Lakukan Keadilan dan Kebenaran

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu X Trinitatis, 8 Agustus 2021

Lakukan Keadilan dan Kebenaran

(Yeremia 22:1-9)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya kembali menyapa Anda semua, para pembaca dan pemerhati bersama segenap warga dan majelis jemaat di mana pun berada pada masa-masa sulit ini. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita menghadapi dan mengatasi dampak pandemi covid-19 dan juga aneka tantangan kehidupan dengan mengandalkan penyertaan dan pertolongan dari TUHAN. Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19, ayo turut kerja-sama untuk melaksanakan protokol kesehatan 6M demi kebaikan bersama.

            Saudara-saudari, salah satu seruan pokok yang acap dilantangkan oleh para nabi kepada umat Tuhan dalam Perjanjian Lama yaitu supaya menegakkan keadilan dan kebenaran (pajongjong uhum dohot hatigoran) dalam kehidupan dan keterlibatan sosial sehari-hari. Nabi Yeremia, Amos, Mikha, Habakuk, dst., adalah sederet nama-nama nabi yang aktif menyuarakannya seturut perintah TUHAN. Mengapa? Karena memang perihal keadilan, kebenaran, kasih setia, dst., berkait-erat dengan sifat-sifat TUHAN Allah yang kemudian diteruskan supaya umat hidup di dalamnya. Bahkan melakukan keadilan dan kebenaran merupakan bagian integral (tak terpisahkan) dari ibadah kepada TUHAN dalam keterlibatan sosial sehari-hari.  

Sebelumnya, nabi Yeremia telah mengingatkan supaya umat mengenal TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan, dan kebenaran di bumi, karena sesungguhnya TUHAN menyukainya (Yer. 9:23-24). Dalam kaitan ini menjadi penting dan mendesak bagi kita umat-Nya sekarang supaya memahami dan mengenal Allah yang menyukai kasih-setia (asi ni roha), keadilan (hatigoran/uhum), dan kebenaran (hasintongan). Konteks kehidupan yang terjadi pada zaman Yeremia, antara lain adalah bahwa umat tidak peduli dengan pengenalan akan hukum TUHAN, kasih-setia (belas-kasih), keadilan, dan kebenaran. Melalui nabi Yeremia, TUHAN mengajak umat agar peduli dan belajar mengenal TUHAN yang mencintai kasih setia, keadilan, dan kebenaran di bumi. Nabi Mikha juga menegaskan tuntutan TUHAN kepada umat-Nya dan kita masa kini, supaya: bertindak dengan adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (Mikha 6:6-8).  

Secara khusus dalam Kitab Yeremia pasal 22 ini, nabi Yeremia kembali menegaskan - seturut Sabda TUHAN - supaya raja Yehuda/penghuni istana, para pegawai, dan segenap rakyat agar: ‘ ... melakukan keadilan dan kebenaran, melepaskan dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya; jangan menindas dan memperlakukan orang asing, yatim, dan janda dengan keras, dan jangan menumpahkan darah orang yang tak bersalah ...’, begitu Sabda TUHAN (Yer. 22:1-3). Demikianlah TUHAN Allah mengutus Yeremia menjadi nabi yang bertugas selama lebih kurang 40 tahun pada zamannya untuk menyampaikan amanat keras dan seruan pertobatan nasional. Dan apa yang terjadi? Umat tidak bertobat. Lalu TUHAN menghukuman umat-Nya hingga dipulihkan kemudian.

Saudara-saudari, apa arti dan relevansi pesan Sabda TUHAN ini dalam konteks kehidupan sosial kita yang sedang menghadapi persoalan pokok, yakni: kemiskinan, ketidak-adilan, intoleransi/kekerasan, hoax (kabar bohong/fitnah), krisis ekologis, yang kemudian diperparah dengan dampak pandemi covid-19. Dalam konteks kehidupan yang demikian, sebagai orang beriman dan berpengharapan di dalam Yesus Kristus, marilah kita belajar terus untuk melakukan keadilan dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari dengan mengandalkan pertolongan TUHAN. Dengan menggunakan bahasa nabi Amos, supaya kemudian “... keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir" (Amos 5:24). Bahkan kemudian - sebagaimana yang diungkap pemazmur, supaya: ‘ ...keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman; kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit ...” (Mzm. 85:10-14). Dalam situasi kehidupan sosial yang menyulitkan ini, kita semua dipanggil semampu kita melakukan yang terbaik kita dengan adil, benar, dan tepat, dan gembira, karena Yesus Kristus. Salam. *AAZS* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form