HKBP Yogyakarta,

Suatu Khotbah/Renungan Khusus

Kamis, 01 April 2021

‘Kamis Putih’ (‘Maundy Thursday’)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya hendak menyapa segenap pembaca dan sahabat di mana pun berada, khususnya warga dan majelis jemaat di lingkungan HKBP Resort Jogja. TUHAN memberkati dan melindungi kita dan Indonesia di masa prihatin ini.

       Istilah ‘Kamis Putih (dalam bahasa Inggris klasik disebut Maundy Thursday’ yang artinya: ‘Kamis Amanat’, diserap dari kata Latin: mandatum yang artinya ‘perintah-amanat’. Istilah ‘Kamis Putih’ kurang populer di telinga warga jemaat HKBP, tetapi pesan intinya sama yaitu hendak menghayati nilai pengorbanan dan sengsara Yesus melalui serangkaian ‘ibadah/partangiangan passion’ yang digelar secara khusus. Acuan teks untuk ‘Kamis Putih’, antara lain dari Injil Yohanes 13:34 – saat Yesus bersabda: Aku memberikan perintah/amanat (mandatum) baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Perintah ini sebagai bagian narasi Yesus yang merendahkan diriNya membasuh kaki murid-Nya. Yesus adalah TUHAN dan Guru Agung yang meninggalkan teladan sempurna untuk mengasihi tanpa pamrih. Terinspirasi dari pesan Yesus (Yoh. 13:12-15), maka dalam rangkaian ibadah ‘Sabtu Sunyi’, 20 April 2019 jelang Paskah, Pendeta HKBP Jogja melakukan sebentuk tindakan membasuh kaki para pelajar sidi yang hendak diteguhkan dan juga kepada para penatua di depan altar.

       Saudara-saudari, pada malam terakhir sebelum disalibkan, Yesus menetapkan Amanat Perjamuan Kudus (Perjamuan Malam) bersama murid-murid-Nya (Mat. 26:26-29). Kemudian di taman Getsemani, Yesus bergumul, merasa sedih, gentar, dan merasa seperti mau mati; dan peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Dalam perasaan berkecamuk sedemikian, Yesus sujud dan berdoa: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Mat. 26:37-39; Lk. 22:39-46). Pesan dan relevansi dari doa dan gumul Yesus ini menghendaki agar kita terus belajar meneladani dan taat total kepada kehendak Allah yang senantiasa lebih agung.

       Di ‘era adapatsi kebiasaan baru’ ini – dalam konteks HKBP Resort Jogja - untuk sementara waktu, pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus secara berjemaah kita sambut ‘secara batin penuh kerinduan’ hingga Gereja kita dapat menyelenggarakannya bila keadaan sudah pulih.

       Saudara-saudari, kiranya keheningan di ‘tiga hari’ menjelang fajar paskah’ yaitu: Kamis Putih (Maundy Thursday), Jumat Agung (Good Friday), dan Sabtu Suci (Holy Saturday) – dapat menghantar kita untuk memaknai-ulang arti dan relevansi sengsara dan pengorbanan Yesus dalam kaitannya dengan konteks pergumulan sosial kita yang kini sedang memprihatinkan, termasuk karena dampak pandemi virus corona yang menyisakan derita umat. Karena itu, marilah kita: (a) mengingat dan menghayati kemurnian belas-kasih Allah melalui sengsara dan pengurbanan Yesus di masa lalu (dimensi anamnesis); (b) melakukan mandat dari Yesus yang rendah hati dan penuh belas-kasih yang mengajak kita mengasihi dan menolong sesama di masa prihatin ini. Kini aksi diakonia gerejawi kita sedang diuji. Mari kita kerjakan dengan ikhlas dan gembira (dimensi eksistensial); (c) berpengharapan sampai Kristus datang memulihkan keadaan sampai akhir masa (dimensi eskatologis).

            Saudara-saudari, kita berharap dan berdoa kiranya TUHAN melanjutkan amanat/mandat belas-kasihNya kepada kita bersama Gereja dan bangsa Indonesia supaya dimampukan untuk mengatasi rangkaian persoalan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan (intoleransi, kemiskinan, krisis ekologis), termasuk dampak tragedi pandemi covid-19. Agar kemudian keadaan semakin berpulih secara berjemaat, dan bermasyarakat, nasional, dan global, karena belas-kasih dan pertolongan dari Yesus. Salam. *AAZS* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form