Bersyukurlah Punya ‘Imam Besar Agung’

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu Reminiscere, 17 Maret 2019
Bersyukurlah Punya ‘Imam Besar Agung’
(Ibrani 4:14-16)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Ada banyak keyakinan dan ajaran mengenai ‘Imam’ (Priest; Malim) dalam berbagai paham dan penghayatan keagamaan, khususnya dalam keyakinan Yudaisme, Kristianisme, dan Islamisme. Dalam menyelenggarakan rangkaian ibadah atau ‘perjumpaan’ antara umat dengan Allah, maka dibutuhkan peran seorang ‘Imam’. Berkait dengan hal ini, marilah kita memahami sekilas serta menghayati apa kata Alkitab (Kitab Suci Kristen) mengenai ‘Imam’ dan perannya yang unik dan khas secara iman Kriten.
Alkitab mengungkapkan bahwa ‘Imam’ menunjuk kepada orang yang bertanggungjawab atas segala sesuatu yang disebut ‘suci’ atau ‘sakral’ (‘hieros’). Alkitab menegaskan bahwa orang beriman meyakini Yesus Kristus sebagai Pengantara umat berdosa dalam perjumpaannya dengan Allah Yang Mahakudus. Alkitab memberitakan bahwa hanya Yesus Kristus saja adalah Imam Besar, bahkan Imam Besar Agung (Batak: Sintua ni Malim na Bolon) yang melebihi Musa, Harun, Yosua, para nabi, dan malaikat (Ibrani 1:1 s/d 4:13). Sebagai Imam Besar Agung (The Great High Priest): (a) Yesus Kristus melampaui imamat Lewi dalam Perjanjian Lama (Ibrani 4:14 s/d 10:18); (b) Yesus Kristus lebih unggul kwalififkasi, watak, dan pelayanan-Nya, bahkan kemudian telah melintasi semua langit; (c) Yesus Kristus telah melaksanakan karya penebusan dosa melalui Perjanjian Baru oleh kematian-Nya dan kemudian telah mendamaikan umat pendosa dengan Allah; (d) Yesus Kristus telah mengadakan suatu perubahan mendasar dan pembaruan yakni dari yang bersifat kultis, kini telah dijadikan-Nya bersifat pribadi melalui dan di dalam diri-Nya. Karena Dia adalah Anak Allah yang telah menjadi manusia, yang turut menderita dan merasakan kelemahan-kelemahan kita, tetapi tanpa dosa. Dia telah menyelenggarakan suatu liturgi pengampunan dosa – dengan cara mempersembahkan diri-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya, yang dikerjakan-Nya hanya sekali saja dan berlaku untuk selama-lamanya (Ibr. 10:10,12,14; 14:15). Dengan mengandalkan iman dan rahmat di dalam nama-Nya, maka orang beriman memperoleh ampunan dan keselamatan.
Karena itulah orang beriman memiliki keberanian menghampiri takhta kasih karunia untuk memperoleh karunia dan menerima rahmat-Nya seturut waktu-Nya (Ibr. 4:16). Dan seiring dengan itu, nas renungan dari Surat Ibrani ini bermaksud hendak mengajak orang beriman supaya bertekun di dalam pengakuan iman dan pengharapan kepada Kristus Yesus dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun (Ibr. 10-13). Dan sehubungan dengan hal ini, dirumuskanlah suatu credo atau pengakuan iman Kristiani klasik: “ ... Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya!” --- Ia Jesus Kristus, songon i nantoari, songon i sadari on, laos i do rodi salelenglelengna! Jesus Christ is the same yesterday, today, and forever’ (Ibrani 13:8).
Saudara-saudari, dalam konteks perubahan serta tantangan dan pergulatan yang dialami oleh umat Kristen sejak dulu hingga kini, marilah kita tetap setia dan taat hingga akhir di dalam iman kepada Yesus Kristus. Dan marilah kita tidak menjadi ‘Kristen susu’ yang dapat dengan mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan, melainkan hendaknya menjadi ‘Kristen makanan keras’, yang dewasa secara iman, yang memiliki panca-indera yang terlatih untuk membedakan antara yang baik dari yang jahat, yang benar dari yang salah (Ibr. 5:12-14). Sebagai umat beriman, kita diperingatkan agar jangan pernah murtad dengan menyangkal Yesus Kristus sebagai Jurus’lamat (Ibr. 3:12). Karena orang yang murtad dari imannya dianggap sebagai yang menyalibkan kedua-kali Yesus sebagai Anak Allah, dan tidak ada lagi korban pembaruan untuk yang murtad (Ibr. 6:4-6). Karena itu, marilah ‘setia sampai akhir’. Dan marilah kita bersyukur punya Yesus Kristus sebagai Imam Besar Agung yang menjadi Pengantara dan Pembela bagi kita orang beriman demi keselamatan kita karena rahmat-Nya saja. Salam. *AAZS*

hkbp jogja

Email: hkbpjogja@gmail.com