Kasihilah Musuhmu!


HKBP Yogyakarta Online
Renungan Minggu X Trinitatis, 25 Agustus 2019

Kasihilah Musuhmu!
(Lukas 6:27-36)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Mengasihi musuh??? Apa nggak salah, gila, dan sesat? Begini, ini adalah perintah baru dan khas yaitu: kasihilah musuhmu, begitu Sabda Yesus untuk kita dan umat manusia sekarang di era revolusi industri ke-4 yang sarat teknologi digital yang canggih ini. Memang, aslinya bahwa ‘mengasihi musuh’ bukanlah tradisi manusia, bukanlah sesuatu yang lazim. Tradisi yang lazim adalah: ‘menghabisi musuh’ atau paling tidak ‘menaklukkan’ atau ‘menjinakkan’ musuh. Setelah manusia jatuh kedalam dosa, terjadilah ‘permusuhan’ – tidak hanya di antara manusia, tetapi juga dengan Allah dan alam lingkungan. Kain ‘membunuh’ Habel, adiknya karena dengki dan dosa, dan seterusnya, dan lain-lain.
Saudara-saudari, bagaimana kita membaca, mendengar, memahami, dan melakukan perintah baru dari Yesus: ‘kasihilah musuhmu’. Kata kunci adalah mengasihi; bukan musuh. Sumber kekuatan untuk mengasihi musuh adalah YESUS yang memberi perintah tersebut dan juga perintah berbuat baik kepada yang membenci; meminta berkat bagi yang mengutuk; berdoa bagi yang mencaci; yang menampar pipimu yang satu, berikan juga kepadanya pipimu yang lain; dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka (Luk. 6:27-31; Mat 5:38-48). Sekali lagi, bagaimana kita – secara khusus - memahami dan melakukan perintah Yesus: ‘kasihilah musuhmu’. Caranya adalah mari kita memikirkan, merasakan, dan melakukan perintah baru mengasihi musuh menurut cara dan cita-rasa Kristus.
Agape (kasih/cinta) sebagai kata dasar/kata sifat yang digunakan oleh Yesus dan kemudian diolah menjadi kata kerja yaitu agapate (mengasihi) yaitu mengasihi musuh. Sekadar info bahwa dalam kamus bahasa Yunani, ada 4 (empat) istilah yang digunakan untuk menyebut kasih/cinta, yakni: (a) ‘agape’ bersifat ilahi, bercita-rasa ilahi dengan kwalitas tertinggi, yaitu mengasihi kendati tidak layak dikasihi; (b) ‘philia’, kasih di antara yang bersahabat, mengasihi karena sebatas persahabatan/perkawanan; (c) ‘storge’ yaitu ‘mengasihi’ karena ikatan darah dalam relasi keluarga seperti orangtua kepada anak dan sebaliknya; dan (d) ‘eros’ yaitu mengasihi karena terkait kenikmatan yang bersifat naluri dan atau nafsu birahi (erotis). Berkait dengan perintah Yesus: kasihilah musuhmu, itu berarti supaya kita mengasihi dengan kwalitas kasih menurut pikiran dan cita-rasa Yesus sebagai sumber/pusat kekuatan yang telah lebih dulu mengasihi kita dan memberi nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Jika paradigma lama yaitu hukum pembalasan terus dipelihara di antara tradisi lazim umat (mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, dst.), maka dunia kita akan semakin cepat menemukan ajal. Bila hukum rimba masih terus merajala lela yaitu yang kuat yang menang dan benar, dan bukan yang benar yang kuat, maka dunia kehidupan manusia akan semakin cepat menjemput ajal. Karena itulah, Yesus mengajarkan dan menawarkan suatu paradigma baru Kerajaan Allah yakni gaya hidup yang mengasihi menurut pikiran dan cita-rasa Yesus Kristus. Pusat pengambilan kekuatan untuk mengasihi adalah Yesus Kristus yang telah lebih dulu mengasihi kita orang berdosa. Yesus mengasihi orang berdosa, tetapi amat membenci dosa.
Karena itu, marilah tinggal di dalam Yesus supaya kita dimampukan memiliki gaya hidup yang mengasihi. Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita (1 Yoh 4:19) dan kemudian kita diminta mengasihi Allah dan sesama, bahkan mengasihi musuh (Mat. 22:37-39; Luk. 6:27; Mat 5:43). Dalam keterlibatan sosial sehari-hari kita di Indonesia dan dunia ini, marilah terus belajar mengasihi walaupun kebencian mencekam; mengampuni kendati tak layak diampuni serta terus berpengharapan ketika putus asa menggoda. Karena untuk itulah kita dipanggil, dipilih, dan ditetapkan oleh Yesus supaya kita memiliki gaya hidup mengasihi menurut pikiran dan cita-rasa Kristus yang telah meninggalkan teladan mulia bagi kita supya kita mengikuti jejak-Nya. Salam. *AAZS*

wajah web201903