Hidup Rukun Dengan Sesama

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu XXI Setelah Trinitatis 24 Oktober 2021

HIDUP RUKUN DENGAN SESAMA

(Ulangan 24 : 17 - 18)

 Saudara yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan; Bunda Theresa seorang Pejuang kemanusiaan pernah berkata: Aku hanya ingin agar anda memperdulikan tetangga sebelah rumah anda. Apakah anda mengenal tetangga sebelah rumah anda?. Sepenggal kalimat bijak ini menggugah kita untuk merenungkan sejauh mana kita telah hidup berdampingan dengan orang lain, ataukah selama ini kita hanya berpusat pada diri sendiri?. Sesungguhnya dalam segala kelemahan dan keterbatasan, kita tidak dapat hidup sendiri, kita selalu butuh orang lain, karena itu sangatlah penting untuk hidup saling memperhatikan dan peduli dengan orang lain, yang juga diatur dalam persekutuan umat Israel, sebelum mereka memasuki tanah Perjanjian, Musa mengingatkan kembali tentang perbuatan-perbuatan Allah serta semua hukum, ketetapan dan peraturan yang harus mereka lakukan ketika memasuki dan mendiami tanah Kanaan.

Saudara yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, secara khusus umat Israel dilarang untuk membuat sesamanya menderita; sebaliknya harus berbela rasa dengan sesama terutama yang miskin. Kita melihat dalam perikop khotbah hari ini; beberapa hal yang harus menjadi perhatian umatNya dalam hubungannya dengan sesama agar tercipta kehidupan yang saling mengasihi, saling membangun serta berkeadilan dan sejahtera bersama. Meskipun gadai atau jaminan itu penting sebagai pengikat ketiak berhutang,namun orang yang memberi pinjaman kepada sesamanya harus tetap menjaga martabat dan kehormatan, harga diri orang yang berhutang. Tidak boleh mengambil secara paksa atau menyita barang untuk dijadikan gadaian. Atas dasar kasih dan kemanusiaan, orang yang memberi pinjaman tidak boleh mengambil milik berharga orang berhutang, apalagi menyangkut kelangsungan hidupnya, misalnya kilangan atau batu kilangan, karena alat itu dipakai untuk membuat tepung persediaan roti untuk dimakan setiap hari. Benar bahwa ada hutang yang belum dibayar, tetapi hal itu jangan menjadi alasan untuk mempermalukan orang yang berhutang, hutang adalah hutang, tetapi tidak boleh membunuh masa depan orang tersebut, atau mempermalukannya, menghancurkan martabat dan harga dirinya. Lebih daripada itu, umat Israel tidak boleh memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda. Mereka jangan menjadi sasaran keegoisan dan keserahakan manusia, justru merekalah yang perlu mendapat perhatian dan cinta kasih.

Hari ini, Minggu 24 Oktober 2021 kita merayakan Pesta panen tahun 2021, kita mensyukuri kehidupan yang Tuhan berikan bagi kita, diberi makanan dan minuman.Tuhan memberkati pekerjaan tangan kita sehari-hari, supaya kita jauh dari kelaparan. Dari padaNyalah kita menerima segala yang baik dan yang berguna bagi tubuh dan jiwa kita, karena kasihNya juga kita dapat hidup sampai sekarang. Kita bergembira mempersembahkan sebahagian hasil kerja kita kepada Tuhan, dan perlu kami sampaikan bahwa 1/5 dari hasil pesta Panen hari ini, akan dipersembahkan untuk kegiatan Aksi Sosial Anak Sekolah Minggu Tahun 2021, dalam rangka merayakan Natal Anak Sekolah Minggu HKBP Yogjakarta tahun ini, sebagai wujud keperdulian kita, kepada sesama di lingkungan HKBP Yogjakarta, bahkan meluas ke sesama yang lain. Hal itu sejalan dengan firman Tuhan, bahwa ketika menuai hasil panen, harus mengingat bagian orang asing, anak yatim dan janda, mengingatkan umat bahwa kemurahan hati untuk saling berbagi sangat penting dalam rangka berbela rasa dengan sesama terutama yang miskin. Tema Minggu kita berkata agar hidup rukun dengan sesama, sesama sebagai saudara di dalam Tuhan, sesama dengan orang asing, anak yatim dan para janda. Tuhan memberkati. BWP - hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form