Renungan Khusus – Paskah Raya,  Minggu, 20 April 2014

Paskah: Merayakan ‘Kehidupan’, Bukan ‘Kematian’!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Salam Paskah! Horas Paskah! Happy Easter! “Paskah” - dari akar kata Ibrani ‘pesah’ - artinya ‘lewat’ (‘passing over’). Yesus bangkit pada hari pertama atau hari Ekhad (Akhad),yaitu hari Minggu menurut kalender Masehi (Gregorian) sebagaimana yang kita gunakan bersama.Ajaran iman Kristen menghubungkan ‘paskah’ dengan ‘peristiwa Yesus Kristus yang ‘melewati’ dan ‘menaklukkan’ maut (kematian) melalui kuasa kebangkitan-Nya. Dan sesungguhnya, Paskah adalah titik kulminasi kemenangan Yesus Kristus atas maut. Kenapa harus menaklukkan maut? Karena “maut” – sebagai upah dosa - adalah kuasa atau kekuatan terakhir yang tidak dapat ditaklukkan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Kitab Injil mencatat dan bersaksi bahwa Yesus telah bangkit, batu penutup kubur terguling dan tergolek, kubur telah kosong, kain kapan terletak di tanah, kain peluh sudah tergulung. Wanita - yaitu Maria Magdalena dan kawan-kawannya - adalah saksi pertama kebangkitan Yesus. Sejumlah kata kunci ucapan awal dari Yesus yang bangkit yang disampaikan kepada para murid dan para saksi yakni: ‘jangan takut’, ‘salam bagimu’, ‘damai sejahtera bagimu’, dll. Sementara rangkaian pesan terakhir Yesus yang bangkit sebelum Dia terangkat ke sorga, yaitu agar kita mengabarkan dan mengajarkan Injil Kristus sampai ke ujung bumi dengan meyakini bahwa DIA – melalui kuasa Roh-Nya - akan menyertai kita sampai akhir segenap zaman (Mat 28:18-20; Kis. 1:8; Mrk. 16:15-16).

Saudara-saudari, perlu ditegaskan bahwa peristiwa ‘salib dan kebangkitan Yesus’ bukan-lah suatu ideologi, tetapi konfesi (‘pengakuan iman’, ‘panindangion haporseaon’) sekaligus proklamasi (‘pemberitaan’, kerygma) mengenai kuasa Allah yang menyelamatkan (1 Kor. 1:18). Kebangkitan Yesus menandai akhir dari segala sesuatu yang paling menakutkan dan mengerikan yakni maut dan menjadi awal dari segala sesuatu yang baru yakni hidup kekal. Karena itulah, peristiwa kebangkitan Yesus sesungguhnya adalah kabar gembiraatau Injil (Roma 1:16-17). Peristiwa salib dan kebangkitan Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya kepada-Nya (bnd. 1 Kor. 1:18+23,24).Jantung pemberitaan para rasul adalah ‘salib dan kebangkitan Yesus’. Begitu hebat dan dahsyatnya peristiwa kebangkitan Yesus sehingga berdirilah GEREJA, berdirilah HKBP Resort Yogyakarta.Marilah kita menemukan “kemuliaan Allah dalam manusia yang hidup” dan jangan mencari kehidupan di tengah kematian. Iman dan rahmat di dalam nama Yesus Kristus yang tersalib dan telah bangkit adalah jalan tunggal untuk memperoleh ampunan dan hidup kekal.

Saudara-saudari, marilah melihat dan menghayati makna Paskah ini sebagai sumber inspirasi, kekuatan, dan pengharapan bagi kita untuk menghadapi persoalan-persoalan baik secara pribadi/keluarga maupun secara gerejawi; bahkan juga dengan masalah sosial: kekerasan, kejahatan, korupsi, perbudakan, intoleransi,dll.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengangkat Tema Paskah 2014 yang bertajuk: Kebangkitan-Nya Memulihkan Kehidupan (Flp. 3:10-11). Pesannya, mengajak kita ambil bagian dalam gerakan untuk: (a) Memulihkan relasi dan komunikasi dengan Allah dan antar sesama, bahkan relasi dengan alam; (b) Makin peduli dengan sesama yang menderita secara lintas denominasi dan lintas batas/agama; (c) Mengajak ulang menegakkan martabat kemanusiaan, dengan mengkritisi struktur dan sistem yang tidak adil yang beraroma “kematian” yang sengaja dirancang: secara politis bagi rakyat yang diperlakukan tidak adil, ditindas, dan dianiaya; secara ekonomis’ bagi rakyat yang dibiarkan semakin miskin; secara sosial bagi rakyat yang dikucilkan (didiskriminasi) dan jeritan kehidupannya tak pernah didengar; secara agama bagi umat yang dilarang menjalankan hak (asasi) untuk beribadah dan untuk mendirikan rumah ibadah; dan secara alam karena keserakahan (eksploitasi) yang berlebihan. Karena itu, marilah kita mulai lagi untuk meningkatkan gerakan pro kehidupan yang lebih bermartabat, adil, dan manusiawi (1 Kor. 15:58). Salam Paskah.****

Saudara-saudari, perlu ditegaskan bahwa peristiwa ‘salib dan kebangkitan Yesus’ bukan-lah suatu ideologi, tetapi konfesi (‘pengakuan iman’, ‘panindangion haporseaon’) sekaligus proklamasi (‘pemberitaan’, kerygma) mengenai kuasa Allah yang menyelamatkan (1 Kor. 1:18). Kebangkitan Yesus menandai akhir dari segala sesuatu yang paling menakutkan dan mengerikan yakni maut dan menjadi awal dari segala sesuatu yang baru yakni hidup kekal. Karena itulah, peristiwa kebangkitan Yesus sesungguhnya adalah kabar gembiraatau Injil (Roma 1:16-17). Peristiwa salib dan kebangkitan Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya kepada-Nya (bnd. 1 Kor. 1:18+23,24).Jantung pemberitaan para rasul adalah ‘salib dan kebangkitan Yesus’. Begitu hebat dan dahsyatnya peristiwa kebangkitan Yesus sehingga berdirilah GEREJA, berdirilah HKBP Resort Yogyakarta.Marilah kita menemukan “kemuliaan Allah dalam manusia yang hidup” dan jangan mencari kehidupan di tengah kematian. Iman dan rahmat di dalam nama Yesus Kristus yang tersalib dan telah bangkit adalah jalan tunggal untuk memperoleh ampunan dan hidup kekal.

Saudara-saudari, marilah melihat dan menghayati makna Paskah ini sebagai sumber inspirasi, kekuatan, dan pengharapan bagi kita untuk menghadapi persoalan-persoalan baik secara pribadi/keluarga maupun secara gerejawi; bahkan juga dengan masalah sosial: kekerasan, kejahatan, korupsi, perbudakan, intoleransi,dll.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengangkat Tema Paskah 2014 yang bertajuk: Kebangkitan-Nya Memulihkan Kehidupan (Flp. 3:10-11). Pesannya, mengajak kita ambil bagian dalam gerakan untuk: (a) Memulihkan relasi dan komunikasi dengan Allah dan antar sesama, bahkan relasi dengan alam; (b) Makin peduli dengan sesama yang menderita secara lintas denominasi dan lintas batas/agama; (c) Mengajak ulang menegakkan martabat kemanusiaan, dengan mengkritisi struktur dan sistem yang tidak adil yang beraroma “kematian” yang sengaja dirancang: secara politis bagi rakyat yang diperlakukan tidak adil, ditindas, dan dianiaya; secara ekonomis’ bagi rakyat yang dibiarkan semakin miskin; secara sosial bagi rakyat yang dikucilkan (didiskriminasi) dan jeritan kehidupannya tak pernah didengar; secara agama bagi umat yang dilarang menjalankan hak (asasi) untuk beribadah dan untuk mendirikan rumah ibadah; dan secara alam karena keserakahan (eksploitasi) yang berlebihan. Karena itu, marilah kita mulai lagi untuk meningkatkan gerakan pro kehidupan yang lebih bermartabat, adil, dan manusiawi (1 Kor. 15:58). Salam Paskah.***

wajah web201903

Login Form