Thursday, December 22, 2022 Pdt. Bernat W Panggabean, M.Div. Renungan KhotbahMinggu 95

Renungan Minggu Advent IV, 18 Desember 2022

SAMBUTLAH DIA YANG DIJANJIKAN ALLAH

ROMA 1 : 1 – 7

                Selamat hari Minggu, salam Advent IV, Ibu/Bapa, Saudara/i Majelis, jemaat, pemerhati, pecinta dan seluruh Alumni HKBP Yogyakarta, dan semua kita yang beribadah di hari ini. Puji syukur pada Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja yang memberkati kita memasuki minggu Advent IV ini, menyambut Sang Cinta Kasih Tuhan, Yesus Kristus. Umat Tuhan, di dalam salam pembuka surat Paulus kepada jemaat yang ada di Roma, kita akan melihat suatu muatan  yang dalam memaparkan tentang hubungan Tuhan pada kita orang percaya dan terlebih lagi memberi pemahaman tentang Yesus Kristus yang kita percayai dalam hidup kita. 

Thursday, December 22, 2022 Pdt. Bernat W Panggabean, M.Div. Renungan KhotbahMinggu 71

Renungan Minggu AdVENT III, 11 DESEmber 2022

bersukacita menantikan tuhan

yesaya 12 : 1 – 6

Selamat hari Minggu, selamat Advent III bagi majelis, jemaat, Alumni, pemerhati dan pencinta HKBP Yogyakarta. Mari menikmati seluruh persekutuan kita di minggu hari ini, dalam sukacita atas kedatangan Tuhan seperti yang dijanjikanNya, kita terus memperteguh, mempertahankan dan menumbuhkembangkan kesetiaan dan ketaatan kita kepadaNya. Umat Tuhan, Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyuarakan penghukuman dan pengharapan bagi Yerusalem (ps. 1-12).

Thursday, December 22, 2022 Pdt. Bernat W Panggabean, M.Div. Renungan KhotbahMinggu 107

Renungan Minggu Advent II, 4 Desember 2022

Hidup Suci Dalam Penantian Hari Kristus

Pilipi 1 : 3 - 11

                Selamat Advent II, salam sukacita dalam penantian Kedatangan Kristus yang kedua kali. Puji syukur padaNya untuk seluruh rangkaian ibadah kita hari ini, selamat menikmati persekutuan dalam pujian, doa, pengampunan; dalam firman dan penyembahan kepadaNya. Umat Tuhan, Surat Filipi ini dikenal sebagai surat air mata sekaligus surat sukacita. Surat air mata, sebab ditulis ketika Paulus berada di penjara di Roma yang memaksanya meninggalkan jemaat ini sementara mereka juga mengalami berbagai penganiayaan atau pencobaan.