Lalukan yang Terbaikmu, Karena TUHAN!

HKBP Yogyakarta,

Lalukan yang Terbaikmu, Karena TUHAN!

(Kolose 3:22-25)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23). Demikian nasihat yang bernas, ditujukan tidak hanya kepada orang beriman pada masa Gereja Awal, tetapi juga kepada kita, orang beriman masa kini yang telah dipanggil, dipilih, dikuduskan, dan dikasihi oleh Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus – supaya kita melakukan yang terbaik, yang berkenan pada-Nya.

            Di masa pencobaan yang sulit ini karena wabah covid-19, nas renungan ini mengajak supaya kita melakukan segala sesuatu dengan segenap hati - entah itu pekerjaan, studi, ibadah/pelayanan, hidup berkeluarga dan bermasyarakat, dst. Tentu kita sadar bahwa mungkin ‘ada seribu satu macam’ alasan membuat kita bersungut-sungut atau menggerutu di tempat kerja/pelayanan kita masing-masing. Misalnya, karena dampak pandemi covid-19, pendapatan/ekonomi jadinya merosot tajam, jualan/bisnis macet dan merugi, gaji yang tidak jelas, cicilan/kredit belum terbayarkan, hutang semakin melilit, proposal/perencanaan tertunda bahkan batal, keluarga/lingkungan hidup yang kurang mendukung, dst. Tetapi sebagai orang beriman, ada satu hal mendasar yang membuat kita bersyukur, yakni bahwa: “TUHAN itu baik dan bahwasanya kesetiaan-Nya untuk selama-lamanya” (Mzm. 136). Kebaikan TUHAN memuncak dan sempurna melalui peristiwa Yesus Kristus yang telah menyatakan cinta-Nya kepada dunia ini agar setiap orang beriman beroleh hidup kekal (Yoh. 3:16). Dan inilah Kabar Gembira (Injil) bagi kita sebagaimana diberitakan melalui Alkitab yang berisi Firman Allah yang menghidupkan. Abraham Lincoln (1809-1665), Presiden ke-16 AS pernah berkata: ‘Alkitab adalah pemberian terbaik yang pernah TUHAN berikan kepada manusia; dan semua kebaikan dari Jurus’lamat dunia telah dikomunikasikan kepada kita melalui Alkitab’.

            Saudara-saudari, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing, sudahkah kita menyembah dan melayani TUHAN dengan segenap hati? Sudahkah kita melakukan yang terbaik kita dalam menjalani dan mengelola pekerjaan dan kehidupan yang penuh jerih dan juang ini? TUHAN terutama melihat motivasi dan kesungguhan hati kita yang terdalam di setiap kehidupan kita.

            Hidup ini adalah ‘panggilan’ (Berüf) dari TUHAN. Kita ‘dipanggil’ melakukan/mengerjakan yang terbaik. ‘Jika seseorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan atau tukang semir sepatu atau tukang gojek, atau pendeta/penatua, maka biarlah dia bekerja karena dan untuk kemuliaan TUHAN. Berkait dengan hal ini, Martin Luther (1483-1546) menerapkan prinsip: Ora et Labora (beribadah dan bekerja cerdas) yang kemudian menghasilkan etos kerja yang luar biasa. Kita ingat Michaelangelo Bounarroti’ (1475-1546) yang melukis langit-langit Kapel Sistina; William Shakespeare (1564-1616) yang menulis sajak; Ludwig van Beethoven (1770-1827) yang mencipta melodi dan bermain musik gereja; dll. Mereka adalah contoh orang-orang yang melakukan rangkaian karya terbaik mereka dan kemudian meninggalkan warisan bernilai tinggi. Dari lingkungan HKBP, kita kenang Pendeta Justin Sihombing (Ephorus HKBP periode 1942-1962) yang telah meninggalkan sebentuk inspirasi dan teladan pelayanan memajukan kemandirian HKBP pada masa-masa sulit setelah ditinggal pergi oleh para misionaris Eropa karena dampak Perang Dunia II dan Revolusi Indonesia Merdeka.

            Saudara-saudari, di atas segalanya, Alkitab memberitakan bahwa Yesus Kristus telah lebih dulu melakukan yang terbaikNya dengan mengasihi dan menyelamatkan umat berdosa yang fana; bahkan Dia telah menderita dan telah meninggalkan teladan supaya kita mengikuti jejak-Nya (1 Yoh. 4:19; 1 Ptr 2:21; Yoh 3:16). Karena itu, marilah menerapkan prinsip: Lalukan yang terbaikmu, sekarang, semampu dan sekuatmu, dengan kata dan perbuatan yang mengandalkan pertolongan Roh Kudus. Sebab, “ ... kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya” (Kol. 3:24). Salam. TUHAN memberkati dan melindungi. Amen.

(Penulis: Pdt. AAZ Sihite)   -- web: hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form