Renungan Minggu XIXTrinitatis, 06Oktober 2013

 

Dibarui Agar Taat dan Mendapat Berkat

(Yehezkiel 36:22-32)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Secara umum dan alami, orang menyukai yang ‘baru’ dan ‘fresh’. Namun ada juga yang meminati hal-hal kuno yang bernilai tinggi masa kini kendati yang kuno tersebut pada zamannya pernah ‘baru’. Alkitab mencatat bahwa Allah yang kekal dan yang tak berubah itu menghendaki suatu pembaruan terhadap umat-Nya. Sudah sejak zaman para nabi dalam Perjanjian Lama, Allah berinisiatif membarui umat-Nya dari pelanggaran-pelanggaran dan kenajisan yang telah mencemarkan nama-Nya yang kudus agar umat hidup seturut ketetapan dan berpegang pada perintah-Nya.

Acuan perikop khotbah ini menginformasikan bahwa Allah telah menghukum dan membuang umat-Nya pada masa Perjanjian Lama karena telah menajiskan nama TUHAN. Umat-Nya telah menyembah berhala-berhala di tanah terjanji bahkan juga di tanah asing. Tetapi kemudian Allah bertindak hendak membarui umat terpilih dari pembuangan dan selanjutnya memimpin mereka kembali ke tanah terjanji (ayat 24-32). Tujuannya adalah agar umat  taat dan menjaga kekudusan nama Allah dengan cara memelihara janji dan taurat-Nya. Nuansa itulah yang dapat kita tangkap melalui renungan ini.

Konteks renungan ini (Yeh. 36:16-38) mencatat tindakan pembaruan Allah melalui beberapa tahapan: (a) Allah  menyucikan umat dari kenajisan dan berhala masa lalu (ayat 25); (b) Allah menanam hati dan semangat baru kedalam batin umat (ayat 26). (c) Allah hendak menjiwai, membarui, dan mendiami hati manusia dengan Roh-Nya yang kudus. Maksud pembaruan ini agar umat memiliki kekuatan baru untuk hidup berpadanan seturut ketetapan dan peraturan Allah ( aya 27). Karya pembaruan melalui pemberian Roh Allah kepada umat-Nya berkaitan dengan semangat Perjanjian Baru yang kemudian dimeteraikan oleh Kristus dan seterusnsya mengaruniakan dan mencurahkan Roh Kudus pada hari Pentakosta (bnd. Yeremia 31:31-34; Kis. 2:1-10).

Selanjutnya Allah akan memberi kemakmuran setelah pembaruan. Melalui restorasi umat dan alam, maka bangsa-bangsa akan mengenal kuasa Allah demi kemajuan kemuliaan-Nya di bumi ini.

Saudara-saudari, Allah telah membarui janji-Nya yang kudus agar kehidupan kita umat-Nya dan HKBP yang berusia 152 tahun (1861-2013) menjadi baru karena kuasa Roh Kudus, Sang Pembaru itu. Kita yakini bahwa karya pembaruan itu telah memuncak dalam karya Kristus sebagai sumber pembaruan yang sekaligus telah membawa ajaran dan perintah baru agar kita hidup saling mengasihi dan mengampuni (Yoh. 13:34; 15:12). Kristus membuat orang-orang beriman menjadi ciptaan baru, menjadi manusia baru oleh karena kuasa Roh Kudus. Itu adalah anugerah sekaligus tanggung-jawab agar kita dimampukan untuk senantiasa membarui hati dan budi, misi dan aksi kita dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat. Mari sucikan hati dan waspadai godaan ‘berhala baru’ yang bernama keserakahan. Dalam kaitannya dengan semangat Reformasi Gereja Protestan pada bulan Oktober ini, mari memberi hati untuk dibarui oleh Roh-Nya agar kita taat dan mendapat berkat. Salam pembaruan.****

wajah web201903

Login Form