Kristus Batu Penjuru: Memersatukan dan Mendamaikan

 

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu VII Trinitatis, 18 Juli 2021

Kristus Batu Penjuru: Memersatukan dan Mendamaikan

(Efesus 2:11-22)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Saya menyapa Anda semua, para pembaca dan pemerhati bersama segenap warga dan majelis jemaat di mana pun berada pada masa-masa sulit ini. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah kiranya menyertai kita menghadapi dan mengatasi dampak pandemi covid-19 dan juga menghadapi serta mengatasi tantangan kehidupan dengan mengandalkan pertolongan dari TUHAN. Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19, ayo turut kerja-sama untuk melaksanakan protokol kesehatan 6M.

Saudara-saudari, nas khotbah yang sekaligus menjadi renungan ini diacu dari Surat Efesus yang mengusung tema pokok mengenai keutamaan Kristus dalam kehidupan Gerejawi. Dalam Surat Efesus, kita menemukan 36 kali ungkapan yang berbobot dan bernas: ‘Di Dalam Dia’ - maksudnya menunjuk pada ungkapan: ‘Di dalam Kristus Yesus’. Dalam ‘Surat-surat Rasul Paulus’, ungkapan atau istilah ‘di dalam Dia’ yaitu ‘di dalam Yesus Kristus’, muncul 160-an kali. Alkitab memberitakan dan mengajarkan bahwa dengan iman di dalam nama Yesus Kristus, maka kita memeroleh kasih karunia, ampunan dosa, damai sejahtera, hidup baru, pengharapan, dan keselamatan kekal.

            Saudara-saudari, Surat Efesus pasal 1-2 antara lain mencatat dan menegaskan hal-hal yang (akan) terjadi pada orang-orang yang percaya di dalam Kristus Yesus, yakni:

Memeroleh keselamatan karena iman di dalam Yesus Kristus sebagai pemberian Allah dan bukan hasil usaha manusia – sebagaimana ditegaskan oleh nas: “... sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9).

Dipersatukan dan didamaikan - bahkan segala sesuatu dipersatukan baik yang ada di sorga maupun yang ada di bumi - di dalam Kristus sebagai Kepala. Dalam kaitan ini, tidak ada lagi yang ‘jauh’ atau ‘dekat’, laki-laki atau perempuan, orang Yahudi atau Yunani, yang bersunat atau tidak bersunat, budak atau orang merdeka; semuanya dipersatukan; bahkan oleh karena Yesus Kristus, ‘kedua pihak yang tadinya terpisah/berseteru’ jadinya beroleh jalan masuk kepada Allah Bapa yang dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan sebagai jaminan bagi kita orang-orang yang percaya kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

              Saudara-saudari, Surat Efesus juga menegaskan bahwa Gereja dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus yang bergelar ‘Batu Penjuru’, ‘Batu yang Hidup’ (Ef. 2:20-22; Kis. 4:11; 1 Ptr. 2:3-5). Sebagai ‘Batu Penjuru’ Gerejawi dan dasar yang esa, Yesuslah Pendiri umat-Nya; dengan kurban darah-Nya, Gereja ditebus; dengan Sakramen Baptis dan Firman-Nya membuat Gereja kudus. Gereja bersifat rasuli yang didirikan di atas dasar Firman yang diilhamkan oleh Yesus kepada para rasul Perjanjian Baru sebagai saksi sejati dari Yesus yang tersalib dan bangkit dari maut. Para rasul kemudian adalah menjadi pekabar Injil utama yang pemberitaannya diabadikan dalam Alkitab sebagai kanon yang sah dan berlaku sampai akhir.

       Saudara-saudari, di masa-masa sulit yang menggelisahkan ini karena aneka “virus” yang sedang melanda kehidupan di kota/desa dan bangsa Indonesia, kiranya Tuhan berkenan memakai kita menjadi ‘batu yang hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani’ yang berpusat kepada Yesus sebagai ‘Batu Penjuru’. Marilah melayani Tuhan semampu kita melalui keterlibatan sosial kita dengan belajar membuka ‘lumbung-lumbung kemurahan hati’ kita, membuka ‘gudang-gudang kepedulian’ kita, dan membuka ‘tabungan cinta kasih’ kita untuk kita gunakan bersama mereka yang mengalami kesulitan dan kesedihan sebagai tanggapan kita atas belas-kasih dari Yesus Kristus yang telah memersatukan dan mendamaikan kita. Salam. *AAZS* hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form