Renungan Minggu XVITrinitatis, 15September 2013

 

 

Mari Menjadi Teladan Bagi Mereka yang

(Akan) Percaya dan Mendapat Hidup Kekal!

(1 Timotius 1:12-17)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Secara umum, tradisi orang Asia menganut paham bahwa semakin tua seseorang, maka akan dianggap semakin berhikmat dan layak menjadi  teladan dalam kehidupan. Alkitab mencatat dan mengajarkan bahwa sejak kanak-kanak dan masa muda pun sudah mesti dibekali agar berhikmat dan bermoral; dan kemudian diminta menjadi teladan dalam kehidupan. Kita ingat misalnya, dalam Perjanjian Lama: Musa, Samuel, Yeremia, dll.  Dalam Perjanjian Baru: Timotius – seorang muda, kordinator pelayanan jemaat di Efesus. Paulus mengingatkan agar jangan menganggap rendah seseorang karena masih muda; bahkan Paulus mendesak kaum muda agar menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam kata, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat  (1 Tim. 4:12).        

Paulus – sebelum pertobatannya - tadinya seorang penghujat dan penganiaya; menganiaya atas nama agama (Yahudi), menganiaya umat beragama Kristen (ayat 13; bnd. Kis. 8:3; 9:1-2,4-5; 22:4-5; 26:9-11; Gal. 1:13) dan layak disebut sebagai orang paling berdosa (ayat 14-15; bnd. 1 Kor. 15:9; Ef. 3:8). Namun Allah mengubah cara paham beragamanya dengan menunjukkan kemurahan dan belas kasih serta memberi kesempatan kepada Paulus untuk bertobat dan kemudian menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN bahkan kemudian melayani sebagai hamba-Nya dan teladan dalam jemaat Kristen (Kis. 9:1-19; Kis 23:1; 26:9).

Surat 1 dan 2 Timotius dan Titus yang lazim disebut sebagai Surat-surat Penggembalaan ini, banyak berkaitan dengan tugas penggembalaan di lingkungan jemaat. Isi surat Paulus kepada Timotius menekankan ajaran (doktrin) yang benar hanya bersumber dari Injil Kristus yaitu mengenai berita anugerah keselamatan agar kita menanggapinya dengan iman dan hidup saleh dalam kehidupan berjemaat. Dengan iman kepada-Nya, maka kita mempunyai hidup kekal (Yoh. 4:67); dan hidup kekal adalah karunia Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:23b). Rasul Paulus juga menasihati agar jemaat hidup dalam kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni, dan dari iman yang tulus ikhlas (1 Tim. 1:5). Artinya, agar kita menghasilkan gaya hidup kudus dan benar sebagai tanda bahwa kita yang percaya telah memperoleh kasih karunia dan hidup kekal dari Yesus Kristus.

Melalui renungan mengenai kisah kemurahan hati Allah kepada Paulus, kiranya memberi kita semangat untuk menjadi teladan dalam kata dan akta, dalam kesucian dan kesetiaan karena Injil Kristus. Dalam situasi krisis keteladanan di tengah masyarakat dan bangsa kita, orang Kristen hendaknya menjadi teladan dalam kebenaran, iman, dan kesucian (1 Tim. 3:1-13; 4:12). Agar kiranya umat bertobat dan percaya kepada kuasa dan kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus yang sanggup menyelamatkan siapa saja. Mari menjadi teladan bagi mereka yang (akan) percaya dan mendapat hidup kekal. Salam.****

wajah web201903

Login Form