KUATKANLAH HATIMU, JANGAN TAKUT

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu XIV Setelah Trinitatis, 5 September 2021

KUATKANLAH HATIMU, JANGAN TAKUT

(Yesaya 35 : 4 - 10)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, kita mengakui bahwa di hari-hari ini banyak hal yang menakutkan kita semua. Semua didasari akan pergumulan seluruh umat manusia, kita dan bangsa kita atas pandemi Covid-19 yang telah membuat tatanan dan kehidupan itu sendiri mengalami perubahan yang luar biasa. Disemua segi dan sendi-sendi kehidupan; Ekonomi, Pendidikan, Peribadahan, aktivitas sosial, budaya; sistem kerja dan banyak hal lainnya. Sebagai Gereja, HKBP senantiasa menyuarakan untuk sikap dan tindakan bersama untuk melawan penyebaran Covid-19; bahkan menolong mereka yang turut terdampak lebih akibat keadaan dan situasi ini. Kita takut, bagaimana kelanjutan kehidupan kita esok, ketakutan akan generasi yang hilang, (loss generation), PHK, dsb; artinya banyak sekali hal-hal yang membuat kita takut hari-hari ini.

Namun, melalui firman Tuhan yang berkumandang di Minggu ini, kepada kita disuarakan dan dikumandangkan agar kita menguatkan hati dan jangan takut. Seperti Nabi Yesaya pada masanya ingin memberi semangat untuk terus berharap dan menyakini janji-janji Tuhan; disamping untuk menyadarkan umat Allah bahwa penderitaan yang mereka alami bukanlah karena kekuatan dari bangsa asing namun karena dosa yang mereka lakukan dan juga memberitakan bahwa Tuhan akan datang membawa perubahan melalui janji keselamatan melalui kedatangan Mesias. Pasal ini diawali dengan kalimat personifikasi yang dituliskan oleh nabi Yesaya, dimana nabi Yesaya menyatakan bahwa padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Padang gurun dan padang kering merujuk pada tanah Palestina yang dipersonifikasikan berbahagia karena menerima kabar menggembirakan, yaitu pemulihan atas Israel yang berhubungan dengan pemulihan fisik dan spiritual bangsa Israel. Allah tidak melupakan perjanjian yang telah Ia buat dengan UmatNya, Israel. Sekalipun bangsa Israel tidak sepenuhnya percaya kepada Allah, tetapi hal tersebut tidak membuatNya mengingkari perjanjianNya dengan bangsa Israel Yesaya menggunakan bahasa sastra yang indah untuk mengungkapkan keselamatan Tuhan kepada umatNya. Tuhan akan datang dengan keadilanNya menjauhkan penderitaan dosa diantara umatNya dengan “Jalan Kudus” (ay.8), setiap umat yang berjalan dalam jalan itu akan mendapatkan “sukacita abadi” (ay.10). Tuhan Yesus juga memakai nas ini dalam ayat 5 “Mata orang- buta akan dicelikkan dan telinga orang-orang tuli akan dibuka” untuk menyatakan siapa diriNya ketika orang suruhan Yohanes datang kepada Yesus untuk menanyakan “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

Saudara- saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, dalam nas ini, firman Tuhan mengungkapkan dengan jelas, dalam hal-hal apakah keselamatan itu dinyatakan seperti yang ditulis pada ay. 5-9. Bagaimana jasmanih dan rohanih kita dipulihkan, dibaharui, disembuhkan untuk menyakini firman, karya dan perbuatan yang akan dinyatakan oleh Allah. Allah dengan kasihNya mau untuk mentahirkan kita agar kita dapat melihat keselamatan dari Dia dan memasuki jalan keselamatan itu. Tuhan datang untuk mencelikkan mata kita untuk melihat FirmanNya; membuka telinga untuk dapat mendengar FirmanNya; menguatkan kaki kita untuk mengikut Dia; membuka mulut kita untuk memuliakan Tuhan sampai selama-lamanya. Apakah kita telah memiliki mata, telinga, kaki dan mulut yang telah ditahirkan oleh Allah? Patut untuk dipertanyakan! Tuhan mentahirkan kita agar dapat melihat jalan keselamatan, mendengar tuntunan Tuhan, berjalan di jalan Tuhan dan sambil bersorak-sorai dengan kebahagian melintasi jalan kehidupan yang dibuat oleh Allah, dan Allah sendirilah yang akan menjadi gembala yang menuntun disepanjang perjalanan.

Yesus Kristus, adalah sosok yang dinubuatkan untuk membawa kelepasan dan keselamatan dimaksud; atas seluruh pergumulan dan ketakutan kita, hari ini; pun dimasa yang akan datang. Yesus dengan kuasa yang besar dari Allah akan memulihkan keadaan kita, pun ditengah-tengah pandemi yang sudah berlangsung dalam kurun waktu 2 tahun ini. Kita percaya secara luar biasa; seturut dengan kehendakNya, kita akan melihat dan menyaksikan bagaimana kebaikan yang lebih besar lagi akan dinyatakan oleh Allah. Marilah mengimani setiap janji firman Allah. Tatkala Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan, ketika Ia masuk ke rumah ibadat, yang kepadaNya diberikan kitab nabi Yesaya; dimana ada tertulis : Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik...................(Luk 4 : 16 – 30). Demikian juga, ketika Tuhan Yesus menyampaikan khotbah di Bukit; tentang hal kekuatiran di Matius 6 : 25 – 34; agar kita senantiasa mengedepankan dan memprioritaskan untuk mencari kerajaan Allah, dan kita perlu menyadari bahwa setiap hari dan masa dan waktu; mempunyai kesusahannya sendiri-sendiri, kesusahan hari ini seperti yang kita alami, dan esok juga akan mempunyai kesusahan hari esok. Dengan demikian; seperti undangan dan seruan minggu ini, kuatkanlah hatimu, janganlah takut. Mari menguatkan hati kita, akan situasi hari ini, sehingga ketakutan tidak lebih menguasai dan menekan kita. Jalani hari demi hari, dengan segala anjuran-anjuran yang ada, apa yang menjadi kewajiban dan bagian kita, kita komit untuk melakukannya, selebihnya adalah bagian Allah, dimana Allah yang akan berperkara untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap umat manusia, dan orang-orang percaya. Umat Tuhan; ayo memiliki keberanian hidup ditengah situasi dan pandemi covid-19 ini, dengan seraya menyakini janji-janji Allah melalui firmanNya. Selamat memiliki hati yang kuat dan keberanian bersama firman Allah. Amin. *BWP* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form