IMANUEL (Allah Menyertai Kita)

HKBP Yogyakarta,

Suatu Renungan Natal, 24-25 Des’ 2020

IMANUEL (Allah Menyertai Kita)

Saudara-saudari, para pembaca, sahabat, dan segenap warga jemaat yang dikasihi oleh Yesus Kristus. S’lamat Natal. Horas Natal. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. Semoga dalam suasana Natal 2020 ini Allah memberi kita kekuatan, ketahanan, serta hikmat baru untuk menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan, termasuk wabah virus corona dan juga “virus dosa serta ketidak-pedulian” yang mungkin turut mengintai di sekitar kita. Di masa sulit penuh keraguan, dan ketidak-pastian ini, kita meyakini bahwa TUHAN senantiasa menyertai kita. Pimpinan HKBP yang baru dilantik menyerukan: “Mari menyukuri hari kelahiran Yesus Kritus Sang Jurus’lamat pada masa pandemi covid-19 ini dalam kewaspadaan, karena hidup kita ditebus-Nya dengan sangat mahal”.

Natal tahun 2020 ini kita rayakan dalam suasana prihatin karena dalam konteks wabah virus corona (covid-19) yang telah mengakibatkan rangkaian penderitaan dan kesedihan mendalam bagi banyak orang dan bangsa. Dan juga mengakibatkan merosotnya kehidupan ekonomi warga dan terganggunya kehidupan masyarakat, termasuk dalam kehidupan penyelenggaraan ibadah/liturgi ragawi di Gereja/rumah ibadah. Untuk beberapa bulan, kita telah mengalami altar gereja “dialihkan” ke tempat masing-masing warga. Dalam berbagai kesempatan, kegiatan Ibadah Mingguan – dan Natal – sebagian diselenggarakan di ruang virtual atau secara online/live streaming. Kegiatan belajar-mengajar sekolahan/kampus, dll., juga turut dilaksanakan melalui ruang virtual sembari menunggu wabah mereda. Dan kini kita sedang beradaptasi pada kebiasaan baru (adapting to new habits). Doa dan harapan kita, TUHAN berkenan memulihkan kita bersama Gereja, Indonesia, dan dunia.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Wali-Gereja Indonesia (KWI) mengusung Tema Natal 2020: “... Dan Mereka Akan Menamakan-Nya Imanuel (Matius 1:23). Dengan Tema Natal ini, warga gereja Indonesia bersama umat beriman, antara lain diajak untuk meyakini bahwa sedari dulu TUHAN terbukti menyertai para hambaNya (Abraham, Musa, Yeremia, Yusuf, dll.,) bersama kita umat-Nya masa kini dalam menghadapi dan mengatasi rangkaian kesulitan dan ketidak-pastian dalam proses kehidupan karena TUHAN adalah jaminan.

            Saudara-saudari, dengan suka-cita Natal bersama Yesus Kristus – Sang Imanuel - yang telah berjanji menyertai kita sampai akhir zaman, marilah kita bersyukur kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus serta memohon agar kita bersama Gereja dimampukan untuk menemukan dan memaknai-ulang pesan Natal - yang mungkin hilang – di masa-masa sulit ini, a.l.: sbb:

  1. Bersaksi mengenai belas-kasih (solidaritas)dari Allah yang hadir menyertai kita dan umat manusia melalui peristiwa Yesus Kristus yang menawarkan keselamatan dan telah meninggalkan teladan untuk kita jejaki ,14; 3:16; Gal. 6:2). Karena itu, mari semakin berbelas-kasihdan berbela-rasa serta peduli keluarga, Gereja, bangsa, dan dunia yang sedang menderita karena ketidak-adilan, kekerasan atas nama agama, dan krisis ekologis.
  2. Meneladani kesederhanaanNatal Yesus dan merayakan perbedaan. Yesus datang dalam kesederhanaan dan keheningan, bukan dalam kemewahan atau keriuhan. Perayaan Natal tahun ini sangat memungkinkan diselenggarakan secara sederhana entah secara ragawi atau secara virtual/online – namun tidak akan mengurangi makna spiritual Natal - yang sebelum covid-19 tersandera oleh materialisme dan cahaya komersialisasi.Keluarga kudus Yusuf-Maria yang menerima dan merayakan perbedaan dengan menyambut kehadiran orang-orang Majus dari Timur kiranya turut menginspirasi kita merawat cara hidup inklusif dan bersahabat.
  3. Waspadaterhadap ‘Herodes masa kini’ yang jualan sorga dan agamasembari menebar keganasan dan/atau kepalsuan (hoax) demi suatu takhta dan harta.Dalam konteks kehidupan masa kini yang candu teknologi ‘digitalisme’, kiranya kita perlu diet teknologi atau detoksifikasi digital supaya kita punya waktu teduh memaknai keheningan, kesederhanaan, dan kedamaian Immanuel, Allah menyertai kita. TUHAN memberkati, melindungi, dan memulihkan kita bersama Gereja dan bangsa Indonesia. Salam Natal. *AAZS* hkbpjogja.org  

wajah web201903

Login Form