‘TUHAN Mengenal engkau’

 

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu II Epifani,17 Januari 2021

‘TUHAN Mengenal engkau’

(Yohanes 1:43-51)

            Saudara-saudari, para pembaca, sahabat, dan segenap warga jemaat yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. Kita memohon semoga Allah berkenan memberi kita kekuatan, ketahanan, serta hikmat baru untuk menghadapi dan mengatasi dampak wabah virus corona yang masih melanda dunia. Kita berharap kiranya program vaksinasi yang sedang dilaksanakan di Indonesia untuk mengatasi covid-19 dapat terlaksana dengan baik tahun 2021 ini berkat dukungan dan kerja-sama semua pihak. Sebagai orang beriman, mari terus mengenakan perlengkapan senjata rohani dan perisai iman yaitu Firman Allah sebagai ‘vaksin rohani’ untuk melawan ‘virus dosa’ dan ‘virus ketidak-pedulian’.      

            Saudara-saudari, dalam rangkaian awal pelayanan-Nya, Yesus menunjuk atau memilih murid-murid-Nya yang pertama yaitu Andreas dan Simon Petrus, Filipus dan kawan-kawannya (Yoh. 1:35-51; Mat. 10:1-4; Mrk 3:13-19; Luk. 6:12-16). Secara khusus, Injil Yohanes mencatat bahwa setelah Yesus berjumpa dengan Filipus dan berkata: “Ikutlah Aku!”, maka ia menjadi muridNya. Kemudian Filipus mengajak Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret" (Yoh. 1:45). Namun sebagai seorang terpelajar dan tahu banyak mengenai Taurat, Natanael ragu dan tidak mudah percaya bahkan terkesan merendahkan desa tempat asal Yesus – dengan berkata: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Sekadar info bahwa istilah Nazaret memang tidak pernah disebut dalam Kitab Perjanjian Lama dan juga dalam tulisan-tulisan Yosefus maupun dalam Kitab Talmud. Sehingga pada titik ini, tidak mengherankan bila Natanael meragukan pernyataan Filipus. Tetapi kata Filipus kepadanya: Mari dan lihatlah! Dan kemudian Natanael pun terkejut ketika ia tahu Yesus mengenalnya sebelum mereka berjumpa dan dipanggil.

            Pada saat Natanel datang dan berjumpa dengan Yesus, maka Yesus berkata: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada Yesus: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Kemudian Yesus menjawab: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia" (Yoh. 1:46-51). Perjumpaan dan pengenalan Natanael dengan Yesus kemudian mengubah sikapnya dari ragu menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Terurapi yang diajarkan dalam Kitab Taurat dan pemberitaan para nabi. Mungkin Natanael kemudian menyesali komentarnya yang menghinakan Nazaret, tetapi kita yakin bahwa ia bersyukur menjadi pengikut Yesus yang mengalami langit yang terbuka/terkoyak berkait dengan peristiwa baptisan Yesus dan juga Pentakosta saat Roh Kudus dicurahkan kepada para murid yang berkarya karena nama Yesus dari Nazaret.

            Saudara-saudari, dengan belajar dari kisah panggilan murid Yesus, maka marilah kita menyadari bahwa TUHAN Yang mahakuasa sesungguhnya mengenal kita masing-masing pun dalam suasana kebimbangan dan ketidak-pastian dalam kehidupan kita. TUHAN punya rencana indah dan waktu yang tepat untuk menyatakan kuasa dan kehendak-Nya bagi kita secara baru asalkan tidak ada kepalsuan (hoax) di antara kita supaya kita melihat hal-hal yang lebih besar. Seperti Andreas dan Filipus, marilah kita belajar untuk membawa orang lain dalam kesehariannya agar berjumpa dengan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias dan Jurus’lamat yang mengenal dan mencintai kita di masa-masa sulit ini. TUHAN memberkati, melindungi, dan memulihkan kita. *AAZS*

wajah web201903

Login Form