‘Yuk Menghayati Doa Paling Agung!

Suatu Renungan Khusus Minggu Rogate, 9 Mei 2021

‘Yuk Menghayati Doa Paling Agung!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Seturut Liturgi Gerejawi, minggu ini kita hendak menghayati Minggu Rogate yang mengajak kita agar tekun berdoa karena betapa pentingnya doa sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam ibadah dan kehidupan Kristen. Kita bedoa kepada dan di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bukan kepada ‘orang-orang kudus’. Doa adalah suatu percakapan atau dialog antara kita sebagai anak dengan Allah sebagai Bapa sorgawi karena Yesus dan Roh Kudus. Allah mendengar semua doa-doa kita, namun tidak mengabulkan semuanya. Karena itulah doa merupakan suatu ketaatan total kepada Allah yang maha-kuasa.

Saudara-saudari, penting untuk kita hayati supaya menyempurnakan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya: “Bapa kami yang di sorga ...” (Mat. 6:9-13; Lukas 11:1-3) sebagai ‘doa paling agung’. Itu makanya bahwa dalam banyak ibadah gerejawi kita selalu dirangkai dan disemurnakan dengan doa agung tersebut. Sekadar info bahwa dalam rangkaian ibadah, Gereja Protestantisme lebih memilih doa yang diajarkan Yesus versi Matius; sementara Katolisisme memilih doa versi Lukas. Berikut suatu permenungan perihal doa agung tersebut untuk kita daku. 

Jika jiwaku berdoa: ‘BAPA KAMI’, maka kiranya aku tidak lagi hidup hanya untuk diriku sendiri, namun belajar setiap hari berperi laku sebagai anak-Nya. Dan bila kurangkai dengan: ‘ ... YANG DI SORGA’, maka kiranya aku menyukuri harta sorgawi yang dikaruniakan-Nya yakni jaminan hidup kekal. Jika jiwaku berdoa ‘DIKUDUSKANLAH NAMA-MU’, kiranya aku berusaha hidup dalam kekudusan dengan mengandalkan anugerah-Nya. Jika aku berkata: ‘DATANGLAH KERAJAANMU’, kiranya dengan semampu dan sekuatku berkarya untuk mendahulukan Kerajaan-Mu dan menyambut peristiwa agung-Mu. Jika jiwaku berdoa ‘JADILAH KEHENDAKMU’, kiranya aku tidak memaksakan kehendakku tapi belajar taat dalam Firman-Mu. Jika aku berkata ‘DI BUMI SEPERTI DI SORGA’, kiranya aku melayani-Nya kini dan di sini.

Jika jiwaku berdoa: ‘BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA’, kiranya aku belajar mencukupkan diri dengan tidak mengambil yang bukan bagianku serta dapat dipercaya. Jika jiwaku berdoa: ‘DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI’, kiranya aku tidak lagi memelihara iri dan benci, tetapi terus belajar mengampuni. Jika jiwaku berdoa: ‘DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN’, kiranya aku tidak lagi bersengaja  menempatkan diriku pada lorong-lorong hampa yang penuh goda dan cobaan. Jika jiwaku berdoa: ‘TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT’, kiranya aku mengenakan seluruh perlengkapan senjata rohani yaitu Firman Allah dan penyertaan-Nya.

Jika jiwaku berdoa dan mengaku: ‘KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN’, kiranya aku tunduk dan setia pada-Nya. Dan jika aku menghubungkan ‘KUASA’ kepada-Nya, kiranya aku lebih takut dan taat kepada Allah daripada kepada manusia dan setan. Dan aku meyakini ‘KEMULIAAN’ berasal dari dan untuk-Nya agar aku tidak mencuri kemuliaan Allah. Dan jika jiwaku menyebut: ... SAMPAI SELAMA-LAMANYA’, kiranya keseharianku tidak lagi terikat oleh dunia fana ini. Dan dengan mengatakan: ‘AMEN’, kiranya aku makin yakin bahwa Allah Bapa sorgawi menyambut doaku sesuai hikmat, kehendak, dan waktu-Nya.

 

Karena itu, mari kita mohon agar Allah Bapa dalam nama Yesus dan Roh Kudus terus mengajar kita berdoa sebab kita tidak cakap bagaimana berdoa (Rom. 8:26; Mat. 6:9-13). Dan sebagai orang beriman, marilah kita merangkai ‘doa dan kerja’ (Ora et Labora) sebagai ibadah utuh kepada TUHAN yang menghendaki supaya kita – pun di masa dan setelah pandemi covid-19 ini - saling mengasihi seturut perintah-Nya. Amen. *AAZS* hkbpjogja.org

Suatu Renungan Khusus Minggu Rogate, 9 Mei 2021

‘Yuk Menghayati Doa Paling Agung!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Seturut Liturgi Gerejawi, minggu ini kita hendak menghayati Minggu Rogate yang mengajak kita agar tekun berdoa karena betapa pentingnya doa sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam ibadah dan kehidupan Kristen. Kita bedoa kepada dan di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bukan kepada ‘orang-orang kudus’. Doa adalah suatu percakapan atau dialog antara kita sebagai anak dengan Allah sebagai Bapa sorgawi karena Yesus dan Roh Kudus. Allah mendengar semua doa-doa kita, namun tidak mengabulkan semuanya. Karena itulah doa merupakan suatu ketaatan total kepada Allah yang maha-kuasa.

Suatu Renungan Khusus Minggu Rogate, 9 Mei 2021

‘Yuk Menghayati Doa Paling Agung!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Seturut Liturgi Gerejawi, minggu ini kita hendak menghayati Minggu Rogate yang mengajak kita agar tekun berdoa karena betapa pentingnya doa sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam ibadah dan kehidupan Kristen. Kita bedoa kepada dan di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bukan kepada ‘orang-orang kudus’. Doa adalah suatu percakapan atau dialog antara kita sebagai anak dengan Allah sebagai Bapa sorgawi karena Yesus dan Roh Kudus. Allah mendengar semua doa-doa kita, namun tidak mengabulkan semuanya. Karena itulah doa merupakan suatu ketaatan total kepada Allah yang maha-kuasa.

Saudara-saudari, penting untuk kita hayati supaya menyempurnakan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya: “Bapa kami yang di sorga ...” (Mat. 6:9-13; Lukas 11:1-3) sebagai ‘doa paling agung’. Itu makanya bahwa dalam banyak ibadah gerejawi kita selalu dirangkai dan disemurnakan dengan doa agung tersebut. Sekadar info bahwa dalam rangkaian ibadah, Gereja Protestantisme lebih memilih doa yang diajarkan Yesus versi Matius; sementara Katolisisme memilih doa versi Lukas. Berikut suatu permenungan perihal doa agung tersebut untuk kita daku. 

Jika jiwaku berdoa: ‘BAPA KAMI’, maka kiranya aku tidak lagi hidup hanya untuk diriku sendiri, namun belajar setiap hari berperi laku sebagai anak-Nya. Dan bila kurangkai dengan: ‘ ... YANG DI SORGA’, maka kiranya aku menyukuri harta sorgawi yang dikaruniakan-Nya yakni jaminan hidup kekal. Jika jiwaku berdoa ‘DIKUDUSKANLAH NAMA-MU’, kiranya aku berusaha hidup dalam kekudusan dengan mengandalkan anugerah-Nya. Jika aku berkata: ‘DATANGLAH KERAJAANMU’, kiranya dengan semampu dan sekuatku berkarya untuk mendahulukan Kerajaan-Mu dan menyambut peristiwa agung-Mu. Jika jiwaku berdoa ‘JADILAH KEHENDAKMU’, kiranya aku tidak memaksakan kehendakku tapi belajar taat dalam Firman-Mu. Jika aku berkata ‘DI BUMI SEPERTI DI SORGA’, kiranya aku melayani-Nya kini dan di sini.

Jika jiwaku berdoa: ‘BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA’, kiranya aku belajar mencukupkan diri dengan tidak mengambil yang bukan bagianku serta dapat dipercaya. Jika jiwaku berdoa: ‘DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI’, kiranya aku tidak lagi memelihara iri dan benci, tetapi terus belajar mengampuni. Jika jiwaku berdoa: ‘DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN’, kiranya aku tidak lagi bersengaja  menempatkan diriku pada lorong-lorong hampa yang penuh goda dan cobaan. Jika jiwaku berdoa: ‘TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT’, kiranya aku mengenakan seluruh perlengkapan senjata rohani yaitu Firman Allah dan penyertaan-Nya.

Jika jiwaku berdoa dan mengaku: ‘KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN’, kiranya aku tunduk dan setia pada-Nya. Dan jika aku menghubungkan ‘KUASA’ kepada-Nya, kiranya aku lebih takut dan taat kepada Allah daripada kepada manusia dan setan. Dan aku meyakini ‘KEMULIAAN’ berasal dari dan untuk-Nya agar aku tidak mencuri kemuliaan Allah. Dan jika jiwaku menyebut: ... SAMPAI SELAMA-LAMANYA’, kiranya keseharianku tidak lagi terikat oleh dunia fana ini. Dan dengan mengatakan: ‘AMEN’, kiranya aku makin yakin bahwa Allah Bapa sorgawi menyambut doaku sesuai hikmat, kehendak, dan waktu-Nya.

      Karena itu, mari kita mohon agar Allah Bapa dalam nama Yesus dan Roh Kudus terus mengajar kita berdoa sebab kita tidak cakap bagaimana berdoa (Rom. 8:26; Mat. 6:9-13). Dan sebagai orang beriman, marilah kita merangkai ‘doa dan kerja’ (Ora et Labora) sebagai ibadah utuh kepada TUHAN yang menghendaki supaya kita – pun di masa dan setelah pandemi covid-19 ini - saling mengasihi seturut perintah-Nya. Amen. *AAZS*

wajah web201903

Login Form