HKBP Yogyakarta Online 

Renungan Minggu XVI Trinitatis, 05 Oktober 2014

 Sebagai ‘Kebun Anggur TUHAN’

Buahkan Keadilan dan Kebenaran!

 (Yesaya 5:1-7)

 

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas acuan renungan ini merupakan perumpamaan yang isinya mirip puisi yang dinyanyikan untuk mengungkap dan menggambarkan tanda cinta oleh seorang sahabat pemilik kebun anggur; dan ‘kebun anggur’ itu dilukiskan sebagai ‘istrinya’. Tetapi kemudian kebun anggur ini tidak menghasilkan buah anggur yang baik, melainkan buah anggur yang masam dan pahit. Kemudian pemilik anggur tersebut amat kecewa. Dalam kaitan ini, Alkitab Perjanjian Lama menggambarkan bahwa Allah adalah ibarat seorang pribadi pemilik kebun anggur yang menjadi sasaran perhatian dan belas-kasih-Nya; namun kemudian dikecewakan karena kebun anggur itu tidak menghasilkan buah yang baik. Nabi Yesaya menyebut secara tegas bahwa ‘kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran’ (Yes. 5:7).

Konteks kehidupan umat yang digambarkan oleh nas renungan dalam Kitab Yesaya pasal 5 ini saja, antara lain berkaitan dengan kecaman TUHAN mengenai rangkaian kekerasan, kejahatan, dan ketidak-adilan sosial di antara umat-Nya. Di antaranya mengenai: (a) Kecaman terhadap tindak kekerasan secara ekonomi dari kelompok yang kuat terhadap yang lemah: ‘Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang...’ (ayat 8); (b) Kecaman mengenai aksi pesta pora dan minuman keras (ayat 12, 22); (c) Kecaman terhadap provokator yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan memancing dosa seperti dengan tali gerobak (ayat 18); (d) Kecaman terhadap orang yang menyebut kejahatan itu baik, dan kebaikan itu jahat (ayat 20); (e) Kecaman terhadap tindakan yang membenarkan orang jahat karena suap (korupsi) dan yang memungkiri hak orang benar (ayat 23), dll.

Saudara-saudari, adapaun fokus utama nubuat nabi Yesaya adalah seputar hukuman atau keselamatan dari Allah terhadap umat pilihan-Nya. Firman TUHAN selalu disampaikan oleh nabi untuk menegur dosa-dosa umat dan menyatakan hukuman Allah yang segera tiba. Namun akan ada angkatan yang setia untuk meneruskan sejarah keselamatan dari Allah. Dan keselamatan dari Allah hanya akan digenapi dalam hubungan dengan Mesias. Dan memang, Yesaya yang arti namanya adalah ‘TUHAN menyelamatkan’. Yesaya adalah nabi keselamatan karena nabi ini yang paling banyak mengungkap perihal keselamatan dari Allah yang hanya digenapi melalui Mesias di dalam peristiwa Yesus Kristus sebagaimana diproklamasikan melaui Alkitab Perjanjian Baru.  

Alkitab Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Allah memanggil penggarap-penggarap kebun anggur yang setia, yang kemudian menjadi umat-Nya yang sejati (Mat. 20:1-8; Mat. 21:28, 33-41; Mrk. 12:1-9; Yes. 5:1-7). Injil Yohanes mengungkap bahwa Allah Bapa adalah ‘pemilik dan pengusaha kebun anggur’; Yesus adalah pokok anggur yang benar dan orang-orang percaya (para murid-Nya) adalah ranting-ranting yang harus tetap tinggal pada-Nya untuk dapat hidup dan menghasilkan buah yang lebat. Dan bila tidak demikian, sama seperti ranting-ranting yang mandul, mereka menjadi kayu kering yang tidak berguna (Yoh. 15:1-5). Oleh karena itu, marilah menyadari bahwa kita adalah orang-orang percaya yang bergelar ‘kebun anggur Tuhan’ dan juga disebut ‘pohon tarbantin kebenaran’ dan ‘tanaman TUHAN’ untuk memperlihatkan keagungan-Nya (Yes. 61:3b). Marilah bertobat dengan membarui hati, pikiran, dan tindakan agar kita dimampukan untuk membuahkan keadilan dan kebenaran; bukan kelaliman dan keonaran. Salam.****AAZS

wajah web201903

Login Form