Berhikmat Dalam Yesus

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu XV Setelah Trinitatis 12 September  2021

Berhikmat Dalam Yesus

(Markus 8:31-38)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.

Kiranya kasih dan kemurahan TUHAN dari hari ke hari dinyatakan atas kehidupan kita umat-Nya untuk terus meneguhkan kita dalam ketaatan dan kesetiaan mengikut TUHAN. Umat TUHAN, baru saja kita membaca firman TUHAN yang tertulis dalam Markus 8:31-38, dan baru saja Petrus menyatakan bahwa “Engkau (Yesus) adalah Mesias (ay 29); lalu setelah itu Yesus langsung memberitahukan tentang penderitaan-Nya (ay 31); Yesus memberitahu murid-murid-Nya tentang penderitaan dan wafat-Nya yang akan dialaminya. Saat itu murid-murid tidak memahaminya bahwa Yesus akan mendapat perlakuan sedemikian oleh tua-tua, imam kepala dan para ahli Taurat. Rasul Petrus menyuarakan protesnya, namun perkataannya ini malah dikecam oleh Yesus, dengan mengatakan : Enyalah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia. Yesus ingin menegaskan bahwa misi-Nya bersifat spiritual/ rohani, dan bukan duniawi menurut pemikiran manusia. Misi Kristus adalah misi Allah, yaitu bahwa Yesus harus menyelamatkan manusia melalui penderitaan dan kematian. Dan hal tersebut; sungguh-sungguh tidak dapat diterima oleh Petrus.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus; pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus melalui firman ini menegaskan kepada: bahwa Jalan penderitaan dan salib yang akan dijalani oleh Yesus sendiri. Dengan menunjuk kepada diri-Nya sendiri, yaitu bahwa pelaksanaan misi-Nya membawa-Nya kepada salib, jalan penderitaan Yesus mengajarkan bahwa kita para pengikut-Nya juga harus melalui jalan yang sama. Hidup sebagai seorang Kristen, dengan segala tuntutannya, merupakan sebuah salib yang harus dipikul, untuk mengikuti Kristus. Yesus Kristus tidak mengajarkan jalan pintas berupa euforia sesaat, atau dedikasi yang hanya sesekali atau setengah-setengah, tetapi Ia menghendaki komitmen total seumur hidup ‘yang melibatkan penyangkalan diri’ dengan ketaatan dan kesetiaan terhadap kehendak Allah, sebagaimana dicontohkan-Nya. Sebab tujuan yang ditentukan-Nya bagi manusia adalah kehidupan kekal. Maka kehidupan di dunia yang sementara ini harus dinilai dalam terang kehidupan kekal tersebut. Apa yang kita lakukan di dunia ini harusnya membantu mengarahkan kita kepada kehidupan kekal, dan bukan sebaliknya.

Kemudian Yesus juga menyatakan tentang Kehilangan kehidupan duniawi. “Nyawa” dalam terjemahan Vulgate adalah kata yang berarti ‘jiwa’. Di ayat ini jiwa/nyawa artinya sama dengan hidup. Kata ‘hidup’ dapat mengacu kepada hidup di dunia dan hidup kekal. Di sini Yesus mengajarkan bahwa walaupun kematian dapat mengakhiri hidup di dunia, namun Ia dapat mengubah kematian menjadi kehidupan kekal. Dengan demikian, maksud-Nya adalah: barangsiapa yang mengutamakan hidup duniawi, ia akan kehilangan hidup surgawi, namun barangsiapa kehilangan hidup duniawi demi Tuhan Yesus dan Injil, ia akan memperoleh hidup surgawi. Apakah artinya ‘mengutamakan hidup duniawi’? Artinya: membiarkan hidup dipimpin oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (lih. 1 Yoh. 2:16). Maka kehilangan hidup duniawi artinya adalah penyangkalan diri terhadap ketiga kecenderungan ini; dan hidup macam ini adalah hidup memikul salib, sambil selalu memikirkan hal-hal surgawi daripada yang duniawi (lih. Kol. 3:1-2). Lebih dari pada itu; Yesus juga memberi keteladanan, yaitu Keteladanan  Kristus. Yesus menjanjikan kehidupan kekal kepada mereka yang dengan rela hati mau melepaskan kehidupan duniawi. Ia sendiri memberikan teladan, dengan menyerahkan nyawa-Nya, sebagaimana Gembala yang baik berkorban demi menyelamatkan domba-domba-Nya. “Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabat-Nya” (Yoh 15:13). Jangan malu mengakui Kristus sebab setiap manusia akhirnya akan diadili oleh Kristus. Ia adalah Hakim yang akan mengadili semua orang yang hidup dan yang mati (Mat 16:27). Keputusan akhir ini akan tergantung dari sejauh mana seseorang mengasihi Tuhan dan sesama demi kasihnya kepada TUHAN. Pada hari penghakiman itu, Kristus akan mengenali siapa yang setia dan siapa yang tidak setia, yaitu mereka yang malu untuk mengikuti teladan Kristus karena takut akan arus dunia, mereka yang gagal untuk hidup sesuai dengan imannya. Kita umat Kristen tidak boleh malu mengakui Injil (Rom 1:16), dan kita tidak boleh terbawa oleh arus dunia. Kita malah harus memberi pengaruh yang baik untuk mengubah dunia, tentu dengan bantuan rahmat TUHAN. Sebab setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya  di depan BapaKu yang di sorga, tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga. (Mat 10:32-33)

      Tema Minggu kita menyatakan ‘berhikmat di dalam Kristus’, itu artinya kita diarahkan untuk mengakui; mengikuti jalan pikiran Allah, jalan pikiran Yesus Kristus, karena dengan mengikuti jalan pikiran Allah di dalam Yesus Kristus, kita diajak untuk melakoni kehendak-kehendak Allah atau menghidupi kehendak Allah. Menekuni dan menghidupi kehendak Allah di dalam Yesus Kristus itulah salib-salib kita dalam ziarah kehidupan kita hari-hari ini. Dikala orang lebih ingin untuk tidak takut pada TUHAN hari-hari ini, maka kita harus semakin takut atau takut pada TUHAN. Dikala dunia cendrung untuk tidak jujur, maka kita harus terus hidup dalam kejujuran, ketulusan dan kesetiaan. Dikala dunia hari ini cendrung untuk tidak taat, maka kita harus terus takut dan taat pada TUHAN, di kala semua orang memikirkan hal-hal yang tidak benar; maka kita harus terus memikirkan hal-hal yang benar dan setia dan baik di hadapan TUHAN. Dikala banyak orang semakin menghindarkan dirinya dari gerakan Yesus; pelayanan Yesus; maka kita harus terus tekun mengikuti kegerakan dan pelayananNya. Memilih untuk memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus, dan setia untuk melakukannya; di situlah jalan kehidupan dan hikmat kita di hadapan-Nya. Salam berhikmat di dalam Yesus. TUHAN memberkati. Amin. *BWP* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form