Hentikan ‘Jual-beli Manusia’ (Trafficking)!

 

Renungan Minggu XIII Trinitatis, 6 September 2020

Hentikan ‘Jual-beli Manusia’ (Trafficking)!

(Matius 27:1-10)

Saudara-saudari, warga dan majelis jemaat serta segenap pecinta dan pemerhati yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah menyertai dan merajai hati dan pikiran kita di mana pun berada pada masa pencobaan yang menyulitkan ini. Amen.

            Saudara-saudari, transaksi ‘jual-beli’ atau ‘barter’ barang – dan transaksi ‘jual-beli manusia’ (‘budak’) sudah terjadi sedari dulu, setua peradaban manusia itu sendiri. Penyebabnya macam-macam hal. Alkitab turut mencatat dan mengungkap bahwa ‘praktik jual-beli manusia’ atau ‘perdagangan manusia’ (‘trafficking’) juga telah terjadi dalam proses kehidupan umat-Nya sebagaimana antara lain dikisahkan Alkitab PL perihal Yusuf yang diperjual-belikan. Alkitab menceritakan bahwa iri hati adalah suatu alasan mengapa saudara-saudara kandungnya menjual Yusuf seharga 20 syikal perak kepada pengusaha bisnis trafficking dari Midian dan kemudian membawanya ke Mesir (Kej 37:23-30; Kis. 7:9). Kisah mengenai Yusuf tersebut memang berakhir gembira (happy end) dan membawa berkat kepada Israel dan Mesir karena Allah menyertai Yusuf. Namun Firman TUHAN jelas-jelas menentang praktik jual-beli manusia (bnd. Hukum Taurat ke-8 dan ke-10).

            Alkitab PB mengungkap bahwa setelah Yudas Iskariot dikuasi oleh iblis, kemudian dia berkhianat dengan “memperjual-belikan” Yesus seharga 30 (tiga puluh) uang perak yang disertai suatu ciuman palsu. Sebelumnya Yesus sungguh tahu bahwa Yudas Iskariot adalah pencuri dan pengkhianat. Namun kesabaran-Nya pada Yudas tak kenal batas, termasuk dalam acara pembasuhan kaki para murid dan Perjamuan Malam yang terakhir. Pengkhianatan Yudas Iskariot berakar pada cinta akan uang sehingga tega ‘menjual Yesus’ (Mat. 27:15-16; Yoh. 12:6; 1 Tim. 6:10).

            Saudara-saudari, beberapa tahun lalu dalam kaitannya dengan Peringatan dan Perayaan 500 Tahun Reformasi Martin Luther (1517-2017), Dewan Gereja-gereja Lutheran se-Dunia (The Lutheran World Federation) telah mengusung Tema yaitu Liberated by God's Grace (Dibebaskan oleh Anugerah Allah) - dengan Sub-Tema: Salvation - Not for Sale; Human Being - Not for Sale; and Creation - Not for Sale (Keselamatan Tidak untuk Diperdagangkan; Manusia Tidak untuk Diperdagangkan; dan Ciptaan Tidak untuk Diperdagangkan). Acara bersejarah tersebut diperingati dan dirayakan bersama oleh Gereja Lutheran se-Dunia (LWF) dengan Gereja Katolik Roma (Vatikan). Sekadar info saja bahwa HKBP Jogja turut memeringati dan merayakannya melalui sebentuk Konser HKBP Yogyakarta pada tanggal 6 Oktober 2017 yang hasilnya antara lain bahwa HKBP Jogja turut menyumbang sejumlah Rp20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) untuk Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jogja.

            Gereja HKBP - melalui Konfesi HKBP 1996, Pasal 3 mengenai Manusia - turut menentang pikiran yang mengatakan bahwa manusia (dapat diperlakukan) menjadi seperti budak, mesin, atau hewan karena pekerjaan atau keberadaannya. Hukum Internasional melalui Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) turut menegaskan bahwa perdagangan manusia (human trafficking) adalah suatu tindak kejahatan yang berkait dengan pelanggaran hak asasi manusia (human rights). PBB mencatat praktik yang termasuk kedalam kategori trafficking antara lain meliputi: perdagangan manusia, prostitusi anak serta pornografi anak dan eksploitasi pekerja anak; juga pelibatan anak dalam konflik bersenjata; perdagangan organ tubuh; eksploitasi untuk pelacuran, dan sejenisnya.

            Saudara-saudari, bagaimana mencegah ‘perdagangan manusia’ yang semakin memprihatinkan dalam konteks Indonesia dan dunia masa kini? Marilah kita pahami bahwa isu perdagangan manusia tidak hanya bertumpu pada korban saja, tetapi juga supaya lembaga agama dan negara sama-sama memahami jaringan dan mengadvokasi perlindungan hukum serta bagaimana meningkatkan kerja-sama dengan sejumlah pihak hingga tercapai usaha mencegah perdagangan manusia. Orang beriman menghayati bahwa kita diselamatkan hanya oleh anugerah dari Allah. Karena itu, keselamatan tidak untuk diperdagangkan; manusia tidak untuk diperdagangkan; dan ciptaan tidak untuk diperdagangkan, melainkan untuk kemuliaan Allah saja. Salam. *AAZS*

wajah web201903

Login Form