Terang TUHAN Terbit Atasmu!

HKBP Yogyakarta Online
Renungan Minggu Adven IV, 22 Desember 2019

Terang TUHAN Terbit Atasmu!
(Yesaya 60:1-7)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. ‘Lilin yang sedang menyala’ adalah salah satu simbol dalam perayaan Minggu Adven yang berpusat pada Yesus Kristus sebagai terang dunia yang sedang kita nantikan kedatangan-Nya kelak di akhir segenap zaman. Yesus sebagai Mesias yang dinantikan juga bergelar sebagai Sang Surya Kebenaran yang menggenapkan dan menyempurnakan (Yoh. 8:12; Maleakhi 4:2; Mat. 5:14). Berkait dengan hal ini, maka rangkaian semangat lilin yang menyala di Minggu Adven bagi orang beriman meliputi: (a) pengharapan (hope); (b) iman yang antisipatif (faith); (c) suka-cita (joy); dan (d) damai sejahtera (peace) karena Yesus. Selanjutnya, simbol minggu Adven dicerahi dengan warna Adven yaitu ungu/violet (purple) sebagai ‘warna kerajaan’ dan ‘warna pertobatan’ dalam rangka menyongsong kedatangan RAJA di atas segala raja.
Nabi Yesaya telah menubuatkan restorasi atau pembaruan Sion (Yerusalem) dalam menantikan kedatangan Mesias yang kemudian digenapi dalam peristiwa Yesus Kristus sebagai Terang sejati yang telah terbit untuk menerangi kegelapan yang menutupi bumi, dan menerangi kekelaman yang menutupi bangsa-bangsa. Demikianlah terang TUHAN terbit atas kita, umat manusia, dan kemuliaan-Nya nyata atas bangsa-bangsa melalui peristiwa dan karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Bangsa-bangsa (akan) datang berduyun-duyun kepada Terang itu dan raja-raja datang kepada Sang Surya Kebenaran yang nyata dan genap di dalam diri Sang Mesias, yaitu Yesus (Yes. 60:3; Maleakhi 4:2//3:20). Sebab itu, orang beriman dan umat diajak untuk bangkit dan menjadi terang bahkan menjadi terang dunia sebab Terang itu sudah datang, bahkan kemuliaan TUHAN telah terbit atas bangsa-bangsa (Yes. 60:1-2; Mat. 5:14,16; Luk. 12:35). Dalam proses kehidupan ini, orang beriman bersama gereja mesti mengenakan senjata terang (Rm 13:12) untuk melawan iblis yang suka bermain sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14).
Saudara-saudari, melalui Injil dan tulisan-tulisannya, rasul Yohanes menegaskan Yesus sebagai terang sejati (Yoh 8:12) yang telah mengubah orang-orang percaya menjadi putera-puteri terang. Terang Kristus telah bercahaya dalam hati kita (2Kor 4:4-6; Kol. 1:12) dankita berkewajiban memancarkan terang di sekitarnya (Ef. 5:8; 1 Tes 5:5; Flp. 2:15). Terang terus-menerus berperang melawan kegelapan dan orang percaya harus memilih terang yaitu percaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi sesama, bahkan mengasihi musuh. Selain terang, kemuliaan TUHAN juga menjadi nyata dan dinyatakan di dalam Yesus. Injil Lukas menghubungkan kemuliaan TUHAN dengan kelahiran Yesus (Luk. 2:9+14), perubahan rupa atau transfigurasi-Nya (Luk. 9:31-32), masuk-Nya ke Yerusalem dengan meriah (Luk. 19:38), kebangkitan-Nya dari maut (Luk. 24:26), serta kenaikan-Nya ke sorga (Kis. 1:9,11; 7:55). Injil Yohanes mengawali pemberitaannya dengan kemuliaan Ilahi yang diwahyukan melalui peristiwa Kristus (Yoh. 1:14) dan tanda (mujizat) yang dibuat-Nya (Yoh. 2:11). Bahkan peristiwa salib Kristus pun dihubungkan dengan kemuliaan (Yoh. 12:23-28). Karena memang di dalam Yesus, kemuliaan Allah telah dan akan sepenuhnya dinyatakan kelak (Tit. 2:11-13).
Saudara-saudari, oleh karena Terang dari TUHAN telah terbit atas kehidupan kita, maka marilah kita: (a) Berpengharapan, beriman, bersuka-cita, dan berdamai dalam menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali; (b) Memancarkan ‘terang’ melalui kata dan perbuatan yang baik dan benar setrut Sabda-Nya di tengah dunia yang menderita karena ‘kegelapan’; (c) Menganggap kesabaran TUHAN yang belum datang kembali sebagai masa kasih karunia (it’s grace time) atau kesempatan emas agar kita memelihara cara hidup kudus dengan tak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Nya pada saat kedatangan-Nya kelak (2 Ptr. 3:14; 1 Kor. 1:7-8). Salam. *AAZS*

wajah web201903

Login Form