Terimalah Hikmat dari Allah

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu IX Trinitatis, 18 Agustus 2019

Terimalah Hikmat dari Allah
(1 Raja 4:29-34)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Tidak ada kata terlambat untuk belajar meraih ilmu/hikmat/kebijaksanaan, bila perlu belajarlah sampai ke negeri Cina, begitu bunyi suatu klise. Ada banyak suku-bangsa – termasuk suku Batak – yang bicara terkait tradisi pengajaran mengenai hikmat atau kebijaksanaan atau kearifan lokal. Biasanya, hikmat atau kebijaksanaan menjadi ciri khas suatu sikap yang dikaitkan secara praksis. Orang bijak/berhikmat adalah yang cerdas mengatur tindakan-tindakannya supaya berhasil dalam hidupnya. Dan untuk memperoleh hikmat, dibutuhkan sebentuk proses ruang dan waktu yang berkelanjutan.
Alkitab memastikan bahwa pangkal hikmat (ôkmâ) adalah pemberian Allah; asal-usul kebijaksanaan (sophia) adalah pemberian ilahi. Karena landasan hikmat (wisdom) dihubungkan langsung dengan sikap ‘takut akan Allah’ yaitu takut melakukan yang jahat dan berani melakukan yang benar, baik, dan adil seturut kehendak Allah. Dan itulah ciri orang berhikmat yakni mengenal Allah dan taat pada perintah-Nya (Amsal 1:7; 9:10; Yes 11:2; Luk. 21:15). Hikmat bermanfaat memampukan kita membedakan kehendak Allah: apa yang benar, baik, kudus, dan purna.
Saudara-saudari, tradisi Alkitab Perjanjian Lama mencatat raja Salomo sebagai ‘Empu Hikmat’ (pakar hikmat). Dalam suatu penglihatannya di bukit Gibeon – suatu tempat mempersembahkan korban bakaran - TUHAN menawarkan kepada Salomo untuk meminta apa saja. Dengan menyadari pekerjaannya yang besar, maka raja Salomo memohon ‘hati yang paham’ untuk menimbang perkara. TUHAN pun berkenan sehingga mengaruniakan kepada Salomo yaitu sebentuk ‘hati yang penuh hikmat dan pengertian’, dan lain-lain (1Raja 3:5,9,12).
Perihal hikmat, Alkitab menginformasikan bahwa Salomo kemudian mengungguli rekan sebayanya di luar negeri (Mesir, Arab, Kanaan, Edom, Syeba, dll di wilayah Timur), dan menjadi penganjur besar sastra hikmat Israel. Raja Salomo telah menggubah 3000 (tiga ribu) amsal 1005 (seribu lima) nyanyian/mazmur. Ia kemudian menggubah sajak mengenai pepohonan, dll (1 Raja 4:32-33). Bahkan suatu tradisi klasik mengajarkan bahwa raja Salomo menggubah Kitab Kidung Agung pada masa mudanya; menggubah serangkaian Mazmur pada masa jayanya; dan kemudian menulis Kitab Amsal pada masa tuanya. Salomo dikenal sebagai pedagang gesit dan ahli runding damai. Karena hikmatnya, Salomo kemudian menjadi sangat populer dan bangsa-bangsa sekitar berguru padanya serta menerima upeti dari raja-raja sekitar (1 Raja 4:34).
Saudara-saudari, Alkitab Perjanjian Baru mengungkap bahwa Yesus adalah Seorang yang berhikmat, Pendekar hikmat, dan melampaui hikmat Salomo. Yesus adalah hikmat yang sempurna; pengajaran dan tindakan-Nya mengherankan banyak orang (Mt. 13:54; Mrk 6:2; Luk 2:40,52; Luk. 11:31; Mat. 12:42). Dan orang yang menerima-Nya adalah yang berhikmat.
Saudara-saudari, ketika manusia semakin cerdas melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi digital di era revolusi industri 4.0 masa kini, di manakah tempat dan relevansi hikmat Allah bagi kita orang beriman dalam menghadapi aneka tantang, gumul, dan juang di tengah kehidupan gereja, masyarakat, dan dunia? Apakah kita semakin lebih baik dan matang secara rohani, lebih menyadari martabat kemanusiaan, bertanggung-jawab, terbuka bagi orang lain, dan siap melayani sesama sebagai sisi horisontal dari landasan hikmat (‘takut akan Allah’)? Agar Anda (semakin) berhikmat, terimalah Yesus Kristus sebagai hikmat Allah melalui Firman-Nya.
Dengan peringatan dan perayan kemerdekaan RI ke-74 tanggal 17 Agustus 2019 yang mengusung tema: Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju – kiranya semakin memantapkan penghayatan warga akan Pancasila, khususnya sila ke-4 agar kerakyatan dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam musyawarah/perwakilan. Dan sebagai orang beriman, terimalah Yesus Kristus yang ‘telah menjadi hikmat bagi kita’ (1 Kor 1:30) dan yang ‘di dalam DIA-lah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan’ (Kol. 2:3). Salam. *AAZS*

wajah web201903

Login Form