemenangan’, termasuk atas pandemi covid-19 ini, karena kuasa kebangkitan-Nya. Yesus telah bangkit dari kubur untuk membebaskan segenap orang beriman dari dosa dan maut (Roma 6:10).  

Saudara-saudari, dengan kuasa kebangkitan-Nya, marilah kita jangan takut dan mari ‘bangkit’ untuk: (a) Merayakan kehidupan di dalam Yesus yang memberi kesembuhan dan pemulihan dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa di Indonesia dan dalam konteks tragedi pandemi virus corona (covid-19); (b) Melawan bayang-bayang kematian yang berperilaku manipulatif-koruptif, materialistis, intoleransi, palsu/hoax, ketidak-adilan dan kekerasan serta eksploitasi alam yang mengakibatkan krisis ekologis; (c) Menebar bibit adil dan damai, merawat iman, belas-kasih, dan pengharapan di tengah rasa kuatir dan gundah dalam konteks aneka penderitaan terkait era pandemi covid-19 ini, karena kuasa kebangkitan Yesus yang memberi jaminan kemenangan dan pemulihan. Salam Paskah.  TUHAN memberkati. Horas.  *AAZS*

wajah web201903

Login Form