Perintah Baru: Ayo Saling Mengasihi!

 

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu VII Trinitatis, 26 Juli 2020

Perintah Baru: Ayo Saling Mengasihi!

(Yohanes 13:31-35)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Di ‘era kecemasan’ karena dampak pandemi covid-19 ini, saya mengajak kembali para sahabat/pembaca yang baik hati agar kita terus belajar menyatakan kebaruan-kebaruan yang TUHAN kehendaki dari kita dan semoga kita dimampukan supaya semakin beriman, rendah hati, berbelas-kasih/berbela-rasa (solider), dan tetap berpengharapan dalam proses memasuki tahap awal “adaptasi kebiasaan baru” selama dan setelah wabah covid-19.

Saudara-saudari, nas renungan minggu ini mengajak kita menerapkan ‘perintah baru’ dari Yesus yaitu supaya saling mengasihi. Melalui Kitab Injil dan Surat-suratnya (Injil Yohanes dan Surat 1-3 Yohanes), rasul Yohanes tercatat sebagai yang paling banyak mengajar perihal kasih (agape). Mengapa rasul yang satu ini banyak mengajar perihal kasih dan mengasihi? Konon, suatu ketika di masa tua rasul Yohanes, seorang murid terdekatnya bernama Polycarpus mendekat dan bertanya: ‘Ya Rasul, mengapa pengajaranmu banyak bicara perihal kasih dan mengasihi’? Rasul Yohanes menjawab: ‘Aku telah melihat, mendengar, dan belajar langsung dari Yesus bahwa tidak ada hal yang lebih besar dan mulia di dunia ini selain daripada mengasihi. Karena Allah adalah kasih; dan ‘kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita’ (1 Yoh. 4:19), begitu kata rasul Yohanes.

Saudara-saudari, Yesus menjelaskan apa arti kasih (agape) tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga terutama dengan segenap kehidupan, tindakan, dan pengajaranNya. Kita mengasihi walaupun seseorang (sekelompok) tidak layak dikasihi; kita mengampuni kendati seseorang (sekelompok) tak layak diampuni. Itulah hukum baru yang diwartakan dan dikerjakan oleh Yesus bagi kita dan dunia’. Dunia yang kita diami ini masih menganut ‘hukum lama’ atau ‘hukum pembalasan’,  bahkan ‘hukum rimba’. Bahwa yang terjadi adalah yang kuat yang menang dan benar (the survival of the fittest) dan bukan yang benar yang kuat. Kedatangan Yesus mengusung ‘hukum baru’ atau ‘perintah baru’, yaitu supaya kita ‘mengasihi seorang akan yang lain’ dalam konteks dunia yang suka membenci dan balas dendam. Tindakan mengasihi lebih kuat dan akan menang terhadap kebencian dan kekerasan. Bahakan Yesus mengajarkan hal yang melampaui tradisi Yahudi yaitu supaya kita mengasihi musuh dan berdoa bagi yang menganiaya kita (Mat. 5:44). Ini adalah paradigma baru, paradigma Kerajaan Allah yang diwartakan dan diajarkan oleh Yesus Kristus. Yesus menyederajatkan perintah mengasihi sesama dengan mengasihi Allah (Mat. 22:37-39; Mrk 12:30-31; Lk. 10:27).

            Saudara-saudari, nas renungan ini menjadi sangat relevan dalam konteks kehidupan di dunia kita masa kini yang sedang membangun perdamaian antara agama dan dalam menghadapi tantangan kekerasan, ketidak-adilan, pepeangan, dll. Karena itulah nas ini mengajak kita untuk kembali belajar supaya kita saling mengasihi justru dalam konteks dunia yang tergoda saling membenci. Yesus bersabda: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yoh. 13:34-35; 15:12,14,17). Menjadi murid Yesus adalah berjalan di belakang Yesus dengan menapaki dan meneladani tindakan Yesus yaitu mengasihi. Tindakan saling mengasihi adalah tanda bahwa kita murid dan sahabat Yesus. Sumber kekuatan untuk mengasihi adalah tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita supaya kemudian kita memiliki gaya hidup yang mengasihi sesama dan musuh (Mat. 22:37-39; 5:44). Kita mengasihi karena memang Allah lebih dulu mengasihi kita (1 Yoh 4:19) Dalam keseharian kita, marilah terus belajar mengasihi walaupun kebencian mencekam; mengampuni kendati tak layak diampuni, serta tetap berpegang tegu pada kekuatan Firman TUHAN dan berpengharapan. Karena untuk itulah kita dipanggil supaya kita mengikuti teladan Yesus yang telah menetapkan kita agar terus membuahkan kebaikan, kebenaran, cinta-kasih dan perdamaian termasuk di masa-masa sulit ini selama dan setelah pandemi covid-19. Salam. *AAZS* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form