‘Takhta Mesias Akan Kokoh Selamanya’

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu Adven IV, 20 Desember 2020

‘Takhta Mesias Akan Kokoh Selamanya’

(2 Samuel 7:1-16)

Saudara-saudari, para pembaca, pemerhati, dan segenap warga jemaat yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. Sembari menanti kedatangan Yesus yang kedua kali, kita memohon kiranya Allah memberi kita kekuatan, ketahanan, serta hikmat baru untuk menghadapi dan mengatasi wabah virus corona dan dan juga melawan ‘virus dosa, kekerasan, ketidak-adilan, dan ketidak-pedulian’.

Saudara-saudari, dari Kitab 2 Samuel pasal 7 ditetapkan menjadi nas acuan khotbah untuk Minggu Adven ke-4 menyongsong Natal - yang isinya mengandung suatu ‘janji Allah’ yang menegaskan suatu nubuat bahwasanya dari keturunan raja Daud (akan) tampil Mesias (‘Sang Terurapi’, ‘Kristus’) dan Raja kekal yang hendak bertakhta memerintah umat Israel dan segenap bangsa (bnd. Yes 9:5-6; 11:1). Nabi menubuatkan bahwa Mesias tersebut (akan) tampil dari kota mungil Betlehem (Mikha 5:1,3). Mesias yang juga disebut “TUHAN atas keadilan kita” tersebut akan memerintah dengan adil dan jaya sampai ke ujung bumi dan hendak menyelamatkan segenap umat beriman dari dosa-dosanya (Zak. 9:9-10; Yer. 23:5-6; Zak. 13:1). ‘Janji Allah’ ini kemudian digenapi dalam nama dan peristiwa Yesus Kritus yang diawali dengan kelahiran-Nya sebagaimana diproklamasikan oleh malaikat Gabriel kepada Maria, seorang perempuan saleh dari keturunan raja Daud (Luk. 1:30-33; Kis 2:29-35). Pelayanan dan karya agung Yesus Kristus yang menaklukkan dosa dan maut melalui kuasa kebangkitan-Nya dan kemudian naik ke sorga dan duduk bertakhta di sisi kanan Allah Bapa sorgawi hendak menegaskan bahwa Kerajaan-Nya akan kokoh selama-lamanya. Sang Mesias dalam diri Yesus Kristus telah mengutus Roh Kudus-Nya untuk membekali orang-orang beriman dalam menunaikan tugas panggilan Gerejawi untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani sembari. Umat-Nya menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali dalam rangka memerintah atas dunia dan atas langit dan bumi baru yang akan datang.

            Saudara-saudari, apa arti dan relevansi khotbah ini bagi kita dalam minggu Adven ke-4 yang sedang menanti dan merayakan kedatangan Tuhan Yesus? Orang beriman bersama Gereja masa kini memahami dan menghayati kedatangan Tuhan Yesus dalam tiga bentuk, yaitu bahwa: (a) Dia sudah datang (in the past) pada waktu yang lampau; (b) Dia sedang datang (in the present) melalui Firman dan pelayanan Sakramen; dan (c) Dia akan datang (in the future) yaitu pada akhir segenap waktu dan zaman untuk menghakimi orang yang tidak percaya dan memberi kasih-karunia dan keselamatan serta hidup kekal bagi orang-orang yang percaya. Kerajaan (Takhta) Mesias dalam nama Yesus Kristus yang telah menaklukkan kuasa dosa dan maut akan kokoh sampai selama-lamanya. Sebaliknya, segenap kerajaan (takhta) dunia fana akan berakhir dan tidak ada yang kekal.

            Saudara-saudari, sebagai orang beriman, marilah kita menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali melalui pertobatan baru dengan ‘menyalakan lilin/pelita hati’ melalui cara hidup baru dalam: (1) pengharapan (hope); (2) cinta-kasih (love); (3) suka-cita (joy); dan (4) damai sejahtera (peace). Sembari menanti kedatangan-Nya kelak, marilah kita berdoa, bekerja, berjaga-jaga serta waspada. Dan kiranya Allah damai sejahtera menguduskan kita seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuh kita terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab Ia yang memanggil kita adalah setia, maka Ia juga akan menggenapinya’ (1 Tes. 5:16-24). TUHAN memberkati, melindungi, dan memulihkan kita bersama kota/desa dan bangsa kita, Indonesia tercinta. Salam Adven. *AAZS* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form