Renungan Minggu VI Trinitatis, 27 Juli 2014

Demi Orang yang Percaya,

Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan

(Roma 8:26-30)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Apakah Allah masih ‘bekerja dan mencipta’ sampai hari ini? Sebagai orang percaya, kita mengatakan: Ya, benar. Allah masih bekerja bahkan ‘mencipta’ untuk kebaikan umat dan alam seturut cara dan waktu-Nya. Kita juga meyakini bahwa Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi yang mencintai Allah yaitu yang percaya dan setia kepada-Nya seturut rencana Allah (Rm 8:28). Bersama Pemazmur, kita mengaku bahwa TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya (Mzm. 145:9) kendati banyak orang yang menderita di dunia ini karena macam-macam hal.

Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa dengan cara-Nya, Allah Bapa di dalam Kristus Yesus dan Roh Kudus bekerja di antara bangsa Indonesia melalui proses demokrasi Pancasila, termasuk dalam proses Pilpres 9 Juli 2014. Di mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari Selasa, 22 Juli 2014 pukul 21:33 WIB secara legitimasi (sah) telah menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih untuk periode 2014-2019 (Kompas, 23/7/2014), yang dijadwalkan akan dilantik tanggal 20 Oktober 2014. Dalam kaitan ini, kita patut bersyukur bahwa Pilpres ini berlangsung dengan baik, aman, dan tertib, kendati di sana-sini masih ada kekurangan bahkan mungkin kecurangan, tetapi saya kira tidaklah signifikan mempengaruhi hasil akhir suara rakyat. Namun, mari meyakini bahwa Allah di dalam nama Yesus Kristus dan Roh Kudus sedang bekerja mendatangkan kebaikan bagi Indonesia yang kita harapkan dapat menjadi salah satu bangsa teladan dalam hal merawat serta mengembangkan tenunan indah kebhinnekaan (kemajemukan). Kita berharap, Presiden terpilih akan semakin mampu merekatkan rakyat dan mempertahankan kemajemukan (pluralitas) warga Indonesia justru di tengah belahan dunia yang banyak bergolak karena ketidak-mampuan menghargai kemajemukan agama, dll.

Saudara-saudari, dalam Roma pasal 8 ini, antara lain, kita menemukan beberapa peran Roh Kudus, yaitu: (a) Memasuki kehidupan orang berdosa dan membebaskan mereka dari kuasa dosa karena iman dan rahmat di dalam nama-Nya. Kemudian mengarahkan pikiran orang percaya yang diselamatkan agar bersesuaian dengan kehendak Allah sehingga gaya hidup orang percaya menuruti keinginan Roh Kudus (8:2, 5-14); (b) Mendiami hati semua orang yang percaya yang menerima Yesus sebagai Jurus’lamat (8:9); (c) Memimpin dan mengangkat orang percaya menjadi anak-anak Allah, di mana Roh bersaksi bersama-sama dengan ‘roh kita’ bahwa di dalam Kristus kita menjadi anak-anak Allah (8:15-16); (d) Turut berdoa bagi kita yang tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, dan Roh turut memohon kepada Allah bagi kepentingan kita agar doa kita sesuai dengan kehendak Allah (Rm. 8:23-27, 34; Ibr 7:25; 1 Yoh 2:1) dan dibungkus dengan doa yang diajarkan Yesus (Mt. 6:9-13).

Saudara-saudari, bila Allah masih terus bekerja untuk kebaikan kita, maka kita pun patut menanggapinya dengan berkarya ‘selagi hari masih siang’. Allah telah melanjutkan karya-Nya melalui peristiwa Yesus Kristus. Hal mana, karya Allah Bapa adalah juga menjadi karya Yesus sendiri (Yoh. 5:36; 14:10). Dan inti pokok karya atau pekerjaan Yesus adalah penyelamatan umat manusia yang berdosa melalui peristiwa salib dan kebangkitan (Yoh 17:4; 1 Ptr. 1:3-4; 1 Kor. 15:14). Hanya orang beriman yang mampu menangkap dan menanggapi karya-karya itu melalui pemberitaan Firman dan tanda (mujizat) yang diperbuat oleh Yesus (Yoh. 12:37). Oleh karena itu, marilah kita melanjutkan dan meneruskan karya Allah di dalam Kristus melalui kita dengan mengandalkan kusa Roh Kudus-Nya dengan tidak mengutamakan kepentingan pribadi. Ora et labora! Mari bertekun dalam doa dan kerja keras sebagai tanggapan kita kepada-Nya yang lebih dulu melakukan yang terbaik bagi kita. Salam.****AAZS

wajah web201903

Login Form