Tuhan Mengetahui Isi Hatimu

Khotbah Minggu XIII Setelah Trinitatis, 29 Agustus 2021

TUHAN MENGETAHUI ISI HATIMU

(Markus 7 : 17 – 23)

Saudara – saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, berbahagialah kita yang mendapat kesempatan untuk mendengarkan; merenungkan firman Tuhan; serta tekun untuk melakukannya; terlebih dimasa-masa Pandemi yang kita tidak tahu kapan akan berakhir. Marilah terus mengikuti anjuran para pihak demi keikutsertaan kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini; dengan senantiasa mematuhi program 3M. Umat Tuhan, tentulah kita semua sepakat bahwa kebersihan adalah hal yang kita ingin rasakan; lakukan dan upayakan dari waktu ke waktu. Seperti poda ni halak Batak (Poda na lima; 5 nasehat) pada masa lampau yang  relevan dari waktu ke waktu; yaitu : 1. Paias Rohamu (Bersihkan Jiwamu). 2. Paias Pamatangmu (Bersihkan Badanmu). 3. Paias Parabitonmu  (Bersihkan Pakaianmu). 4. Paias Bagasmu (Bersihkan Rumahmu). 5. Paias Pakaranganmu (Bersihkan Lingkunganmu). Dan itulah yang sedang terjadi pada renungan minggu kita saat ini, dimana Ayat 17-23 ini adalah merupakan kelanjutan dari kejadian yang telah terjadi ketika itu dari ayat 1-16 yaitu ketika orang Farisi dan ahli taurat menegur murid-murid Tuhan Yesus yang dianggap telah mengabaikan adat istiadat nenek moyang mereka yaitu mereka makan dengan tangan najis karena tidak membasuh tangan sebelum makan’ artinya mereka kotorlah secara physik. Namun Yesus justru balik menegur orang Farisi dan ahli Taurat tersebut dengan menganggap mereka sebagai orang munafik, yaitu dengan mengingatkan mereka seperti  yang tertulis di Yesaya 29:13 bahwa :  mereka hanya memuliakan Allah dengan bibir, tapi ajaran yang mereka turuti adalah perintah manusia. Dan Tuhan Yesus menegaskan kepada mereka “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (ay. 15; bd Mat 15 : 20). Farisi dan Ahli Taurat berhenti pada kebersihan tangan semata, tanpa bergerak ke arah yang lebih hakiki, yaitu kebersihan hati, mensyukuri setiap karunia Tuhan, lewat makanan dan minuman. 1 Timotius 4 : 4-5 berkata : karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Kemudian setelah Yesus dan murid-muridNya menyiingkir dari orang banyak itu, murid-muridNya masih butuh penjelasan lebih dalam lagi dari perkataan Yesus tadi, yaitu tentang apa yang masuk dan apa yang keluar dari seseorang.

Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, (ayat 18) Disini Tuhan Yesus hendak memberikan penegasan agar murid-muridNya jangan memiliki pemahaman seperti orang farisi dan ahli taurat itu yang keliru memahami hal yang menajiskan seseorang. bahwa yang dapat menajiskan seseorang itu bukanlah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh seseorang.karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. (ayat 19)lebih dipertegas lagi disini bahwa makanan dan minuman itu akan masuk ke perut dan selanjutnya keluar ke jamban bukan ke hati.

Hati adalah  pusat kehidupan seseorang. Dari hati muncul perasaan dan juga tindakan, di hati itu tempat pergumulan antara yang jahat dan yang baik, dan dari hati orang dapat memuliakan dan juga sebaliknya memberontak kepada Allah. Sederhananya bisa dikatakan bahwa makanan dan minuman itu adalah masalah perut secara jasmani dan tidak ada hubungannya dengan membuat seseorang menjadi  najis secara rohani dihadapan Allah. Dari hati dapat timbul hal-hal yang buruk seperti yang dicatat pada ay 20-23; dan perlu kita ingat bahwa semua itu akan mendatangkan kerugian bukan saja bagi kita, tetapi bagi banyak orang disekitar kehidupan kita. Yesus ingin bahwa janganlah kita hanya mengedepankan kebersihan lahiriah semata; tetapi haruslah melangkah kepada kebersihan rohaniah; hati yang tulus; murni dan mampu bersyukur kepada Tuhan atas semua berkat karunia Tuhan.  Thema minggu kita berkata : Tuhan mengetahui isi hatimu, tidak ada yang tersembunyi dihadapan Tuhan. Jika terhadap sesama kita bisa bersembunyi, maka dihadapan Tuhan semua dapat disingkapkan dengan jelas dan terbuka. Marilah kita memiliki hati yang terus tulus, jujur dan terbuka  dihadapan Tuhan, kiranya kita dimampukan untuk mengerti dan memahami segala kehendak dan keingininanNya atas hidup kita, pelayanan, pekerjaan dan kehidupan kita sebagai murid-muridNya. Mari menjaga kebersihan jasmanih; juga kebersihan rohanih kita. amen. *BWP* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form