‘Menutup 2019 dan Menyambut 2020’



HKBP Yogyakarta Online
Suatu Renungan Khusus
‘Menutup 2019 dan Menyambut 2020’

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. S’lamat Natal 2019 dan S’lamat Menyambut Tahun Baru 2020 sebagai tahun rahmat baru bagi kita semua. Semoga kita semua menjadi pribadi yang mampu membawa perubahan untuk menjadi sahabat bagi orang lain. Kini kita sedang berada di penghujung tahun 2019 dan (hendak) memasuki 2020. Marilah bersyukur atas penyertaan dan belas-kasih TUHAN yang memperkenankan kita menjalani tahun 2019 melaksanakan tri-tugas perutusan kita dalam bersekutu, bersaksi, dan melayani di tengah Gereja dan masyarakat. Dalam konteks bangsa Indonesia, kita bersyukur atas terlaksananya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta para Wakil Rakyat untuk masa bakti 2019-2024. Mereka adalah para pelayan masyarakat yang dipercaya oleh rakyat untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kita berpengharapan bersama para pelayan rakyat tersebut, Indonesia semakin dimampukan mengatasi keprihatinan kita bersama, yakni: (a) Kemiskinan dan Ketidak-adilan (b) Intoleransi; (c) Korupsi; dan (d) Krisis Ekologis; – agar pada gilirannya Indonesia semakin maju, adil, dan sejahtera.
   Pesan Natal oikumenis telah disusun secara bersama oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Wali-Gereja Indonesia (KWI) yang mengusung Tema Natal Nasional 2019: Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang (Yoh. 15:14-15). Tema Natal ini dipilih terutama untuk merespons realitas yang sedang terjadi dalam kehidupan sosial yang mengancam persaudaraan kita yakni: ujaran kebencian; intoleransi; dan politik identitas. Injil Yohanes memotret Yesus sebagai Sang Guru Agung, yang menenun persahabatan sejati dengan menyerukan pesan cinta kasih (Yoh. 15:14). Ia memperlakukan mereka yang mempraktikkan cinta kasih sebagai sahabat-sahabat-Nya sendiri. Dalam relasi semacam itu, terkuak ruang-ruang baru bagi berkembangnya nilai-nilai luhur perdamaian, kerukunan, dan pengertian. Tindakan cinta-kasih dan persahabatan yang diajarkan dan dilakukan-Nya memberi inspirasi mulia bagi kita di zaman ini serta mengilhami kita untuk merawat dan memperkuat tenunan persaudaraan (persahabatan) bagi gereja dan bangsa kita.
    Dalam konteks dunia (global), kita prihatin dan menyerukan agar tindakan kekerasan atas nama agama dan politik terhadap kemanusiaan dari pihak intoleran/gerakan sektarianisme mesti dihentikan sekarang di daerah konflik di seluruh pelosok dunia. Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches) dalam pertemuan Komite Eksekutif di Amman, Yordania, pada tanggal 20 November 2017 telah menekankan agar Gereja bersama bangsa-bangsa merawat perdamaian, keadilan, dan kesatuan. Kemudian Sri Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar, Syeikh Ahmed al-Tayyeb pada tanggal 4 Februari 2019 telah menandatangani Deklarasi Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan’ di Abu Dhabbi yang mengajak dunia agar sungguh-sungguh mengupayakan kehidupan bersama yang damai, rukun, dan bersaudara.
    Saudara-saudari, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menetapkan tahun 2020 sebagai Tahun Penginjilan yang mengajak kita untuk mereposisi dan merelevansi bentuk dan isi penginjilan di tahun 2020 dan seterusnya setelah 100 tahun meninggalnya I.L. Nommensen, ‘Rasul Batak’. Sebagai bagian dari Gereja Reformasi yang ber-prinsip Ecclesia Reformata Semper Reformanda Est, maka HKBP dipanggil senantiasa membarui diri dalam melaksanakan tri-tugas panggilan gerejawi yaitu bersekutu (koinonia), bersaksi (marturia), dan melayani (diakonia) sepanjang masa supaya relevan, kontekstual, dan bermanfaat agar HKBP Menjadi Berkat bagi Dunia yang sedang mengalami perubahan cepat dan mendasar. HKBP harus semakin sadar konteks dalam era teknologi digital yang belum pernah dialami sebelumnya oleh manusia. Kita yakin bahwa teknologi digital sebagai suatu karunia TUHAN zaman ini dan merupakan suatu ‘bilut parhobasan na imbaru’ yang mesti kita manfaatkan sebagai sarana mengabarkan Injil keselamatan dan kebenaran melalui gadget kita masing-masing agar terwujud persabahatan dan perdamaian baru demi kemuliaan TUHAN. Salam. AAZS.

wajah web201903

Login Form