Allah Yang Tidak Pernah Berubah

Khotbah Minggu XIX Setelah Trinitatis 10 Oktober 2021

ALLAH YANG TIDAK PERNAH BERUBAH

(Ayub 23:10-17)

Saudara–saudari yang dikasihi dan yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus, selayaknyalah kita bersyukur pada hari dan minggu ini, bahwa TUHAN senantiasa memberkati umat-Nya, gereja-Nya, bangsa kita, bahkan kota yang kita cintai ini, kota Yogyakarta yang berhati nyaman ini, dimana gereja-Nya HKBP, TUHAN utus di kota dan propinsi ini. Kita menaikkan syukur kita, tepat pada 7 Oktober 2021; kita mensyukuri dan merayakan Ulang Tahun/Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-265 dan juga Ulang Tahun/Hari Jadi HKBP ke-160 tahun; dalam rasa syukur ini kita mengingat bagaimana TUHAN memberkati, memelihara, menuntun dalam gerak persekutuan, kesaksian dan pelayanan HKBP yang melewati setiap situasi dan zaman, pergumulan, bahkan berbagai krisis dalam ziarah pengutusannya, namun semua itu dapat dilewati karena kita menyadari bahwa HKBP adalah milik TUHAN yang diberi tugas di muka bumi ini. Sungguh Allah Tritunggal mengasihi gereja HKBP sejak dahulu, dengan kasih yang sama, Ia terus merangkul HKBP dalam dekapan-Nya sehingga HKBP dapat melintasi berbagai gelombang zaman dan tantangan selama 160 tahun lamanya.

Seperti Ayub yang mendapat pencerahan, imannya kembali berkelip seperti nyala lilin di suatu ruang yang gelap. Ia mengatakan: Karena Allah tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (ay 10). Ayub menyadari bahwa hidupnya adalah kehendak dan keinginan Allah sehingga ia tetap mengarahkan imannya pada Allah yang Mahakuasa dan yang tidak pernah berubah - ujian demi ujian iman yang dialaminya tetap membuatnya untuk menjadi pribadi yang mengakui Allah, tetap menjadi pribadi yang dibanggakan Allah, menjaga integritas dirinya sebagai anak Allah yang saleh, taat, jujur dan setia. Dalam terang Allah, dan atas izin Allah, HKBP dapat mengalami ujian demi permurniannya oleh Allah. Kita menyadari bahwa ketika Allah memakai berbagai kesulitan, hal itu dapat berguna untuk menyingkirkan kepercayaan kita pada diri sendiri, kebanggaan pada diri sendiri, tetapi senantiasa berseru dan berserah pada Allah pemilik hidup dan gereja-Nya. Jika sepertinya Allah membisu selama proses pemurnian itu dan Dia tidak menjawab seruan kita yang meminta pertolongan-Nya, mungkin Dia sedang memberi kita kesempatan untuk bertumbuh semakin kuat dalam iman kita. Penderitaan dan masalah dapat membentuk karakter yang bersinar dan teguh dalam diri kita, dan itu terjadi ketika kita mempercayai Allah di tengah kesulitan hidup kita. Masa-masa yang menguji iman dapat menjadi masa-masa yang meneguhkan iman kita.

Allah dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya adalah Allah yang tidak pernah berubah; seperti sabda-Nya ketika Yesaya bernubuat bagi umat-Nya Israel; Allah berkata: sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-KU tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN yang mengasihani aku (Yes 54:10). Allah tetap mengasihi Ayub, dengan memberi kesempatan kepada-Nya untuk mengalami sebuah pengalaman yang berat, apa yang pernah ia punyai dan miliki harus ia lepaskan, sebab semua itu ia terima dari Allah, dan dapat saja diambil kembali daripadanya kapanpun dan dimanapun; demi pemurniannya dan ketaatan dan kesalehannya yang terus menerus pada TUHAN. Kasih Allah tidak pernah berhenti untuk mengasihi Ayub, baik dalam kebahagiaan pun dalam kesulitan, dan keyakinan yang sama juga bagi kita umat-Nya, Allah tetap mengasihi kita baik dalam keadaan yang sulit maupun dalam keadaan yang menyukakan.

Allah tidak pernah berubah, siapakah yang dapat menghalangi Dia, apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga, Allah akan menyelesaikan apa yang ditetapkan-Nya atas kehidupan Ayub, atas kehidupan kita, atas kehidupan gereja-Nya, atas HKBP, atas kota Yogyakarta, atas Indonesia, atas dunia ini. Marilah senantiasa mengakui dan memercayai Allah yang tidak pernah berubah, walau hari-hari yang kita lewati dipenuhi dengan segala tantangan dan kesulitan yang bukan semakin mudah, namun percayalah Allah maha kuasa diatas segala sesuatu, kuasa dan kasih-Nya abadi sepanjang masa. Selamat Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-265 dan Selamat Hari Jadi HKBP ke-160. TUHAN memberkati. BWP hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form