Injil Yang Membaharui

 

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu XXII Setelah Trinitatis, 31 Oktober 2021

INJIL YANG MEMBAHARUI

(ROMA 1 : 16 - 17)

Saudara-saudari yang dikasihi dan diberkati oleh Allah; 31 Oktober kita peringati sebagai hari Reformasi yang dikumandangkan oleh Martin Luther. Dalam menanggapi Reformasi kita sering mendengar Ungkapan Ecclesia Reformata, Ecclesia Semper Reformanda atau Gereja Reformasi yang terus membaharui, dan itulah yang terus dihidupi oleh Gereja dan Kekristenan dalam hidup baru yang diberikan Allah di dalam Yesus Kristus. Dalam membaharui ziarah kehidupan kita, Injillah atau firman Allah yang menjadi dasar bagi kita semua. Sebab Injil adalah kebenaran dan perbuatan Allah yang layak diyakini siapa pun. Dalam Injil terdapat anugerah Allah yang memberikan hidup kekal bagi mereka yang memercayai-Nya. Inti Injil adalah Yesus Kristus. Bagi Paulus, Injil bukan spekulasi pengetahuan dan akal budi manusia. Injil juga bukan semata ajaran moral dan etika agar manusia memperbaiki perilaku berdasarkan kekuatannya. Injil adalah kekuatan Allah yang mampu menyelamatkan dan mendamaikan manusia berdosa dengan Allah (16). Karena itu, Paulus tidak merasa harus malu untuk memberitakan Kristus yang tersalib dan bangkit.

Kata "epaischynomai" diterjemahkan sebagai keyakinan yang kukuh. Namun menurut bahasa Yunaninya, kata tersebut lebih tepat diterjemahkan sebagai ‘tidak merasa malu’. Pada zaman itu, memberitakan Injil Yesus memiliki dua risiko, yaitu: Pertama, berkomplotan dengan kaum pemberontak. Sudah barang tentu, tidak seorangpun ingin disebut sebagai pemberontak, itu sebabnya bisa saja ada banyak orang yang tidak siap untuk memberitakan Injil, karena dikelompokkan kepada golongan pemberontak. Saudara-saudari yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan, saat Yesus disalib, Ia diapit oleh dua penjahat. Hal itu memberi kesan Yesus adalah kriminal kelas kakap (bdk. Yes. 53:12; Luk. 22:37). Kedua, dianggap sebagai anggota sektarian. Bagi orang-orang Yahudi, mereka yang mengabarkan kebangkitan Yesus digolongkan sebagai tindakan penistaan agama, orang-orang yang menodai agama, sehingga layak untuk diadukan ke hukum yang berlaku, dengan alasan ini juga akan banyak orang yang malu dan tidak berani untuk memberitakan Injil, karena akan disebut sebagai penista agama (bdk. Kis. 7:58, 8:1-3. 9:1-2). Sedang bagi orang-orang Yunani, berita kebangkitan Yesus adalah suatu kebohongan (bdk. Kis. 17:32). Akan tetapi pengalaman Paulus bertemu dengan Kristus yang bangkit membuatnya berani memberitakan Injil walau harus ditolak dan dianiaya (bdk. Kis. 9:3-5; 2Kor. 4:8-11).

Saudara-saudari yang dikasihi oleh TUHAN, Paulus dengan lantang dan berani berkata: Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani (ay 16). Pertanyaannya: Apa kira-kira keistimewaan Injil yang diberitakan Paulus? Dalam Kristus, kebenaran Allah menjadi nyata (ay 17). Artinya, peralihan orang berdosa menjadi orang benar hanya dimungkinkan terjadi melalui iman kepada Kristus. Melalui Kristus, orang berdosa mendapat pembenaran Allah. Karena itu, iman bukan usaha manusia, melainkan anugerah Allah. Dalam rahmat-Nya, manusia berdosa dimampukan hidup dalam iman. Selama kita setia kepada berita Injil Kristus, tidak ada alasan untuk ragu, malu, atau pun rendah diri. Karena dalam Injil Kristus ada keselamatan bagi kita dan siapa pun yang menerimanya. Dengan demikian kita dapat terus teguh berpegang pada Injil Kristus sebagai kekuatan Allah yang dari waktu ke waktu berkuasa untuk membaharui dan mentransformasi kehidupan kita untuk semakin berkenan pada kehendak Allah. Tapangasahon ma hata ni Debata, tapangke huhut tahaporseai ma Hata ni Debata, tapatujolo ma hata ni Debata huhut marojahan ma hita/ngolunta tu hata ni Debata; sehingga kita dibaharui hari lepas hari bagi kehidupan Kekristenan kita yang berkenan kepada-Nya. Selamat ari Reformasi dan selamat membaharui diri di dalam Injil, firman Allah yang menyelematkan dan menghidupkan. TUHAN memberkati. BWP hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form