ORANG YANG BERSERU KEPADA TUHAN AKAN DISELAMATKAN

HKBP Yogyakarta,

Khotbah Minggu  Invocavit, 06 Maret 2022

ORANG YANG BERSERU KEPADA TUHAN AKAN DISELAMATKAN

ROMA 10 : 8 - 13

Bapa-Ibu, Saudara-i , Para Majelis, jemaat, pemerhati, Alumni dan pecinta HKBP Yogjakarta yang berbahagia dan bersukacita menikmati hari Minggu ini, dimana setiap kita diberi kesempatan untuk membangun persekutuan dengan Tuhan dan sesama di rumah Tuhan, khususnya di Jemaat HKBP Yogjakarta. Umat Tuhan, Pengakuan iman sangat penting  di dalam kehidupan kekeristenan, sebab hal itu suatu konsep yang harus dipahami dengan benar oleh setiap orang yang percaya. Sebab di dalam Konsep iman, keselamatan manusia tidak ditentukan oleh perbuatan yang dilakukannya, melainkan berdasarkan anugerah dari Allah yang diterima melalui iman  kepada Tuhan Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruslamat. Sabda firman Tuhan yang berkumandang untuk kita semua pertama-tama memperlihatkan kepada kita; yaitu bahwa di Ayat 8-9 Paulus kagum pada kesungguhan orang Yahudi untuk menjalankan hukum taurat, namun arah ketaatan mereka telah salah, sebab Yesus Kristus adalah penggenapan hukum taurat. Sebab, manusia tidak akan pernah dapat menjangkau kekudusan Tuhan bagaimanapun hebat dan kemampuannya untuk taat pada Hukum Taurat. Namun, manusia itu dapat selamat karena Allah yang datang kepada manusia. itulah sebabnya dikatakan “hanya oleh anugerah Allah kita selamat”. Bagaimanapun kehebatan dan kekuatan seorang pelari, jika ia salah arah maka dia tidak akan kunjung sampai pada garis akhir yang benar. Namun karena kasih karunia Tuhan, yang walaupun kita itu lemah dan ‘tak berdaya, namun karena Tuhan mendatangi kita, maka Dia menuntun kita ke jalan yang benar.

Pada ayat 9, Paulus lebih mempertegas lagi apa yang dikatakannya bahwa keselamatan itu dekat di hati dan mulut kita sendiri. Keselamatan dari Tuhan bukanlah hasil usaha manusia, tetapi adalah kasih karunia Allah kepada manusia. Karena manusia tidak akan mungkin memperoleh keselamatan hanya dengan kemampuannya, maka Tuhanlah yang membawa keselamatan itu kepada manusia, mendekatkannya sedekat mungkin agar terjangkau manusia, yaitu mendekatkan ke dalam hati dan mulut manusia. Artinya keselamatan itu akan diterima jika seseorang mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan dalam hati percaya bahwa Yesus telah datang ke dunia, mati dan bangkit kembali bagi keselamatan kita. Bahwa Yesus yang kita imani bukanlah hanya sebatas Yesus yang historis yang pernah hidup, tetapi dalam hati, kita mengimani Yesus Tuhan yang hidup yang telah mengalahkan kematian.

Pada Ayat 10-13 Paulus mendasari penjelasannya itu dengan kutipan ayat Alkitab dari Yoel 2:32 “Barangsiapa yang berseru kepada Tuhan akan diselamatkan” dan dari Yesaya 28:16 “Siapa yang percaya tidak akan gelisah”. Dari kedua ayat ini hendak menjelaskan peran dari iman kepada Tuhan yang membawa setiap orang kepada keselamatan. Iman itu sendiri merupakan kepercayaan atau keteguhan seseorang terhadap Tuhan yang dipercayainya. Aku tahu, bahwa Engkau mampu, TUHAN, itu berarti beriman itu mencakup hati sebagai ungkapan perasaan dari iman yang dimiliki oleh jemaat  atau orang Percaya. Mengaku itu berarti mengumumkan di depan umum suatu hubungan pribadi dengan Allah, dan ketaatan kepadaNya. Orang yang mengakui imannya bukan dari hati, maka tidak akan nampak sama sekali dalam kehidupannya. Hanya iman yang dari hati yang membuat Allah senang, kita menerima dari Allah melalui iman, belajar tentang iman, dan berjalan dengan iman. Paulus memperluas penjelasannya bahwa keselamatan Tuhan tidak hanya terbatas kepada satu bangsa saja, tetapi adalah kepada “setiap orang” yang percaya akan beroleh keselamatan. Maka Yesus Kristus adalah Tuhan untuk semua orang, siapa yang berseru dan percaya kepada Tuhan Yesus akan diselamatkan. Dengan demikian; melalui nas ini kita melihat bagaimana kebaikan Tuhan kepada kita, Dia mengetahui kelemahan kita yang tidak akan mungkin sampai kepada keselamatan hanya dengan usaha kita. Maka Dia mendekatkan keselamatan itu dan membawanya sedekat mungkin kepada kita agar kita memperolehnya. Dari sini kita belajar untuk semakin mengenal Tuhan dalam kehidupan kita, bahwa Dia adalah Allah yang mengerti dan memahami keadaan dan kemampuan kita. Tuhan mengerti kelemahan kita, Dia tahu dalam kelemahan kita apa yang sedang kita usahakan. Maka marilah ber-Iman, yaitu yang keluar dari pengakuan/disaksikan oleh mulut, dengan tindakan yang benar, dimana kita percaya kepada Allah, sehingga kita beroleh kekuatan, keberanian, keyakinan dari setiap pengalaman serta sungguh menyakini keselamatan abadi yang dipersiapkan oleh Allah dalam Yesus Kristus kepada setiap orang yang percaya kepadaNya. Tuhan kita Yesus Kristus bukanlah Allah yang jauh dari kita, oleh karena kasihNya kepada kita hanya dengan kesungguhan dalam hati yang percaya dan dengan mulut yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, sedekat itulah Tuhan dalam hidup kita. Seruan kita memanggil Tuhan dan hati kita yang percaya pasti akan ditanggapi oleh Tuhan. BWP

wajah web201903

Login Form