Ayo Semakin Peduli!


HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XXII Trinitatis, 17 November 2019

Ayo Semakin Peduli!
(Filipi 4:10-20)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas khotbah minggu ini diacu dari Surat Filipi yang kadang-kala disebut sebagai Surat Suka-cita karena dalam surat yang terdiri dari 4 pasal ini ditemukan istilah ‘suka-cita’ sebanyak 13 kali dan menjadi salah satu kata kunci. Pada hal rasul Paulus menulis surat ini ketika ia di penjara dan dipenjarakan karena Injil Kristus. Karena itulah ajakan untuk bersuka-cita di dalam TUHAN menjadi menarik untuk kita camkan bahkan juga supaya bersuka-cita menyongsong kedatangan TUHAN yang mendekat (Flp. 4:4-5). Orang beriman diajak bersuka-cita, antara lain karena: (a) Injil Yesus Kristus tidak akan pernah dapat dipenjarakan oleh kekuatan apa pun, tetapi Firman-Nya terus bekerja dan berkuasa mengubah dan membarui; (b) Penantian panjang mengenai Mesias, Sang Jurus’lamat, sudah genap dalam peristiwa Yesus Kristus yang kepada-Nya kelak semua akan bertekuk dan mengakui Yesus adalah TUHAN (Flp. 2:10-11).
Melalui nas acuan renungan ini, secara khusus rasul Paulus menginformasikan bahwa warga jemaat Filipi memiliki sebentuk kepedulian dan serangkaian perhatian khusus karena telah mengambil bagian dalam kesusahan rasul Paulus. Melalui pemberitaan Injil Kristus, maka rasul Paulus mendirikan jemaat Filipi yang kemudian disayanginya secara khusus. Jemaat Filipi gemar berbagi dan memberi bantuan serta kiriman kepada rasul Paulus. Dalam mengawali tugas pekabaran Injil saat berangkat dari Makedonia, jemaat Filipi memberi dukungan konkrit; bahkan sebelumnya ketika rasul Paulus melayani di Tesalonika, jemaat Filipi juga memberi bantuan satu-dua kali. Dan yang membuat rasul Paulus menjadi semakin gembira yaitu bukan karena bantuan (material) tersebut, melainkan karena buahnya yang semakin ‘memperbesar keuntungan bagi jemaat Filipi’ yang memang suka memberi dan berbagi (ayat 17). Dan rasul Paulus merasa berkelimpahan karena telah menerima kiriman dari utusan jemaat Filipi melalui Epafroditus, yang kemudian menjadi rekan rasul Paulus yang sangat dihargainya (Flp. 2:25-30; 4:18). Dalam tugas penginjilannya, rasul Paulus telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan sehingga dia tahu apa itu kekurangan (lapar) dan apa itu kelimpahan (kenyang). Karena itulah rasul Paulus berani berkata: ‘segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku’ (Flp. 4:12-13).
Saudara-saudari, di tengah godaan dan hembusan roh keserakahan masa kini, marilah kita meningkatkan semangat saling peduli dan berbagi untuk mereka yang amat butuh dan kekurangan. Sebagaimana kata Alkitab: ‘Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: ‘Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan’ (2Kor. 8:13-15). Suatu petuah Batak menegaskan: “dibuang, buang ganda; diholit, holit mago”, artinya “semakin berbagi semakin merasa berlimpah; semakin pelit, semakin merasa kekurangan”. Di tengah godaan gaya hidup konsumtif dan hedonisme masa kini, kiranya juga perlu kita renungi pesan dari Basilius Agung (330 -- †379) yang berkata: “Roti yang Anda simpan adalah milik orang-orang yang lapar; pakaian yang tergantung atau terlipat yang tak terpakai di lemari Anda adalah milik kaum gelandangan; uang yang Anda timbun adalah juga milik orang-orang miskin”. Dan Billy Graham (1918-2018) pernah berkata: ‘Allah telah memberi kita dua tangan; yang satu untuk menerima dan yang satunya lagi untuk memberi. Kita bukan waduk yang dibuat untuk mengumpulkan, tetapi kita adalah saluran-saluran berkat yang dibuat untuk memberi’. Karena itu, ayo semakin peduli dan berbagi, karena Allah yang penuh belas-kasih telah bersabda untuk kita (Ul. 24:19-22; Im. 19:9-10; 23:22). S’lamat peduli dan berbagi. *AAZS*

wajah web201903

Login Form