‘Aku akan Bersorak di dalam TUHAN, Kendatipun ...’

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu VII Trinitatis, 04 Agustus 2019

‘Aku akan Bersorak di dalam TUHAN, Kendatipun ...’
(Habakuk 3:14-19)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Dalam konteks sosial, politik, dan keagamaan yang amat menggelisah dan meresahkan pada zamannya, Habakuk adalah satu-satunya nabi yang tujuan utamanya tidaklah bernubuat, melainkan menulis ‘percakapan-percakapan dan refleksinya dengan Allah’. Dan kemudian menjadi sebentuk pemberitaan atau pernyataan dalam rangka menolong kaum saleh (kaum sisa) di lingkungan umat TUHAN supaya memahami bagaimana cara dinamis dan misteri Allah bertindak mengatasi kejahatan dan ketidak-adilan. Dan akhirnya, kata nabi Habakuk, bahwa “orang benar akan hidup oleh percayanya” (Hab. 2:4b), bukan oleh pengertiannya; apapun situasi dan kondisnya, bahwa orang benar (dibenarkan) oleh Allah, ‘... akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, serta beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan. Sebab TUHAN Allah adalah sumber kekuatan ...’ (Hab. 3:19). Dan itulah tema pokok Kitab Habakuk yang mengajak supaya kita hidup dengan iman kepada Tuhan Allah dalam segala keadaan.
Melalui Kitabnya, kita membaca bahwa nabi Habakuk sedang berdiri dan menanti di menara pengintaian ketika Sabda Tuhan merasukinya yang memastikan: “bahwa orang benar akan hidup oleh imannya” (Hab. 2:4b). Nabi Habakuk berusaha menghayati pesan kebenaran dari Sabda tersebut yang memampukannya tenteram dan bersukacita justru saat orang lain mengeluh dan berputus-asa dalam menghadapi situasi ‘zaman yang semakin gelap’. Yakni ketika terjadi penindasan, kejahatan, kelaliman, aniaya, kekerasan, perbantahan, dan pertikaian; bahkan pun dalam keadaan ketika hukum kehilangan kekuatannya sehingga keadilan muncul terbalik (Hab. 1:2-4). Bahkan sebagai orang beriman, kendati pun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, kendati ladang tidak produktif, ternak tidak ada, tetapi orang beriman akan bersorak dan gembira di dalam Allah yang menyelamatkan (Hab. 3:17-19).
Nabi Habakuk kemudian mengajarkan dan meneruskan ‘amanat’ dari Sabda yang diterima dari Allah dan selanjutnya sampailah amanat itu kepada rasul Paulus. Kemudian rasul Paulus mengamini dan menegaskan-ulang dengan berkata: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:16-17; Hab. 2:4b). Kemudian rasul Paulus meneruskan amanat itu dan berabad-abad kemudian diterima dan dihayati oleh Bapa Gereja Agustinus (354-430) dan Reformator Gereja, Martin Luther (1483-1546).
Pada zamannya, Martin Luther kemudian tiba pada puncak tesisnya yang kesohor dengan tiga sola: sola fide; sola gratia; dan sola scriptura. Dan inilah yang kemudian menjadi inti ajaran khas Martin Luther (Lutheranisme) - yang juga dianut oleh HKBP dan Protestantisme - yaitu: (1) Sola Fide atau pembenaran oleh iman saja kepada Allah; (2) Sola Gratia atau pembenaran oleh anugerah Allah saja, tidak oleh pekerjaan baik; (3) Sola Scriptura atau hanya Alkitab/Kitab Suci, bukan tradisi manusia, yang merupakan norma iman yang berwibawa. Dan hal itu genap hanya karena Yesus Kristus saja (Solo Christo); dan semuanya itu hanyalah untuk kemuliaan Allah saja (Soli Deo Gloria).
Saudara-saudari, sekarang Anda dan sayalah yang menerima ‘amanat’ itu dan membutuhkannya seperti pendahulu kita. Hari-hari yang mencemaskan, menggelisah, meresahkan, dan mendukakan, pasti akan datang melanda kita bersama Gereja, masyarakat, dan bangsa kita Indonesia, dan dunia. Tetapi hanya iman kepada TUHAN Allah yang hidup - menghendaki kita agar setia sampai akhir - yang mampu memimpin kita melintasi ‘kegelapan zaman’ agar kelak kita menerima mahkota kehidupan. Sekarang, giliran kita meneruskan tongkat estafet amanat iman tersebut yang dibungkus dengan belas-kasih dan pengharapan, karena TUHAN. Salam. *AAZS*

wajah web201903