Sabda Yesus yang Berkuasa Memulihkan

HKBP Yogyakarta,

Renungan Minggu Septuagesima, 31 Januari 2021

Sabda Yesus yang Berkuasa Memulihkan

(Lukas 4:31-37)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Ada tigal hal yang berkait-erat dalam rangkaian pelayanan Yesus, yakni: (a) memberitakan Injil (preaching); (b) mengajar (teaching); dan (c) menyembuhkan (healing). Nas acuan khotbah ini (Luk 4:31-37; Mrk. 1:21-28) menginfokan bahwa Yesus masuk kedalam rumah ibadah di Kapernaum pada hari Sabat untuk mengajar. Nas ini tidak merinci apa yang diajarkan oleh Yesus, namun diberi-tahu bagaimana Yesus mengajar dan akibat pengajarannya yang penuh kuasa. Pengulangan ungkapan “penuh kuasa” (ayat 31 dan 36) hendak menunjuk dan menegaskan peristiwa pengajaran Yesus dan tindakan-Nya yang penuh kuasa sebagai hal saling terkait. Yesus tidak hanya berbicara atau mengajar dengan kuasa, tetapi juga bertindak dengan kuasa; kali ini kuasa mengusir roh jahat yang merasuki orang hingga pulih. Ini pertanda Allah berkarya ‘nyata’ (teofani) dan ‘hadir’ (coram Deo) di antara umat.

Nas renungan ini mengisahkan bahwa “roh jahat” yang merasuki seorang di dalam rumah ibadat di Kapernaum menyebut Yesus sebagai ‘Yang Kudus dari Allah’. ‘Orang yang kerasukan roh jahat’ tersebut berkata kepada Yesus: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah" (Luk. 4:34). Roh jahat tersebut mencoba melawan. Namun Yesus menghardik roh jahat tersebut dan berkata: ‘Diam, keluarlah darinya!’ (ayat 35). Perintah Yesus ini tajam dan berkuasa mengusir roh jahat supaya meninggalkan orang yang dirasukinya dan roh jahat itu akhirnya menjerit dengan nyaring lalu keluar dan takluk. Melihat peristiwa itu, orang banyak menjadi takjub dan berkata: : "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat hingga keluar" (ayat 36). Sekadar info bahwa ‘roh-roh jahat’ dan ‘setan-setan’ yang dimaksud adalah mewakili kekuasaan yang jahat dan misterius yang memang berlawanan dengan kuasa dan kehendak Allah, dan bertentangan dengan kebaikan kemanusiaan. Dan setan-setan ini terkesan cerdik namun licik sehingga sanggup mengetahui siapakah wakil dari kuasa Allah; roh-roh jahat atau setan-setan atau iblis tahu persis mengenai eksistensi dan misi Allah. Dan Allah melalui peristiwa Yesus datang berkarya untuk menghancurkan pekerjaan iblis.    

Saudara-saudari, apa arti dan relevansi nas ini bagi kita di masa sulit gegara badai pandemi covid-19 ini? Allah Bapa bersama Yesus telah memberi ‘kuasa’ (dunamis, yaitu Roh Kudus) kepada para murid-Nya dan orang beriman dalam tugas perutusan untuk memberitakan Injil, mengajar, membaptis, ‘mengusir roh-roh jahat’, dan menyembuhkan (Kis. 1:8; Mat. 28:19-20; Mrk 16:15-18; Luk. 24:47-48). Karena itu, mari meyakini bahwa kuasa misteri dari Yesus senantiasa menyertai Gereja-Nya supaya memberitakan Injil dengan murni, menyelenggarakan sakramen, dan merawat kekudusan dalam persekutuan gerejawi, dan juga mengusir kuasa roh-roh jahat dan roh kegelapan/setan/iblis bahkan juga menaklukkan ‘roh-roh zaman’ yang sifatnya jahat dan merusak kehidupan rohani dan sosial. ‘Roh-roh zaman’ yang mesti diwaspadai kini, antara lain adalah: (a) keserakahan; bahwa berhala bukan lagi batu atau pohon besar, melainkan keserakahan’ yang membuat orang berpusat pada keinginannya sendiri dan tidak lagi menomor-satukan Allah; (b) ketidak-pedulian yang sedang mengintai kita di masa sulit ini. Dengan mengandalkan kuasa Firman Allah dalam nama Yesus Kristus dan Roh Kudus, mari taklukkan setan-setan dan “roh-roh zaman” yang menjauhkan kita dari kehendak Allah. Dan marilah menggunakan kuasa/talenta yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita – dengan doa, kata, pikiran, dan perbuatan - untuk memulihkan keadaan di dunia lingkungan kita yang kini sedang sakit dan menderita. Salam. *AAZS* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form