Gideon, ‘Pahlawan Iman’

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu VI Trinitatis, 28 Juli 2019

Gideon, ‘Pahlawan Iman’
(Hakim-hakim 7:2-9)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Sebelum menganut sistem pemerintahan berbentuk ‘kerajaan’, umat Israel dalam Perjanjian Lama menganut sistem ‘teokrasi’ yaitu Allah yang memerintah dengan cara-Nya melalui para pemimpin yang disebut ‘Hakim’ yang kharismatik. Ada 15 hakim-hakim, masing-masing punya kharisma dan kuasa khusus yang dikaruniai oleh Allah untuk memimpin umat-Nya dalam proses pendudukan Tanah Kanaan. Seorang di antaranya adalah Gideon yang namanya berarti: ‘penebang’ atau ‘pemukul’ – putra Yoas, suku Manasye. Gideon adalah seorang Hakim yang membebaskan umat Israel dari orang Midian (Hak. 6-8).
Kisah ringkas perihal panggilannya menjadi Hakim ketika Gideon sembunyi mengirik gandum karena takut akan orang Midian. Gideon disebut ‘si kecil’, bukan saja kaena perawakannya yang ‘kecil’, tetapi juga keberanian jiwanya. Karena itulah malaikat TUHAN menjumpai Gideon yang masih muda dan berkata: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (Hakim 6:12). Setelah itu malaikat menugasinya untuk melepaskan bangsanya dari tekanan orang Midian, suatu bangsa Beduin yang saat itu menguasai wilayah tengah Palestina (Hak. 6-8).
Setelah perjumpaannya dengan Allah, maka Gideon dimampukan melakukan tindakan yang luar biasa berani yaitu merobohkan tiang berhala/mezbah Baal dan kemudian mendirikan mezbah penyembahan untuk TUHAN (Hakim pasal 6-8). Karena keberaniannya merobohkan mezbah tersebut, penduduk memberi nama baru kepadanya: Yerubaal, yang artinya ‘Biarlah Baal berjuang dengan dia’. Nama itu kemudian melekat kepada Gideon karena dialah orangnya yang membuktikan ketidak-berdayaan dewa Baal ketika orang Midian menindas hebat umat Israel.
Di bawah kepemimpinan Gideon, maka orang-orang Midian ditaklukkan bahkan kemudian raja-rajanya pun dibinasakan (Hakim 7:22-25; 8:4-21). Sebelum proses penaklukkan terhadap orang-orang Midian, Allah menyeleksi bahkan menciutkan angkatan perang Gideon menjadi hanya sekitar 1 % (satu persen) saja dari kekuatannya. Ada dua kali proses seleksi pengurangan pasukan melalui cara minum pasukan perang. Dari pasukan yang tadinya berjumlah 32.000 (tiga puluh dua ribu) menjadi 300 (tiga ratus) orang saja yang dipakai oleh TUHAN untuk menaklukkan musuh yaitu orang-orang Midian. Dalam kaitan ini, TUHAN-lah yang bertanggung-jawab atas kemenangan melawan Midian. Artinya bahwa Allah lebih menghendaki untuk menggunakan ‘yang dipandang hina dan remeh oleh dunia’ sebagai alat bagi kemenangan TUHAN untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Saudara-saudari, Kitab Ibrani menyebut Gideon di antara ‘pahlawan iman’ karena dia lebih percaya kepada Allah daripada pasukan tentara yang besar Ibr. 11:32). Ia meraih kemenangan besar dengan hanya sepasukan kecil tentara untuk membuktikan bahwa Allah yang memrakarsai semuanya. Suatu ungkapan populer nabi Yesaya: ‘Hari kekalahan Midian’ menjadi ‘petuah teologis’ untuk memastikan kuasa TUHAN yang memberi kemenangan (Yes. 9:3-4; Hak. 7:22-25).
Saudara-saudari, apa arti, relevansi, dan pesan nas ini untuk kita kini? Mari sadar konteks bahwa kita sedang menghadapi ‘perang rohani’ terhadap ‘roh-roh jahat’ atau ‘roh-roh zaman’ di era teknologi digital yang sedang menawarkan sebentuk penyembahan berhala modern yang bernama ‘keserakahan’ (greedy). Karena itu, mari kita pastikan: (1) Bahwa hanya TUHAN-lah yang berkuasa memberi kemenangan sempurna atas kita umat beriman di dalam Yesus Kristus, Sang Pemenang yang telah menaklukkan maut. Dan, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? DIA telah berjanji menyertai kita sampai akhir (Rm 8:31; Mt. 28:20b); (2) Mengenakan ‘perlengkapan senjata dari Allah’ (Ef. 10-18a) yaitu: (a) Ikat pinggang kebenaran dan baju-zirah keadilan; (b) Kasut kerelaan memberitakan Injil; (c) Perisai iman untuk memadamkan panah api si jahat, (d) Ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu Firman Allah; (e) Doa dan iman dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. S’lamat berjuang dan salam. *AAZS*

wajah web201903

Login Form