HKBP Yogyakarta,

Suatu Renungan Khusus, Minggu Paskah, 4 April 2021

Rayakanlah dan Berpalinglah Kepada Sang Kehidupan!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Untuk kedua kali, kita memasuki perayaan Paskah dalam masa pandemi covid-19. Bila perayaan Paskah tahun lalu dengan “gereja kosong dan altar dirurmahkan”, maka Paskah tahun ini kita rayakan dalam ‘adaptasi kebiasaan baru’ (adapting to new habits) entah secara daring atau kombinasi ibadah di ruang fisik dan/atau digital. Dengan ini, saya menyapa para pembaca dan sahabat: Salam Paskah! Horas Paskah! Happy Easter!

Paskah - dari akar kata Ibrani ‘pesah’ - artinya ‘lewat’ (‘passing over’). Yesus bangkit pada hari pertama atau hari Ekhad (Akhad), yaitu hari Minggu. Ajaran iman Kristen jelas menghubungkan ‘paskah’ dengan ‘peristiwa Yesus Kristus yang ‘melewati’ dan menaklukkan maut melalui kuasa kebangkitan-Nya. Dan sesungguhnya, Paskah adalah titik kulminasi kemenangan Yesus Kristus atas kuasa maut. Kenapa harus menaklukkan maut? Sebagai upah dosa, ‘maut adalah kekuatan terakhir yang tidak dapat ditaklukkan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Kitab Injil memberitakan Yesus telah bangkit, batu penutup kubur terguling dan tergolek, kubur telah kosong, kain kapan terletak di tanah, kain peluh sudah tergulung. Maria Magdalena dan perempuan lain adalah saksi pertama kebangkitan Yesus. Beberapa ucapan awal Yesus yang bangkit yang disampaikan kepada para murid dan para saksi yakni: ‘jangan takut’, ‘damai sejahtera bagimu’, ‘salam bagimu’, dll. Sementara rangkaian pesan akhir Yesus yang bangkit sebelum terangkat ke sorga yaitu agar kita memberitakan Injil sampai ke ujung bumi dengan meyakini bahwa Yesus - melalui Roh-Nya - menyertai kita sampai akhir (Mat 28:18-20; Kis. 1:8; Mrk. 16:15-16). Kristus sudah bangkit, kita punya misi.

            Saudara-saudari, peristiwa ‘kebangkitan Yesus’ bukanlah suatu ideologi, bukan kabar bohong (hoax), melainkan suatu proklamasi (pemberitaan, kerygma) mengenai kuasa Allah yang menyelamatkan (1 Kor. 1:18) dan sekaligus konfesi (pengakuan iman, panindangion haporseaon). Empat Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) mengungkap dan memberitakan peristiwa kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus menandai akhir dari segala sesuatu yang paling menakutkan yakni maut dan menjadi awal dari segala sesuatu yang baru yakni hidup kekal. Karena itulah, peristiwa kebangkitan Yesus sesungguhnya adalah kabar gembira atau Injil (Roma 1:16-17). Peristiwa salib dan kebangkitan Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya kepada-Nya (bnd. 1 Kor. 1:18+23,24). Jantung pemberitaan para rasul adalah ‘salib dan kebangkitan Yesus’. Begitu hebat dan dahsyatnya peristiwa kebangkitan Yesus sehingga berdirilah GEREJA.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengusung Tema Paskah 2021 yaitu: Berpaling Kepada Sang Hidup (Yohanes 20:14-16). Melalui Tema Paskah ini, antara lain ditekankan bahwa “dalam rasa tangis dan kuatir kita” – sebagaimana pengalaman Maria Magdalena sebagai saksi pertama kebangkitan – kiranya juga kita berpaling dan memfokuskan pandangan kita kepada Yesus yang bangkit sebagai Sang Hidup. Dengan kuasa kebangkitan Yesus, kita diajak supaya menjadi ‘umat kebangkitan’ dan ‘umat berpengharapan’ dan bukan umat penakut dan cengeng. Dan kiranya Roh-Nya yang kudus mengaruniakan kita semangat baru untuk berpaling mendengar dan memelihara Sabda-Nya sebagai sumber kekuatan kita menghadapi dan mengatasi rangkaian kekuatiran dan ketakutan, termasuk karena dampak pandemi covid-19.

            Saudara-saudari, dengan mengandalkan kuasa kebangkitan Yesus sebagai jaminan keselamatan bagi orang beriman, karena itu marilah kita: (a) Merayakan dan merawat kehidupan serta bergiat dalam pekerjaan TUHAN; (b) Memberitakan Injil Kristus kepada segenap makhluk melalui kata dan perbuatan terbaik dalam keseharian kita, semampu kita, dengan mengandalkan kuasa dan kebenaran Firman-Nya yang telah berjanji hendak menyertai kita sampai akhir zaman. Salam Paskah.   *AAZS*   hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form