Khotbah Minggu Natal I (Peringatan Kelahiran Yesus Kristus), 25 Desember 2021

YESUS JURUSLAMAT DUNIA

(Lukas 2 : 1 - 7)

 

Syalom Ibu/Bapa/Saudara/i jemaat, Alumni, Para Pemerhati dan Pecinta HKBP Yogjakarta; selamat Natal buat kita semua, kiranya Tuhan Yesus, Juruslamat dunia yang kelahiran-Nya kita rayakan dalam sukacita dan damai; senantiasa memberkati kehidupan kita bersama, baik sebagai pribadi, keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa. Umat Tuhan, Sensus kependudukan yang dilakukan Kaisar Agustus bertujuan mengokohkan kekuasaannya dan sekaligus menarik pajak dari rakyat. Maria dan Yusuf  berangkat dari kota Nazaret di Galilea menuju ke kota Betlehem, yang jaraknya sekitar 120 km. Mereka melakukan perjalanan yang tidak mudah sebab Maria dalam keadaan hamil tua.   Maria dan Yusuf menerima kepercayaan dari Allah untuk menjadi satu keluarga kudus yang bertanggungjawab merealisasikan janji Allah bagi manusia. Keduanya menjaga kekudusan selama masa pertunangan dan Tuhan berkehendak agar melalui mereka maka kasih Allah bagi dunia dinyatakan.Kelahiran Yesus sudah diberitahukan malaikat Tuhan kepada Maria (1:30-31). Yesus yang lahir itu adalah Anak Allah Yang Mahatinggi, Raja atas bangsa-bangsa dan Kerajaan-Nya akan tegak selama-lamanya. Maria menerima ketetapan Allah dengan kerendahan hati bahwa dirinya adalah hamba Allah.

Umat Tuhan, Perjalanan ke kota Betlehem mereka jalani dalam ketaatan baik kepada Allah yang menyatukan mereka maupun kepada pemerintah yang berkuasa. Keduanya dengan tulus menerima tanggungjawab iman dengan keyakinan pada pertolongan Allah. Mereka sama sekali tidak kuatir tentang bagaimana mereka mempersiapkan kelahiran Yesus dan masa depan-Nya.. Alkitab berkata tentang tidak adanya tempat di penginapan. Ruang yang tersisa adalah ruang bawah: tempat di mana hewan beristirahat. Pastinya bukan tempat cocok bagi kelahiran Juruselamat. Maria dan Yusuf menjalani semuanya dengan sukacita hingga bayi Yesus lahir lalu dibalut lampin dan dibaringkan di palungan. Kita percaya bahwa Allah berdaulat atas hidup ini. Karya keselamatan Allah digenapi dengan melibatkan Maria dan Yusuf yang hidupnya kudus dan rendah hati. Mereka tidak meminta perlindungan istimewa atas kepercayaan dan penugasan yang Allah berikan. Sekalipun persoalan datang,  mereka dapat mengatasinya.

Umat Tuhan, Kita yang hari ini bersama keluarga memasuki ibadah Natal, sudahkah kita siap mengalami berkat Tuhan dengan segala keberadaan yang kita alami? Barangkali ada yang datang dengan kesulitan ekonomi, tidak mempunyai dana cukup, ditolak saat melamar pekerjaan, dipandang sebelah mata karena keterbatasan. Saudara yang diperlakukan tidak adil dan dipermalukan dengan keji! Saudara yang datang di tengah keputusasaan dengan tetap bertahan hidup jujur ataukah sudah  terlibat dalam praktek korup dan munafik? Saudara yang boleh jadi selalu berusaha tetapi kurang mendapat dukungan dari keluarga atau rekan sepersekutuan, dan merasakan kekecewaan! Dapatkah saudara dan saya, tetap mengalami sukacita bersama dalam persekutuan dengan umat Tuhan? Bersama memuji Allah karena kasihNya besar atas kita; bersyukur buat Yesus yang datang sebagai Juruselamat bagi kita; percaya bahwa masa depan kita terjamin dalam pemeliharaanNya. Bersukacita atas kasih Tuhan bagi kita manusia.

Keluarga Yusuf menjadi contoh bagi kita untuk saling mengasihi saat hidup kita selalu tidak seindah seperti yang dibayangkan. Kita diminta percaya kepada Allah dan menunjukkan kasih kita sebagai satu keluarga kudus. Keterbatasan bukan tanda tidak diberkati. Justru dalam situasi demikian, pertolongan Tuhan dinyatakan. Selalu tersedia berkatNya. Mereka tidak kehilangan sukacita dan kebahagiaan sebagai keluarga yang diberkati. Maria dan Yusuf  menerima apa yang Tuhan tetapkan dan menjalani tanggungjawabnya dengan sebaik baiknya dan percaya campur tangan Allah nyata. Sebagai umat Tuhan, kita percaya benar dan sungguh, bahwa Yesus adalah Juruslamat kita dan dunia ini. kita percaya, bahwa Allah di dalam Yesus Kristus selalu terlibat untuk memberkati keluarga kita; memberkati gereja kita, bangsa negara kita; serta seluruh isi bumi ini. . Kita patut bersukacita untuk kelahiran Yesus. Keterbatasan tidak boleh menghalagi sukacita natal; sebab DIA datang untuk memberi kehidupan dan keselamatan buat kita umat yang percaya kepada-Nya; karena itu sambutlah sang Juruslamat, Yesus Kristus di hati dan kehidupan kita masing-masing, Selamat Natal Tuhan Yesus Memberkati. BWP-hkbpjogja.org

wajah web201903

Login Form