wajah web201903

 

TATA IBADAH ONLINE

06:30 09:00 17:30

 

 Silahkan tab menuju HKBP Yogyakarta

 

Saturday, November 16, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 16

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XXII Trinitatis, 17 November 2019

Ayo Semakin Peduli!
(Filipi 4:10-20)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas khotbah minggu ini diacu dari Surat Filipi yang kadang-kala disebut sebagai Surat Suka-cita karena dalam surat yang terdiri dari 4 pasal ini ditemukan istilah ‘suka-cita’ sebanyak 13 kali dan menjadi salah satu kata kunci. Pada hal rasul Paulus menulis surat ini ketika ia di penjara dan dipenjarakan karena Injil Kristus. Karena itulah ajakan untuk bersuka-cita di dalam TUHAN menjadi menarik untuk kita camkan bahkan juga supaya bersuka-cita menyongsong kedatangan TUHAN yang mendekat (Flp. 4:4-5).

Saturday, November 09, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 40

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XXI Trinitatis, 10 November 2019

Dengar dan Lakukan Amsal-Nya
(Amsal 19:20-29)

      Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas renungan ini diacu dari Kitab Amsal yang antara lain bertujuan supaya umat (keluarga sebagai inti) mempunyai hikmat (intelektual) dan moral (spiritual) dalam keseharian (Amsal 1:2-3). Alkitab memastikan bahwa pangkal hikmat (ôkmâ) adalah pemberian Allah; asal-usul kebijaksanaan (sophia) adalah pemberian ilahi. Landasan hikmat yang dibutuhkan untuk memiliki semuanya itu adalah takut akan TUHAN (Amsal 1:7; 9:10). Dan inilah ciri khas hikmat – pertama-tama dan terutama mestilah dihubungkan langsung dengan ‘takut akan TUHAN’ yang artinya adalah takut melakukan yang jahat

Saturday, November 02, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 60

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XX Trinitatis, 1 November 2019

Sehati Sepikir di dalam TUHAN
(Efesus 5:22-33)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Sekiranya dapat dikatakan secara sederhana bahwa isi pokok Alkitab Perjanjian Baru terdiri atas dua bagian utama, yakni: (1) Bagaimana Allah menyelamatkan kita dari dosa dan maut melalui karya penebusan di dalam Kristus yang kita terima melalui iman dengan mengandalkan rahmat-Nya; dan (2) Bagaimana kita sebagai orang beriman menanggapi karya keselamatan itu melalui sebentuk cara hidup baru.
Surat Efesus – dan juga Surat Kolose sebagai “kembarannya” - antara lain membantu kita memahami dan menghayati dua bagian tersebut di atas. Pasal 1--3 secara ringkas mengajar kita mengenai bagian yang pertama; sementara pasal 4--6 mengajak kita untuk menanggapi anugerah keselamatan itu melalui cara hidup baru yang penampilannya sebagai ‘anak-anak terang’ yang sudah ditebus di dalam Kristus.