Kamu Akan Menjadi Saksi-Ku ...!

Suatu Khotbah Khusus Peringatan Kenaikan Yesus ke Sorga – 

Kamis, 13  Mei 2021

Kamu Akan Menjadi Saksi-Ku ...!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya hendak menyapa segenap pembaca dan sahabat di mana pun berada. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. TUHAN kiranya memampukan bangsa Indonesia menghadapi dan mengatasi dampak covid-19 yang menyulitkan ini. Pada kesempatan ini, perkenankan saya turut mengucapkan: S’lamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H – kepada Saudara/i  yang merayakannya.

Saudara-saudari, empat peristiwa pokok terkait kehadiran Yesus di bumi: (1) Natal (Kelahiran) Yesus, di mana Allah dalam Yesus turun ke bumi dan menjadi manusia serta berkarya; (2) Wafat Yesus di kayu salib; (3) Kebangkitan (Paskah) Yesus yang menaklukkan maut; (4) Kenaikan Yesus ke sorga yang disaksikan oleh murid-murid-Nya. Dengan kenaikan-Nya ke sorga,  Yesus “melampaui  hukum gravitasi”. Yesus adalah Gravitator sejati yang berkuasa atas alam semesta. Yesus memiliki kuasa melebihi magnet alam sehingga siapa dan apapun di alam raya ini dapat ditarik, tertarik, dan takluk pada-Nya. Kekuatan “gravitasi—Nya” terletak pada Sabda dan kuasa kebangkitan-Nya atas maut.

Dengan cara-Nya, Allah di dalam diri Yesus ‘turun dari sorga’, menjadi manusia,  memberitakan Injil, mengajar, melayani, disalibkan, mati, dan bangkit dari maut, kemudian naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Narasi  kenaikan Yesus ke sorga (Luk. 24:51; Kis. 1:3-11; Mrk. 16:19) kiranya dapat dipahami sebagai: (a) Tanda berakhirnya hubungan  tertentu antara Kristus dengan para murid dan orang beriman, yang berlangsung hingga kedatangan-Nya kelak; (b) Lambang pemuliaan yang menegaskan ke-mahakuasaan-Nya dan kedaulatan-Nya atas semesta; (d) Cara-Nya yang dinamis melalui kehadiran Roh Kudus yang memberi kuasa kepada orang percaya supaya memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. 

Saudara-saudari, tujuan kenaikan-Nya ke sorga adalah untuk: (a) Menyediakan tempat sogawi bagi orang beriman kepada-Nya (bnd. Yoh. 14:2); (b) Menyatakan bahwa karya-Nya telah genap dan sempurna, termasuk tugas-Nya sebagai Imam Agung yang mempersembahkan korban pengampunan dosa sekali dan untuk selamanya (Ibr. 10:11-14); karena itu Allah meninggikan dan mengaruniakan kepada Yesus nama di atas segala nama agar bertekuk lutut segalanya dan segenap lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan" bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp. 2:9-11); (c) Menjadi Pengantara dan Pembela agung bagi orang yang beriman kepada-Nya (1 Tim. 2:5; Ibr. 8:6; 9:14-15; Rom 8:34; Ibr. 7:25); (d) Menanti musuh-Nya takluk total (1 Kor. 15:24-26; Ef 1:20; Kol 3:1; Mzm. 110:1).

Saudara-saudari, ibadah peringatan dan perayaan gerejawi masa kini terkait kenaikan Yesus ke sorga mestinya kita hayati sebagai satu paket dengan semangat Natal dan Paskah. Dan marilah memaknai pesan-pesan akhir dari Yesus - sesaat sebelum kenaikan-Nya ke sorga – menjadi perhatian utama bagi kita dalam melakukan tri-tugas panggilan gereja di sepanjang zaman. 

Saudara-saudari, kenaikan Yesus ke sorga telah membuka suatu zaman baru bagi Gereja, yaitu zaman Roh Kudus yang diutus oleh Allah Bapa bersama Yesus yang telah berjanji hendak menyertai orang beriman sampai akhir segala zaman. Sekali lagi, marilah menjadikan pesan terakhir Yesus menjadi bagian perhatian (concern) pokok, yaitu supaya kita bersama warga Gereja: (1) Menjadi saksi-Yesus sampai ke ujung bumi untuk memberitakan Injil ke segenap makhluk; (2) Menjadikan semua bangsa murid-Nya, mengajar umat melakukan perintah Yesus dan membaptis mereka kedalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus; (3) Memberitakan pengampunan dosa dan hidup kekal di dalam nama-Nya (Kis. 1:8; Mrk. 16:15-16; Mat. 28:18-20; Luk. 24:47-49).   Salam. *AAZS*

Suatu Khotbah Khusus Peringatan Kenaikan Yesus ke Sorga – 

Kamis, 13  Mei 2021

Kamu Akan Menjadi Saksi-Ku ...!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya hendak menyapa segenap pembaca dan sahabat di mana pun berada. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. TUHAN kiranya memampukan bangsa Indonesia menghadapi dan mengatasi dampak covid-19 yang menyulitkan ini. Pada kesempatan ini, perkenankan saya turut mengucapkan: S’lamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H – kepada Saudara/i  yang merayakannya.

Suatu Khotbah Khusus Peringatan Kenaikan Yesus ke Sorga – 

Kamis, 13  Mei 2021

Kamu Akan Menjadi Saksi-Ku ...!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya hendak menyapa segenap pembaca dan sahabat di mana pun berada. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita di mana pun berada. TUHAN kiranya memampukan bangsa Indonesia menghadapi dan mengatasi dampak covid-19 yang menyulitkan ini. Pada kesempatan ini, perkenankan saya turut mengucapkan: S’lamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H – kepada Saudara/i  yang merayakannya.

Saudara-saudari, empat peristiwa pokok terkait kehadiran Yesus di bumi: (1) Natal (Kelahiran) Yesus, di mana Allah dalam Yesus turun ke bumi dan menjadi manusia serta berkarya; (2) Wafat Yesus di kayu salib; (3) Kebangkitan (Paskah) Yesus yang menaklukkan maut; (4) Kenaikan Yesus ke sorga yang disaksikan oleh murid-murid-Nya. Dengan kenaikan-Nya ke sorga,  Yesus “melampaui  hukum gravitasi”. Yesus adalah Gravitator sejati yang berkuasa atas alam semesta. Yesus memiliki kuasa melebihi magnet alam sehingga siapa dan apapun di alam raya ini dapat ditarik, tertarik, dan takluk pada-Nya. Kekuatan “gravitasi—Nya” terletak pada Sabda dan kuasa kebangkitan-Nya atas maut.

Dengan cara-Nya, Allah di dalam diri Yesus ‘turun dari sorga’, menjadi manusia,  memberitakan Injil, mengajar, melayani, disalibkan, mati, dan bangkit dari maut, kemudian naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Narasi  kenaikan Yesus ke sorga (Luk. 24:51; Kis. 1:3-11; Mrk. 16:19) kiranya dapat dipahami sebagai: (a) Tanda berakhirnya hubungan  tertentu antara Kristus dengan para murid dan orang beriman, yang berlangsung hingga kedatangan-Nya kelak; (b) Lambang pemuliaan yang menegaskan ke-mahakuasaan-Nya dan kedaulatan-Nya atas semesta; (d) Cara-Nya yang dinamis melalui kehadiran Roh Kudus yang memberi kuasa kepada orang percaya supaya memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. 

Saudara-saudari, tujuan kenaikan-Nya ke sorga adalah untuk: (a) Menyediakan tempat sogawi bagi orang beriman kepada-Nya (bnd. Yoh. 14:2); (b) Menyatakan bahwa karya-Nya telah genap dan sempurna, termasuk tugas-Nya sebagai Imam Agung yang mempersembahkan korban pengampunan dosa sekali dan untuk selamanya (Ibr. 10:11-14); karena itu Allah meninggikan dan mengaruniakan kepada Yesus nama di atas segala nama agar bertekuk lutut segalanya dan segenap lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan" bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp. 2:9-11); (c) Menjadi Pengantara dan Pembela agung bagi orang yang beriman kepada-Nya (1 Tim. 2:5; Ibr. 8:6; 9:14-15; Rom 8:34; Ibr. 7:25); (d) Menanti musuh-Nya takluk total (1 Kor. 15:24-26; Ef 1:20; Kol 3:1; Mzm. 110:1).

Saudara-saudari, ibadah peringatan dan perayaan gerejawi masa kini terkait kenaikan Yesus ke sorga mestinya kita hayati sebagai satu paket dengan semangat Natal dan Paskah. Dan marilah memaknai pesan-pesan akhir dari Yesus - sesaat sebelum kenaikan-Nya ke sorga – menjadi perhatian utama bagi kita dalam melakukan tri-tugas panggilan gereja di sepanjang zaman. 

Saudara-saudari, kenaikan Yesus ke sorga telah membuka suatu zaman baru bagi Gereja, yaitu zaman Roh Kudus yang diutus oleh Allah Bapa bersama Yesus yang telah berjanji hendak menyertai orang beriman sampai akhir segala zaman. Sekali lagi, marilah menjadikan pesan terakhir Yesus menjadi bagian perhatian (concern) pokok, yaitu supaya kita bersama warga Gereja: (1) Menjadi saksi-Yesus sampai ke ujung bumi untuk memberitakan Injil ke segenap makhluk; (2) Menjadikan semua bangsa murid-Nya, mengajar umat melakukan perintah Yesus dan membaptis mereka kedalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus; (3) Memberitakan pengampunan dosa dan hidup keka

wajah web201903

Login Form