Roh Kudus dan ‘Glossolalia’ (‘Xenolalia’)

Suatu Renungan Khusus – Minggu Pentakosta, 23 Mei 2021

Roh Kudus dan ‘Glossolalia’ (‘Xenolalia’)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya hendak menyapa kembali para pembaca dan segenap warga jemaat di mana pun berada. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai dan merajai kita. Minggu Pentakosta diperingati dan dirayakan sebagai salah satu hari besar gerejawi. Secara semantik, istilah Yunani Pentakosta artinya 50. Acuannya dari hari kebangkitan Yesus; 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik ke sorga; 10 hari kemudian yaitu pada hari ke-50 yakni Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan menggenapi janji Yesus menjelang terangkat ke sorga: ‘... Kamu akan menerima kuasa (dynamit) kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan menjadi saksi-Ku sampai ke ujung bumi untuk memberitakan Injil ke segala makhluk’ (Kis. 1:8; Mark. 16:15).

Pada peristiwa Pentakosta di Yerusalem, Allah bersama Yesus menggenapi janji-Nya dengan mencurahkan Roh Kudus (Yoel 2:28-29; Yoh. 14:15-26; Kis. 1:8; 2:1-11). Inti peringatan dan perayaan Minggu Pentakosta adalah ROH KUDUS yang juga disebut Penghibur (Parakletos) dan Pengajar dalam kebenaran. Roh Kudus memampukan para murid berkata-kata dalam ‘bahasa-bahasa lain(glossolalia) dalam artibahasa asing’ (xenolalia) yang dimengerti oleh pendengar dalam dialek lokal yang saat itu hadir sekitar 16-an jenis pengguna bahasa. Para murid berbicara mengenai ‘perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah’ (Kis. 2:1-12). Kaena peristiwa Pentakosta di Yerusalem, semua bahasa jadinya setarasebagai sarana pemberitaan Injil (Kis. 2:1-21). Karena itu Alkitab kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Batak. Bila dalam peristiwa menara Babel, Allah ‘mengacaukan’ bahasa manusia (Kej. 11:7), maka dalam peristiwa Pentakosta, Allah ‘memersatukan’ bahasa umat. Inti pengajaran ‘bahasa Roh Kudus’ adalah mengenai perbuatan hebat Allah dan umat memuliakan-Nya (Kis. 2:1-12). Gereja berdiri dan berkembang karena Roh Kudus.

Peristiwa Pentakosta dalam Kitab Kisah Para Rasul mengungkap bahwa Roh Kudus diberi dalam rangka pemberitaan Injil ke segenap suku-bangsa. Roh Kudus dicurahkan supaya umat mengerti perbuatan besar Allah. Orang yang dihinggapi Roh Kudus bukan membuat umat bingung atau pingsan atau terjatuh, melainkan menghidupkan dan mencerdaskan umat memahami karya hebat Allah. Berbeda dengan fenomena bahasa lidah (glossolalia) yang terjadi di Jemaat Korintus yang butuh ‘penafsir’ supaya umat tidak bingung (1 Kor. 12+14), tetapi kemudian menjadi salah satu penyebab perpecahan dalam jemaat. Seturut pesan Alkitab, Konfesi HKBP melarang penggunaan ‘bahasa lidah’ (glossolalia) yang tidak dimengerti dalam persekutuan jemaat kecuali ada yang menafsirkannya (1Kor. 14:27-28). Rasul Paulus mengarahkan umat supaya mencapai jalan yang lebih utama yaitu iman, pengharapan, dan kasih (1 Kor. 13); yang terbesar adalah kasih (agape).

Inti Pentakosta adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Allah sendiri, perwujudan-nyata dari kehadiran dan kegiatan Allah yang berlanjut di dunia dan di antara umat. Roh Kudus merupakan lanjutan penyertaan TUHAN bagi umat beriman di dunia ini sampai akhir. Roh Kudus – yang juga disebut sebagai Roh Penghibur, Roh Penolong dan Pengajar dalam kebenaran (Yoh. 14:15-26; 16:13) terus berkarya secara misteri dan tak terbatas. Roh Kudus telah turut berperan sejak proses penciptaan semesta - termasuk dalam penciptaan manusia, dan juga memotivasi penulisan Kitab Suci (Kej. 1:2; 2:7; Ayub 33:4; 2 Ptr 1:20-21). Dengan cara-Nya, Roh Kudus terus bekerja melampaui ruang dan waktu serta menembusi sekat-sekat primordial dan eksklusivitas. Supaya nantinya dunia ini dapat merasakan arti ‘oikumene sejati’, ‘kesatuan umat dan semesta’ karena Yesus.

Saudara-saudari, marilah menerima kuasa Roh Kudus yang menaungi kita dari atas, menuntun dari samping, dan mendukung dari dalam hati kita. Di era internetisasi ini, marilah turut menjadi saksi Yesus untuk memberitakan Injil melalui kata/postingan dan perbuatan terbaik untuk membangun kehidupan yang lebih adil, damai, dan ekologis secara lokal, nasional, dan global. Salam Minggu Pentakosta. *AAZS*   hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form