‘Sebentuk Tanggung-jawab Kristen dalam Politik’

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu XXII Trinitatis, 8 November 2020

‘Sebentuk Tanggung-jawab Kristen dalam Politik’

(1 Timotius 2:1-7)

Saudara-saudari, para pembaca dan pemerhati yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah menyertai kita serta membarui semangat juang kita pada masa pencobaan yang menyulitkan ini. TUHAN kiranya memberi kita kekuatan dan ketahanan.

Almanak HKBP mengusung tema khotbah minggu kali ini, yakni: Tanggung-jawab Orang Kristen dalam Politik (Parsidohoton ni Halak Kristen di Politik) ­- yang diacu dari nas 1 Timotius 2:1-7. Istilah “politik” berasal dari akar kata Yunani: “polis” yang artinya: ‘kota’ atau ‘negara’. Institusi Gereja kiranya tidak berpolitik praktis, tetapi memiliki kewajiban untuk membekali warga Gereja memahami politik supaya turut bertanggung-jawab melalui keterlibatan sosialnya dalam konteks bangsa dan negara. Relevansinya adalah bahwa orang Kristen bersama warga masyarakat kiranya turut berperan aktif dan bertanggung-jawab secara “politik” dalam rangka mengusahakan kebaikan, kebenaran, keadilan, damai sejahtera, dan keutuhan ciptaan.

            Dasar atau landasan pokok dari peranan warga Kristen/HKBP dalam bidang politik, yakni: (a) Kemanusiaan; (b) Iman (Konfesi, Aturan/Peraturan Gerejawi); dan (c) Kenegaraan (undang-undang, peraturan, dan hukum yang baik dari negara). Secara dogmatis, Konfesi HKBP 1996 Pasal 13 mengenai Pemerintah/Negara – menegaskan: Kita percaya dan bersaksi bahwa Pemerintah yang berwibawa datang dari Allah untuk mewujudkan keadilan; melindungi dan memelihara warga, serta melawan kejahatan dan menyediakan yang perlu bagi warga negara. Yesus Kristus adalah dasar dari Gereja yang hidup di dunia ini. HKBP bersaksi bahwa Allahlah yang memberi keselamatan di dalam Yesus Kristus. Kita harus mengingat bahwa kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia (Rm. 13:1-7; 1 Kor. 3:11; Kis. 5:29; 1 Ptr. 2:13-17; Why. 13). Dengan ajaran ini,“… HKBP menekankan bahwa Allahlah yang memberikan kemerdekaan itu kepada bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. HKBP menekankan, Yesus Kristus, Panglima Gereja, sebagai jalan kita untuk meminta. HKBP menekankan cita-cita dan tanggung-jawab warga dalam memperjuangkan keadilan, kasih, damai, dan kesejahteraan melalui pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. HKBP menekankan bahwa kita turut serta menegakkan kebenaran; dan juga turut menikmati hasil pembangunan nasional. Gereja terpanggil mendoakan pemerintah dan aparatnya (1Tim. 2:1-2; Rm 13:1-7). Begitu kata HKBP yang punya Visi: HKBP Menjadi Berkat Bagi Dunia dengan usaha Misi gerejawi serta berpegang pada Prinsip: (a) Inklusif, dialogis, terbuka; (b) Belas-kasih; tanpa kekerasan; (c) Transparansi dan akuntabilitasi; (d) Keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan. Jangan memperalat agama sebagai kendaraan politik; atau sebaliknya (bnd. Lk 20:25). Biarkan Gereja tetap Gereja dan negara tetap negara.

Karena itu, melalui panggilan sucinya, kita berharap Gereja/HKBP bersama masyarakat dan bangsa akan terus berperan aktif seturut kapasitas masing-masing untuk memperjuangkan pembaruan politik ke arah yang lebih baik, benar, dan relevan dalam konteks Indonesia - antara lain: (a) Membarui politik pen-citra-an dan politik uang  menjadi politik kompetensi dan pengabdian; (b) Membarui politik sektarian/primordialis menjadi politik yang terbuka, pluralistik, dan pro rakyat; (c) Membarui politik struktural otoritatif menjadi politik konstitusional yang fungsional dan demokratis dengan cita-rasa Pancasila sebagai identitas dan modernitas Indonesia.

       Karena itu, marilah kita hayati bahwa sebagai warga Gereja/Kristen dalam konteks bernegara di Indonesia, kita memiliki ‘panggilan suci secara politik’, yakni: (a) Taat pada pemerintah yang berwibawa untuk kebaikan umat; (b) Mendoakan pemerintah; (c) Membayar pajak; (d) Menyuarakan suara nabiah kepada pemerintah dengan mengingat bahwa “... kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia” (Kis. 2:29b). Salam gerejawi. *AAZS*

wajah web201903

Login Form