Dies Natalis ke-73 HKBP Jogja

HKBP Yogyakarta Online,
Suatu Renungan Khusus, 7 April 2019
(HUT ke-73 HKBP Yogyakarta: 1946 – 2019)

Dies Natalis ke-73 HKBP Jogja

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Hari ini, Minggu 7 April 2019, kita memeringati, menyukuri, dan merayakan Hari Ulang Tahun atau Dies Natalis ke-73 (7 April 1946 --- 7 April 2019) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Yogyakarta. Mengapa 7 April? Sejarah mencatat bahwa tanggal 7 April 1946 diselenggarakan Ibadah Minggu yang pertama dalam persekutuan HKBP Yogyakarta yang kemudian diyakini dan ditetapkan sebagai Hari Berdiri atau Hari Jadi (Dies Natalis) HKBP Yogyakarta. Ibadah Minggu pertama tersebut dipimpin oleh Bapak J. A. Lumbantobing, dihadiri oleh 8 keluarga, bertempat di rumah keluarga W. Hutabarat, Jl. Pakuningratan nomor 6, Jogjakarta. Kita bersyukur kepada TUHAN bahwa HKBP Yogyakarta - dalam proses jerih dan juang - kemudian mengalami kemajuan dalam proses persekutuan, kesaksian, dan pelayanannya, termasuk dalam perkembangan jumlah warga jemaat dan aset.
Gedung gereja HKBP Yogyakarta yang sekarang, awalnya adalah gereja milik Belanda, dibangun tahun 1923, tetapi kemudian ‘dioperkan’ (dialihkan) kepada HKBP Yogyakarta sebagaimana yang dicatat dalam PIAGAM penyerahan tahun 1956. Semua proses itu terjadi karena belas-kasih TUHAN saja. “Kami Vereniging De Kerkelijke Kas di Semarang mengutjap sjukur kepada Tuhan Jang Mahakuasa, bahwa kami pada hari ini, tanggal 8 April 1956, dapat mengoperkan gedung Geredja di Batanawarsa 22 Jogjakarta kepada HKBP di Jogjakarta, untuk terus dipakai sebagai tempat memudji nama TUHAN sesuai dengan dasar dan pedoman kami mendirikan gedung geredja ini”, demikian penggalan bunyi isi PIAGAM bermeterai Rp3, ditanda-tangani oleh Dr. J. van der Linden. Adapun gedung gereja yang dioperkan (dialihkan) tersebut yaitu Gedung Gereja HKBP Yogyakarta yang sekarang, luas bangunan 1.195 m2, berada di lokasi yang sama, dengan ganti nama alamat: Jl. I Dewa Nyoman Oka 22 – Kotabaru – Yogyakarta. Terkait sertifikasi kepemilikan dalam catatan Badan Pertanahan Negara (BPN), maka karena belas-kasih TUHAN juga, HKBP Yogyakarta kemudian memilik Sertipikat Hak Milik (SHM) nomor 36/Ktb, seluas 2605m2 tertanggal 4 Februari 1997. Kemudian Selanjutnya HKBP Yogyakarta memiliki SHM nomor 00126 seluas 1574m2 tertanggal 4 Juli 2018. Sehingga total luas lahan komplek HKBP Yogyakarta adalah 4.179m2. Perlu dicatat dan dihayati bahwa Gedung Gereja HKBP Yogyakarta diompoi (ditahbiskan) secara HKBP dalam Ibadah Minggu tanggal 1 Oktober 2017, oleh Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing. Sekadar info, gedung gereja HKBP Yogyakarta telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya sesuai SK Gubernur D.I.Y., nomor 237/KEP/2017 tgl 21 Nop 2017.
Saudara-saudari, dalam rangka peringatan dan syukuran atas Dies Natalis ke-73 HKBP Yogyakarta, marilah bersyukur secara baru kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Meniru cara nabi Samuel yang berkata: Eben-Haezer dengan mendaku: ‘Sampai di sini TUHAN menolong kita’ (1 Samuel 7:12), maka marilah: (a) Menoleh sesaat terkait perjalanan 73 tahun silam; (b) Menatap jauh ke masa depan seturut visi Alkitab; (c) Menengadah ke sorga untuk bersyukur atas anugerah penyertaan TUHAN sembari memohon hikmat dan kekuatan; dan (d) Berkarya nyata dengan menunaikan tri-tugas panggilan gerejawi untuk terus bersekutu, bersaksi, dan melayani, semampu dan sekuat kita dalam konteks Indonesia dan dunia kini, supaya HKBP menjadi berkat bagi dunia. Dengan mengingat jargon Martin Luther, Ecclesia Reformata Semper Reformanda Est, maka sebagai gereja Reformasi, kiranya HKBP senantiasa mereformasi diri sesuai Firman-Nya. ‘TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita’! (Mzm. 126:3). Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! (Mzm 118:24-26). Salam. *AAZS*

wajah web201903