Yesus Kristus ‘Pokok Keselamatan’

 

Khotbah Minggu Judika, 21 Maret 2021

Yesus Kristus ‘Pokok Keselamatan’

(Ibrani 5:5-10)

Saudara-saudari para pembaca, sahabat, dan segenap warga jemaat yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. Kita memohon semoga Allah berkenan memberi kita kekuatan, ketahanan, kesabaran, dan hikmat baru untuk menghadapi dan mengatasi aneka penderitaan, termasuk dampak wabah virus corona yang masih melanda Indonesia dan dunia. TUHAN kiranya memulihkan kita semua.

Saudara-saudari, nas khotbah kali ini diacu dari Surat Ibrani yang memberitakan dan menegaskan bahwa Yesus Kristus telah menaklukkan dosa dan maut, dan setelah naik ke sorga, Ia adalah Imam Besar untuk selama-lamanya - bukan menurut cara Imam Harun, melainkan menurut cara Melkisedek. Sekadar info Alkitabiah bahwa istilah ‘Melkisedek’ (malki-syèdèq) yang artinya ‘rajaku adalah keadilan’, menunjuk pada Raja-imam, Sang Pembaharu Imamat Rajawi, melebihi imamat Harun. Dengan misteri ilahi, Melkisedek tampil dan menjadi pra-lambang yang menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang mempersembahkan korban pengampunan dosa sekali dan untuk selamanya (Ibr. 10:11-14; 7:1-17; 5:6,10; 6:20; Mzm 110:1-4; Kej. 14:18-20).). Ia – yang lebih tinggi dari para nabi, malaikat, Musa, dan Yosua – kemudian menjadi Pengantara dan Pembela agung bagi orang beriman pada-Nya (1 Tim. 2:5; Ibr. 8:6; 9:14-15; Rom 8:34; Ibr. 7:25).

Saudara-saudari, Surat Ibrani menegaskan bahwa Yesus Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Allah Bapa sorgawi yang telah berfirman: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini"; dan juga dalam suatu nas Alkitab yang menegaskan: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek" (Mzm. 110:4). Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Allah Bapa yang sanggup menyelamatkan Yesus dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan kendati Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi (‘the source of eternal salvation’; ‘sihorhon haluaon salelenglelengna’) bagi semua orang yang taat pada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek (Ibr. 5:5-9; Mzm. 110:4).

Saudara-saudari, dalam rangkaian minggu-minggu Pra-Paskah ini, nama minggu kali ini dikaitkan dengan istilah ‘Judika’ atau ‘Judicium’ (‘Iudicium’) yang artinya ‘sidang pengadilan’. Orang-orang beriman Kristiani percaya bahwa Allah adalah Hakim atas orang-orang yang hidup dan mati. Sebagai Allah yang adil dan sumber belas-kasih, Ia mengenal (hati) manusia. Pengadilan itu tidaklah tergantung dari manusia, melainkan telah dipercayakan oleh Allah kepada Yesus, Anak-Nya, yang kelak akan mengadili segenap umat manusia pada akhir segenap zaman (Yoh. 5:22-27; Kis. 10:42; 2 Tim. 4:1). Bagi orang beriman, Yesus adalah Sang Pembela yang Agung.

     Karena itu, marilah percaya dan setia kepada Yesus - Sang Imam Besar yang Agung untuk selama-lamanya, Sang Pembela dan Pengantara bagi kita untuk beroleh keadilan dan keselamatan sejati. Marilah kita terus belajar taat pada Yesus yang telah meninggalkan teladan bagi kita. Yesus – yang nama-Nya searti dengan “TUHAN menyelamatkan” – telah membawa keselamatan kepada dunia (Yoh. 4:42; 1Tim. 4:10; 2Tim. 1:10; Tit 1:3; 2:10-11; 3:4-6; 1 Yoh. 4:14) – sebab Dia adalah ‘Pokok Keselamatan Abadi’ bagi kita orang beriman dan bagi yang hendak beriman pada-Nya. Salam Minggu Judika. *AAZS* hkbpjogja.org.

wajah web201903

Login Form