Bertobatlah, Persiapkan Jalan Bagi Tuhan

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu Advent II, 5 Desember 2021

BERTOBATLAH, PERSIAPKAN JALAN BAGI TUHAN

(Lukas 3:1-6 )

           Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, berbahagialah kita dalam penantian dan pengharapan kita akan kedatangan sang Jurus’lamat untuk memberikan kekuatan, perlindungan; berkat-berkat-Nya bagi kita, terutama untuk menganugerahkan bagi kita kehidupan yang kekal; oleh kedatanganNya di dalam anak-Nya Yesus Kristus. Memasuki minggu Advent II, kali ini kepada kita dinyatakan firman TUHAN yang tertulis di dalam Lukas 3:1-6; tentang Yohanes Pembaptis, sang pembuka jalan, yang melayani dan memberitakan pertobatan bagi umat Tuhan, dalam penyambutanNya akan Yesus Kristus, Tuhan kita.  Yohanes Pembaptis bangkit dan memberitakan dan menyerukan pertobatan dan murka Allah. Lukas menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis merupakan penggenapan dari nubuat Nabi Yesaya (Yes 40 : 3). Tetapi tidak hanya itu, tindakan ini merupakan respon langsung Yohanes Pembaptis dalam ketaatan akan firman Allah.

            Berita yang disuarakan oleh Yohanes Pembaptis bertujuan mempersiapkan umat Israel meyambut Sang Mesias. Sambutan yang tepat bagi Mesias adalah membuka hati untukNya. Tugas Yohanes Pembaptis adalah menyiapkan hati manusia sebagai jalan yang baik agar siap untuk dipenuhi oleh Allah. Yohanes langsung menunjuk pada kebutuhan mendasar yaitu sikap hati untuk menyambut Kristus, sang Mesias dengan hati dan kehidupan yang dipenuhi pertobatan. Bertobat atau pertobatan itu sendiri merupakan suatu tindakan manusia untuk memohonkan pendamaian dan pengampunan dari Allah terhadap dosa-dosanya, sekaligus sebagai bentuk jawaban manusia terhadap undangan Allah untuk kembali kepada-Nya melalui putera-Nya, Yesus Kristus.  Pesan keras dari Yohanes Pembaptis mengingatkan kita, bahwa keselamatan yang Allah anugerahkan bukanlah sesuatu yang murahan; sebab Yesus sang Mesias harus mati di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati; sehingga kematian dan kebangkitan-Nya telah memberikan kehidupan, pengampunan dan pembaharuan. Maka seruan Yohanes pembaptis kepada umat manusia dulu, kini dan di masa yang akan datang, agar setiap kita terus menerus membaharu kehidupan kita, mengalami dan menghidupi kehidupan yang semakin baik, berkenan kepada Allah sebagai buah dari pertobatan. Yohanes menyebutnya dengan mengatakan : jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (3 : 8).

            Orang yang datang mendengar khotbah dan seruan Yohanes Pembaptis bertanya kepadanya, tentang apakah yang seharusnya mereka perbuat. Yohanes menjawab : Barang siapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barang siapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian. Kepada para pemungut cukai Yohanes menjawab : jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu. Kepada para Prajurit Yohanes menjawab : Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu. Merujuk pada hal-hal diatas, sebagai apapun kita hari ini, mestilah kita menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan, sebagai respon kita untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan sang Mesias. Sebagai hamba-hamba Tuhan, sebagai Majelis, sebagai jemaat dengan berbagai profesi dan kegiatan, tugas dan panggilan kita, sebagai mahasiswa, pelajar, karyawan, usahawan, eksekutif, yudikatif dan legislatif, dan semua komponen bangsa ini, komponen gereja mesti meresponi seruan ini, yaitu Bertobat untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Memberi diri bagi sesama, yang kekurangan, jangan menjadi orang-orang yang tamak dan rakus, menerima apa yang menjadi bagian kita, serta belajar terus untuk mencukupkan diri dengan setiap berkat dan pemberian Tuhan bagi kita. Semua kita mesti kembli kepada hakekat ke-ilahian yang ada pada kita, sebab sesungguhnya; semua kita tanpa terkecuali dituntut untuk terus menerus mempersiapkan hati, pikiran, pekerjaan, tugas dan pelayanan kita; menjadi wadah yang didalamnya Allah sungguh bekerja dan berkarya terus; untuk menghadirkan rahmat dan damai sejahtera Allah hari demi hari; sampi kedatanganNya yang kedua kali. Karena itu, Adven II ini menyerukan bertobatlah dan hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan; agar kita siap sedia menyambut sang Juruslamat, Yesus Kristus. Selamat Advent II Tuhan memberkati.  BWP-hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form