Umat ‘Dipulihkan’, Rumah Allah ‘Dibangun & Ditahbiskan’

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu Kantate, 19 Mei 2019

Umat ‘Dipulihkan’, Rumah Allah ‘Dibangun & Ditahbiskan’
(Ezra 6:13-18)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas renungan minggu ini diacu dari Kitab Ezra, yang antara lain mencatat tentang bagaimana Allah menggenapi janji nubuat hamba-Nya melalui Yeremia dalam rangka memulihkan dan menyelamatkan umat Tuhan dalam Perjanjian Lama (Yahudi) setelah 70 tahun dalam pembuangan Babel. Karena belas-kasihNya, kemudian Allah – melalui para hamba-Nya - membawa mereka pulang kembali ke tanah air di Yerusalem (Ezr. 1:1; Yer. 29:10-14). Setelah kerajaan Persia menaklukkan kerajaan Babel, maka dimulailah proses pemulangan umat Yahudi ke tanah air (Yerusalem). Kitab Ezra mencatat proses kepulangan umat karena Allah ‘menggerakkan dan mengarahkan hati’ tiga orang Raja Persia (Koresy, Darius, dan Artahsasta) dan selanjutnya ‘mengutus’ lima pemimpin rohani Yahudi, yakni: (1) Zerubabel yang memimpin rombongan awal untuk mendirikan kembali Yerusalem serta membangun kembali Bait Suci; (2) Yesua, imam besar saleh yang membantu Zerubabel; (3) Ezra, seorang imam, peneliti, penulis, dan pengajar Taurat di tengah umat; (4) Nabi Hagai; dan (5) Nabi Zakharia.
Saudara-saudari, tema pokok Kitab Ezra adalah mengenai pembangunan kembali Rumah Allah (Synagoge) di Yerusalem. Ezra mendapat mandat dari raja Persia yaitu Artahsasta I untuk ‘mengurusi orang Yahudi’ perihal ibadah dan Rumah Allah (Bait Suci/Synagoge) di Yerusalem sekitar thn 458 BC (Ezra pasal 7). Ezra kemudian dikenal sebagai salah seorang yang merusmuskan bentuk dan isi ibadah secara baru, termasuk penggagas mendirikan Rumah Allah di Yerusalem sepulangnya umat dari pembuangan Babel. Sementara itu, Nehemia - rekan sezamannya - adalah seorang gubernur saleh dalam pemerintahan yang mengandalkan kuasa doa dalam kehidupan umat Yahudi. Kemudian sesudah Rumah Allah selesai dibangun kembali, maka orang Israel, para imam, dan Lewi bersama umat yang pulang dari pembuangan, merayakan penahbisan Rumah Allah dengan sukaria serta mempersembahkan lembu jantan 100 ekor, domba jantan 200 ekor dan anak domba 400 ekor; juga kambing jantan 12 ekor sebagai korban penghapus dosa bagi seluruh orang Israel sesuai jumlah suku Israel. Mereka beribadah kepada Allah di Yerusalem sesuai pedoman dalam Taurat Musa (Ezra 6:17-18). Setelah pembangunan dan penahbisan Rumah Allah, maka kemudian dilaksanakan pembangunan kembali tembok kota Yerusalem yang menjadi tema pokok dalam Kitab Nehemia sebagai rangkaian Kitab Ezra bahkan beriringan dengan Kitab Tawarikh.
Saudara-saudari, memang dengan berbagai cara, Allah telah menyatakan kehendak-Nya kepada umat-Nya, tidak hanya melalui hukuman atas pemberontakan dan kemurtadan umat-Nya, tetapi juga ‘pemulihan, keselamatan, dan pengharapan baru bagi kaum sisa Israel yang beriman’ dan selanjutnya untuk orang yang beriman kepada Yesus Kristus di dalam persekutuan kudus Gerejawi.
Saudara-saudari, minggu ini diberi nama Latin: Kantate, yang artinya: bernyanyi, yaitu mengajak umat menyanyikan suatu ‘nyanyian baru’ (Mzm. 98:1). Isi ‘nyanyian baru’ adalah mengagungkan TUHAN Allah Yang Mahatinggi, yang telah melakukan karya ajaib dan dahsyat, yang telah melakukan keadilan dan kebenaran di antara bangsa-bangsa serta menyatakan kasih paling agung untuk keselamatan bagi orang beriman kepada-Nya (Mzm. 98:1-9). Bahkan isi nyanyian baru yang dimaksud kemudian adalah mencapai puncaknya di dalam nama dan karya Yesus Kristus yang menjadi Jurus’lamat bagi orang beriman dan dunia. Karena itu, dengan meyakini bahwa Allah telah memulihkan, mengampuni, dan menyelamatkan umat karena iman dan rahmat di dalam Yesus, maka marilah kita menggubah ‘proses kehidupan kita’ menjadi suatu madah bakti (nyanyian pujian) yang mengagungkan Allah dalam ‘ibadah harian/mingguan’ dan juga melalui ‘ibadah dalam aksi sosial’ sehari-hari seturut kehendak-Nya. ‘Salam Kantate’. *AAZS*

wajah web201903