Renungan Minggu IX Trinitatis, 17 Agustus 2014

 Demi Kesejahteraan Umat-Nya,

 TUHAN Memerintah dengan Adil

 (Mazmur 67:2-8)

 

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Hari Minggu 17 Agustus 2014, bangsa kita Republik Indonesia memperingati dan menyukuri Proklamasi Kemerdekaan yang ke-69. Dengan ini diucapkan: Dirgahayu Indonesia Raya. Kiranya panjang umurnya, sehat dan sejahtera rakyatnya karena menghayati Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Bahwa sesungguhnya, kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, begitu suatu kalimat dalam mukadimah UUD 1945.

Dalam kaitannya dengan kemerdekaan, Konfesi HKBP 1996 Pasal 13 - Tentang Pemerintah - antara lain, mencatat sbb: “… Kita menekankan, Allahlah yang memberikan kemerdekaan itu kepada bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita menekankan, Yesus Kristus, Panglima Gereja, sebagai jalan kita untuk meminta. Kita menekankan cita-cita dan tanggung-jawab warga masyarakat dalam memperjuangkan keadilan, kasih, damai, dan kesejahteraan melalui pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Kita menekankan bahwa kita turut serta menegakkan dan memelihara kebenaran, demikian juga turut menikmati hasil pembangunan nasional. Gereja terpanggil mendoakan pemerintah dan aparatnya”..... (1 Tim. 2:1-2; Roma 13:1-7). Begitu kata HKBP melalui Konfesinya.

Saudara-saudari, Mazmur 67 ini mengungkapkan suatu liturgi di bait suci, di mana warga jemaat menggemakan dan mengamini sebagian dari berkat Imam Harun yang populer itu: “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Allah menyinari kita dengan wajah-Nya, dan kiranya Allah menghadapkan wajah-Nya (Bilangan 6:24-26; Mzm. 67:2). Adalah suatu tugas pokok Imam (Pendeta) untuk menyampaikan berkat sebagai sumber hidup yang berasal dari TUHAN (Yahwe) yang adalah Sumber kehidupan itu sendiri. Dalam berkat imamat bahwa sesungguhnya nama TUHAN disebut 3 kali dan dilibatkan sampai 3 kali. Ketika Imam (Pendeta) mengucapkan dan meletakkan nama Tuhan di atas umat, maka berkat menjadi berbuah. Dengan meletakkan nama Tuhan atas umat hendak menandai keakraban dan menegaskan bahwa Tuhan adalah Pemilik dan Pelindung.

Dalam rangkaian mazmur ini, umat kemudian berdoa dan berharap agar segenap bangsa bersyukur kepada Allah dan suku-suku bangsa bersuka-cita dan bersorak-sorai dengan mengakui bahwa TUHAN (Yahwe) adalah Pemimpin dan Pelindung bagi bangsa-bangsa. Kenapa bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa diundang dan diajak bersyukur kepada-Nya? Jawabannya adalah karena TUHAN memerintah dengan adil dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Dan keadilan TUHAN adalah keadilan yang menyelamatkan dalam arti yang sebenarnya. Menarik bahwa Alkitab menghubungkan keadilan Allah dengan janji Allah. Bahwasanya Allah yang adil setia pada janji-Nya dan tujuan janji itu adalah demi keselamatan umat (Mzm. 40:10-11; Yes 45:21b; Rm. 3:21-26). Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham, dengan Israel selaku umat-Nya, dengan Daud, tidak akan dapat dibatalkan dan tidak pernah batal karena kekal sifatnya. Keadilan Allah yang dibungkus dengan belas-kasih dan kemurahan-Nya telah sampai kepada segenap orang kendati manusia tidak setia. Sebab, kesetiaan Allah tidak pernah tergantung dari ketidak-setiaan manusia (Ul. 7:9; Yer. 31:35-37; 2 Tim. 2:13; Ibr. 10:23; Rm. 11:1-36). Akhir dari Mazmur 67 ini menyatakan bahwa TUHAN membuat bumi subur agar umat-Nya sejahtera dan makmur sebagai bagian dari keadilan-Nya (ayat 6).

Relevansi mazmur ini dalam kaitannya dengan ultah ke-69 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, saya mengajak pembaca dan rakyat Indonesia menghayati dan menyanyikan Kidung Jemaat 336 yangsyair dan melodinyadigubah tahun 1975 oleh Alfred Simanjuntak bersama Hosea A. Widhyadi: (1) Indonesia negaraku, Tuhan yang memb’rikannya; kuserahkan di doaku pada Yang Mahaesa; (2) Bangsa rakyat Indonesia, Tuhanlah Pelindungnya; dalam duka serta suka Tuhan yang dipandangnya; (3) Kemakmuran, kesuburan, Tuhan saja sumbernya; keadilan, keamanan, Tuhan menetapkannya. (4) Dirgahayu Indonesia, bangsa serta alamnya; kini dan sepanjang masa, s’lalu Tuhan sertanya. Salam adil dan merdeka!**** AAZS

wajah web201903

Login Form